Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Himalaya Minta Kapolres Pangkep Usut dan Tindak Pelaku Pembakaran Kapal Di Kalmas

KORANPANGKEP.CO.ID
- Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (Himalaya), dan Daeng Ewa korban pembakaran Kapal nelayan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di desa Pammas Kecamatan Liukang Kalmas kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang terjadi  pada hari Minggu 4 Oktober 2020 lalu.  

Untuk itu hari ini (6/10/2020) mendatangi  Mapolres Pangkep, guna melaporkan aksi premanisme dan main hakim sendiri yang diduga dilakukan oleh puluhan orang ke Kpolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji Selasa (6/10/2020) siang.

Hal ini dilakukan Mahasiswa dan korban karena sejumlah pelaku aksi premanisme dan main hakim tersebut belum tersentuh hukum oleh aparat kepolisian karena jauhnya letak pulau tersebut yang berada didaerah kepulauan terluar Pangkep.

Ketua Himalaya, Nasaruddin, didampingi korban pemilik kapal yang dibakar, Dg Ewa serta beberapa tokoh masyarakat desa Langkoteang dalam pertemuannya dengan Kapolres menyatakan, pihaknya mendesak pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolres Pangkep, agar segera menindaklanjuti persoalan pembakaran kapal nelayan yang menimpa salah satu warga desa Langkoteang, Dg Ewa, dengan menangkap pelaku yang jumlahnya diduga sekitar 24 orang.

Hal ini penting, kata Nasaruddin, demi meredam aksi pembalasan yang bisa saja dilakukan warga desa Langkoteang kepada pelaku. mahasiswa
meminta Ibrahim Aji turun tangan menyelesaikan persoalan pembakaran kapal nelayan ini.
 
" Kami mendesak pak Kapolres segera menangkap pelaku dan melakukan penindakan hukum karena tidak boleh ada tindakan main hakim sendiri oleh siapapun juga. Ini demi meredam aksi balasan yang bisa saja terjadi dan akan menambah persoalan baru," tegas Nasaruddin, dihadapan Kapolres Pangkep.
 
MenaNggapi laporan korban dan mahasiswa tersebut Kapolres  Ibrahim Aji yang didampingi Kapolsek Kalmas,berjanji akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan berupaya melakukan berbagai pendekatan demi penyelesaian yang adil, termasuk upaya pendekatan hukum terhadap para pelaku pembakaran kapal milik Dg Ewa.

Ibrahim Aji juga berjanji akan segera  mempertemukan  Camat Liukang Kalmas,Kades Pammas beserta Camat liukang Tangaya serta Kades  Langkoteang beserta korban serta para mahasiswa, Rabu 14 Oktober 2020 yang akan datang.

Di hadapan mahasiswa dan warga, Kapolres bahkan menyatakan keheranannya atas kejadian tersebut.

" Kami pun heran, mengapa surat izin menangkap ikan yang telah dikeluarkan kepada Dg Ewa dipersoalkan sampai berujung penolakan oleh warga di pulau pammantauang?  padahal secara legalitas sudah di penuhi," pungkas Kapolres.

Kasus ini sendiri, berawal dari adanya upaya pembakaran terhadap kapal nelayan milik Dg Ewa pada Sabtu (3/10) sore di desa Pammas oleh salah seorang oknum di desa tersebut.

Namun upaya tersebut berhasil dicegah oleh warga.Keesokan harinya,pelaku kembali dengan membawa puluhan orang dan langsung membakar kapal milik Dg Ewa. Akibatnya, Dg Ewa mengalami kerugian yang ditaksir sekitar 150 juta rupiah karena kapal beserta mesinnya, hangus terkabar.

Dg Ewa yang didampingi para mahasiswa menyatakan, dirinya menuntut, selain proses hukum terhadap para pelaku, kerugian yang menimpanya, harus diganti sesuai taksiran kerugian.

(HDS-KP)

Post a Comment for "Himalaya Minta Kapolres Pangkep Usut dan Tindak Pelaku Pembakaran Kapal Di Kalmas"