Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gugatan Ditolak Dipengadilan, Prahara STAI DDI Pangkep Akhirnya Berakhir

KORANPANGKEP.CO.ID - Prahara dan polemik Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da'wah Wal-Irsyad (STAI-DDI) Pangkep yang berlangsung beberapa bulan terakhir ini karena kasus sengketa kepengurusan akhirnya berakhir  setelah adanya putusan Pengadilan Negeri Pangkep dengan perkara nomor : 6/Pdt.G/2020/PN.Pkj senin, 25 Januari 2021

Polemik berawal saat Drs. H. Hasbuddin Khalik, Lc., MH yang telah memimpin STAI DII Pangkep selama belasan tahun belum ingin hengkan dari jabatannya sebagai ketua DDI STAI Pangkep dan akhirnya pada suatu ketika Pengurus Besar (PB) DDI Pusat mengganti kedudukan H. Hasbuddin Khalik, Lc., MH yang telah habis masa jabatannya pada bulan agustus 2020 lalu dengan kepengurusan baru yang saat ini diketuai oleh Rahman Kambi Lc.

Merasa tidak puas dengan keputusan PB DDI Pusat, Drs. H. Hasbuddin Khalik, Lc., MH. melalui kuasa hukumnya Baharuddin Side SH, MH dkk. Kemudian melayangkan gugatan ke pengadilan Negeri Pangkep yang menuding PB DDI dan semua tindakan dan keputusan hukumnya adalah tidak sah karena ketua umum dibawah kepemimpinan Dr KH. Samsul Bahri Lagaligo, MA. karena tidak dipilih melalui muktamar.

Tindakan Hasbuddin Khalic Lc. MH. tersebut akhirnya disesalkan dan disayangkan oleh PB DDI dan menilai hasbuddin mengedepankan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama serta melayangkan surat pemecatan Hasbuddin sebagai warga dalam keanggotaan DDI, Namun hal itu rupanya tak menyurutkan niatnya untuk tetap melanjutkan gugatannya kepengadilan yang berlangsung selama 5 bulan masa sidang.

Dalam sidang tersebut para saksi membantah atas tudingan Hasbuddin tersebut, Nasir Dollo, S.H., M.H sebagai Penasehat Hukum tergugat menjelaskan bahwa perkara kepemimpinan STAI DDI Pangkep adalah sah karena penyatuan 2 kubu yang beberapa periode yang lalu sempat pecah

"Kami memberikan semua alat bukti kepada majelis sesuai data yang ada, dimana 2 kubu PB DDI telah bersepakat pada tahun 2016 untuk menyatukan kembali DDI versi Mangkoso dan DDI versi Parepare." terangnya.

Dimana dalam kesepakatan tersebut para pihak mendaulat Dr Rusdy Ambo Dalle sebagai ketua umum dan dibantu oleh 2 orang wakil ketua yaitu Prof.Dr.KH. Andi Syamsul Bahri A. Galigo Lc.MA wakil ketua I dan KH. Nawawi sebagai wakil ketua II serta Helmi Ali Yafie sebagai Sekjen.

"Namun ditengah perjalanan kepemnimpinannya, ketua umum Dr. Rusdi Ambo Dalle meninggal dunia, maka sesuai dengan mekanisme organisasi wakil ketua I yaitu Prof Dr. KH. Andi Syamsul Bahri A. Galigo Lc. MA menggantikan jabatan ketua umum hingga masa tugasnya berakhir atau sampai diadakannya muktamar. jadi apapun hasil keputusan pengadilan bila kepengurusan PB DDI yang baru sudah terbentuk, maka putusan tersebut tidak dapat dilaksanakan/ tidak mungkin dieksekusi." Pungkasnya

Dan pada akhirnya pada tanggal 25 Januari 2021, pengadilan negeri Pangkep memutuskan gugatan penggugat Konvensi tidak dapat diterima karena cacat formil atau kekurangan para pihak atau dengan kata lain Hasbuddin tidak dapat membuktikan tudingannya tersebut pada PB DDI di pengadilan. Pembacaan putusan Kasus perkara STAI DDI tersenbut dibacakan dan dipimpin langsung Hakim ketua Ima Fatmawati Djufri, S.H., M.H

Ketua BPH STAI DDI Pangkep, yang sekaligus anggota Tim Hukum, H. Muh. Saleh Saiful, SHi. mengungkapkan Dengan adanya putusan PN kami berharap kepada seluruh warga DDI agar kembali bersatu dan mengembangkan kampus secara bersama-sama.

"putusan Pengadilan Negeri merupakan bukti kemenangan Warga DDI dan Umat, bukan kemenangan siapa-siapa. mari kita besarkan STAI DDI Pangkep secara bersama sama" Tandasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Gugatan Ditolak Dipengadilan, Prahara STAI DDI Pangkep Akhirnya Berakhir"