Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dua WNA Asal Iran Dibekuk Tim Gabungan Imigran di Kabupaten Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Iran pencari suaka di Indonesia akhirnya diamankan oleh Tim Inteldakim dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan bersama Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Pare-pare di salah satu rumah diKabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel.

Kedua imigrasi asal iran tersebut diketahui bernama Ramin Poorbihamta (39 tahun) yang sebelumnya dinyatakan masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kantor Imigrasi Parepare dan diburu petugas Imigrasi gabungan, dan temannya yang bernama Naseer Ghanbari Damirchi (44 tahun), yang merupkan penghuni Rumah Detensi Imigrasi Makassar.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkunham Sulsel, Dodi Karnida mengatakan, saat diamankan Ranim ternyata berada di salah satu rumah penduduk di Jalan Andi Makkuraga Timur, Kabupaten Pangkep, dan berhasil diamankan pada Sabtu (29/5/2021) kemarin setelah menjadi buron selama 24 jam lamanya.

"Kedua WNA tersebut seharusnya tinggal di Community House Makassar. Ia ditemukan bersama seorang temannya yang juga merupakan pengungsi WNA asal Iran, atas nama Naseer Ghambari, di kabupaten Pangkep, Imigran itu juga tidak mendapatkan izin untuk keluar dari wilayah Rumah Detensi Imigrasi Makassar. Jadi kami amankan kedua WNA tersebut ke Kantor Imigrasi Parepare untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Dodi.

Semenntara itu kata Kepala Kantor Imigrasi Parepare, Arief Eka Riyanto saat dimintai keterangan, Sabtu (29/5/2021), menerangkan Ramin Poorbihamta merupakan pencari suaka asal Iran yang mengantongi kartu UNHCR. Dia tercatat sebagai pengungsi yang tinggal di rumah singgah (community house) Pondok Nugraha, Jalan Daeng Tata, Kota Makassar.

Kehadiran Ramin di Kota Parepare, karena dia hendak mengurus surat nikah bersama dengan istrinya. Ramin sempat mendatangi kantor Lurah dan KUA. Keberadaannya pun dilaporkan langsung oleh pegawai kantor Lurah ke petugas Imigrasi. Ia langsung diamankan. namun saat berada diruang tahanan meja Rudenim terbakar dan kesempatan itu di pakai Ramin untuk melarikan diri.

"Ramin diduga kuat sebagai pelaku lantaran hanya dirinya yang berada di ruangan saat kejadian. Saat di ruang tahanan atau menjelang dia dibawa ke Makassar, Ramin diduga sengaja membakar meja sehingga Rudenim terbakar. Kemudian dia memanfaatkan situasi lalu kabur," jelasnya.

Saat kebakaran, Ramin kabur melalui ventilasi toilet ruangan tersebut. Beruntung tak ada korban dan api hanya membakar meja serta plafon ruangan.

Petugas Imigrasi langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian begitu tahu ada tahanan yang kabur. Sejak itu Ramin jad buronan. Beberapa lokasi di Kota Parepare, termasuk di rumah istri sirinya, yang diduga persembunyian Ramli sempat didatangi. Namun, Ramli tidak ada.

Kemudian, petugas bergerak ke beberapa kabupaten arah ke Kota Makassar. Alhasil, Ramli ditemukan di salah satu rumah di Kabupaten Pangkep, Sulsel.

“Yang bersangkutan ditemukan di suatu rumah di daerah Pangkep bersama seorang laki-laki pengungsi WNA Iran atas nama Naseer Ghambari yang berada di rumah tersebut, kami amankan ke Kantor Imigrasi Parepare untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Arief Eka Riyanto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kota Parepare kepada sejumlah awak media, Sabtu, (29/5/2021).

Dia mengungkapkan, terkait dengan penyebab kebakaran pihaknya menyerahkan kasus itu ke pihak Kepolisian.

“Peristiwa kebakaran di ruang detensi kita serahkan ke Polres Parepare untuk melakukan penyelidikan. Tentu kita harap segera terungkap penyebabnya, Untuk penanganan selanjutnya, ini sudah masuk ranah tindak pidana umum, kami sudah melaporkan kebakaran ini di Polres Parepare," kata Arief.

Diketahui kedua WNA tersebut ditensi di Kantor Imigrasi karena sebagai orang asing, WNA tersebut tidak memiliki paspor dan tidak memiliki visa, mereka diduga telah melanggar pasal 8 ayat 2 junto pasal 119 ayat 1  UU nomor 6 tahun 2019 tentang Keimigrasian, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 500 juta.

"Jadi WNA tersebut berstatus ilegal imigran karena tidak memiliki paspor, dan persyaratan lainnya, Dia merupakan salah seorang pengungsi UNHCR, dengan nomor kartu 635-14C00014" tutupnya.

(ADM-KP)

 

Posting Komentar untuk "Dua WNA Asal Iran Dibekuk Tim Gabungan Imigran di Kabupaten Pangkep"