Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cari Berkas Pungli Sertipikat Tanah, Kejari Pangkep Geledah Kantor Camat Minasatene

KORANPANGKEP.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, terus berupaya merampungkan berkas kasus dugaan pungutan liar (Pungli) pengadaan sertipikat gratis yang dicanangkan Kementerian ATR/BPN di kelurahan Bonto Langkasa yang melibatkan lurahnya Adil Sammana.

Hal ini terlihat saat sejumlah Penyidik Kejari Pangkep melakukan penggeledahan di Kantor Kecamatan Minasatene, Kamis sore (17/12/2020). Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Sugiharto mengatakan bahwa penggeledahan dilakukan sebab sejumlah berkas kebutuhan bukti penyidikan tak kunjung diserahkan Lurah Bonto Langkasa.

“Ada berkas-berkas keperluan penyidikan yang kami sudah minta berkali-kali. Tetapi tidak ada sampai sekarang,” katanya.

Sugiharto menyebutkan penggeladahan tersebut dilakukan karena pihaknya membutuhkan sejumlah berkas yang ada di Kantor Kecamatan Minasatene, yang mana berkas tersebut telah berulangkali diminta Namun hingga saat ini belum diserahkan, kekejaksaan. Berkas tersebut diperlukan untuk bukti pada kasus dugaan pungutan liar program sertipikat tanah di Kelurahan Bonto Langkasa.

“Akhirnya kami cari langsung ke kantornya. Ini untuk keperluan penyelidikan pungli redistribusi sertipikat tanah yang sedang berjalan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, akhirnya menetapkan status tersangka kepada Lurah Bontolangkasa Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Adil Hasan Sammana, dalam kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) pengadaan sertipikat gratis yang dicanangkan Kementerian ATR/BPN di wilayahnya.

Hal ini diungkapkan Kajari Pangkep, Surasbiono, SH, MH menyebutkan, Lurah Bonto Langkasa ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ratusan penerima sertipikat tanah gratis. Yang dimana, Adil Hasan Sammana Sammana itu diduga melakukan pungutan senilai Rp.250 ribu per sertipikat tanah gratis yang diterbitkan tersebut.

“Nilai kerugian berkisar Rp.77 juta dengan modus Lurah Bonto Langkasa melakukan pungutan senilai Rp.250 ribu, terhadap masyarakat yang mendapatkan hak sertipikat tanah gratis dengan cara melakukan pungutan kepada penerima sertipikat,” paparnya, saat saat konfrensi pers pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kantor Kejari Pangkep, Jumat (11/12/2020).

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Sugiharto menambahkan bahwa, Lurah Bontolangkasa tersebut mendapat bagian Rp.150 ribu kemudian masing-masing Kepala RW diberi Rp100 ribu.

“Jadi memang dari hasil pemeriksaan ada yang masuk ke kantong Lurah. Padahal sudah ada insentif honor khusus yang diberikan secara resmi. Inilah mengapa tidak boleh lagi ada pembayaran. Sebab sudah ada honor yang diberikan,” jelasnya.

Disebutkan juga bahwa saat ini status tersangka adalah tahanan kota yang tidak lama lagi dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kelas IA, Makassar.
 
“Sekarang tahanan kota. Tidak lama lagi sidang akan dilakukan,” pungkasnya

(ADM-KP/FJR)

 

Post a Comment for "Cari Berkas Pungli Sertipikat Tanah, Kejari Pangkep Geledah Kantor Camat Minasatene"