Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tersandung Kasus Pungli, Lurah Bontolangkasa, Pangkep Ditetapkan Tersangka

KORANPANGKEP.CO.ID
- Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, akhirnya menetapkan status tersangka kepada Lurah Bontolangkasa Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Adil Hasan Sammana, dalam kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) pengadaan sertipikat gratis yang dicanangkan Kementerian ATR/BPN di wilayahnya.

Hal ini diungkapkan Kajari Pangkep, Surasbiono, SH, MH menyebutkan, Lurah Bonto Langkasa ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ratusan penerima sertipikat tanah gratis. Yang dimana, Adil Hasan Sammana Sammana itu diduga melakukan pungutan senilai Rp.250 ribu per sertipikat tanah gratis yang diterbitkan tersebut.

“Nilai kerugian berkisar Rp.77 juta dengan modus Lurah Bonto Langkasa melakukan pungutan senilai Rp.250 ribu, terhadap masyarakat yang mendapatkan hak sertipikat tanah gratis dengan cara melakukan pungutan kepada penerima sertipikat,” paparnya, saat saat konfrensi pers pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kantor Kejari Pangkep, Jumat (11/12/2020).

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Sugiharto menambahkan bahwa, Lurah Bontolangkasa tersebut mendapat bagian Rp.150 ribu kemudian masing-masing Kepala RW diberi Rp100 ribu.

“Jadi memang dari hasil pemeriksaan ada yang masuk ke kantong Lurah. Padahal sudah ada insentif honor khusus yang diberikan secara resmi. Inilah mengapa tidak boleh lagi ada pembayaran. Sebab sudah ada honor yang diberikan,” jelasnya.

Disebutkan juga bahwa saat ini status tersangka adalah tahanan kota yang tidak lama lagi dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kelas IA, Makassar.
 
“Sekarang tahanan kota. Tidak lama lagi sidang akan dilakukan,” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan Kasus dugaan tindak pidana pungli pada program redistribusi sertifikat tanah kembali disidik oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) setelah sebelumnya kasus serupa dilakukan oleh oknum kepala kelurahan Biraeng kecamatan Minasatene tahun lalu.

Kali ini kejari pangkep tengah menyidik kasus pengadaan sertifikat reditribusi tanah di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene. Dimana diduga warga dimintai sejumlah uang dalam hal pengurusan sertifikat gratis dari presiden jokowidodo itu.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Intel Kejari Pangkep, Andri Zulfikar. mengungkapkan setelah naik ketahap sidik pihaknya dalam waktu dekat akan mengungkap tersangka dalam kasus pembagian uang dugaan pungli redistibusi tanah tersebut.

“Dugaan tindak pidana dalam pengadaan redistribusi sertifikat Tahun anggaran 2020 oleh kementerian itu naik ke tahap sidik. Kita sudah panggil pihak-pihak terkait, dalam waktu dekat kami akan tetapkan tersangkanya,” paparnya, Rabu (21/10/2020) lalu.

Andri Zulfikar menyebutkan, pihaknya telah mengantongi dua alat bukti untuk menetapkan tersangka nantinya dalam kasus tersebut.

“Dua alat bukti kami temukan, cukup alat buktinya itu ditemukan unsur tindak pidana didalamnya. Ada pengakuan warga dan pembayaran padahal sepeser pun tidak boleh ada pembayaran ke warga, itu sudah dibiayai oleh kementerian,” jelasnya.

Pihaknya juga menyebut sejauh ini telah diperiksa sejumlah saksi, mulai dari pegawai di Kelurahan, pegawai BPN/ATR, Kabag Hukum serta sejumlah warga penerima sertifikat.

“Sudah pasti melanggar hukum, terdapat dalam pasal 12 huruf E terkait pungli. Sementara untuk gambaran tersangka sejauh ini satu orang. Tidak menutup kemungkinan bertambah . Kita sudah punya bukti untuk yang lainnya,” jelasnya.

Dikatakan juga bahwa, ada 450 sertifikat tanah gratis yang diperoleh Kelurahan Bonto Langkasa dengan nilai dugaan pungutan sebesar Rp250 ribu per sertifikat.

(ADM-KP/FJR)

Post a Comment for "Tersandung Kasus Pungli, Lurah Bontolangkasa, Pangkep Ditetapkan Tersangka "