Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beda Pilihan Cabup, Oknum Kadus dan Kades Taraweang Diduga Intimidasi Warganya

KORANPANGKEP.CO.ID - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) nampaknya semakin memanas. Pasalnya, salah satu Oknum Kepala Dusun (Kadus) Kepala Desa (Kades) di Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang kabupaten Pangkep, Sulsel diduga menggunakan kekuasaanya untuk menekan dan mengintimidasi warganya untuk memilih salah satu pasangan calon (Paslon) dukungan sang Kades.

Dari Pengakuan Mira salah seorang warga Taraweang Bentuk tekanan dan Intimidasi diterima dirinya dan keluarganya adalah diancam tidak mendapat jatah air bersih dan terbukti sehari setelah Mira dan adiknya Kamariah menghadiri kampanye dari Paslon bukan dukungan kades, mereka dilarang mengambil air bersih dari bak pembagian yang bersumber dari Anggaran Pembelanjaan Desa tersebut.

Akibatnya Mira dan Kamariah sudah dua hari dua malam tidak menikmati air untuk mandi, cuci, kakus (MCK). keduanya mulai takut mengambil air dari bak Air pembagian pemerintah desa tersebut, karena khawatir ancaman tersebut berbuntut panjang bagi kelurganya.

“Adikku (Kamariah) kemarin hadir kampanye pak Rahman (Calon Bupati Pangkep) setelah itu datang pak dusun larang pakai air disini (penampungan umum), katanya pak desa yang suruh,” ungkap Mira, yang ditemui di kediamannya, Selasa (6/10/2020).

Sementara itu Kamariah pasca pelarangan tersebut oleh kepala dusun karenana katanya disuruh oleh pak desa juga tak berani mengambil air di bak tersebut, padahal di rumahnya sementara dilakukan acara pesta perkawinan anaknya, dan terpaksa mengambil air bersih untuk keperluan sehari hari di kampung seberang.

“Kami warga kecil tidak tahu apa-apa, jadi saya pak tidak berani lagi ambil air disini, karena nanti gara gara saya kakak ku tidak dapat mi air, sementara saya yang dilarang sama pak desa, padahal ada acara pernikahan di rumah pak, terpaksa saya ambil air dari kampung sebelah,” keluh Kamariah.

Merasa bertanggung jawab atas Kasus ini sebab atas kehadirannya di desa Taraweang berkampanye sehingga Kamariah dan Mira tak lagi mendapat jatah air bersih, tim hukum Ramah tidak tinggal diam, tim hukum yang diketuai Andi Walinga bahkan melaporkan hal ini ke pihak berwajib, untuk ditindak lanjuti.

“Karena ini tendensi politik, dan setelah kita melakukan penelusuran
Maka kami minta tidak boleh ada intimidasi, ini sudah kita laporkan ke Polisi untuk ditindak lanjuti,” ungkap Andi Walinga, yang juga merupakan Kepala Badan Hukum DPD PDIP Sulsel.

Dasar laporan yang dilakukan tim hukum Ramah cukup mendasar, mengingat penampungan umum tersebut, adalah fasilitas milik pemerintah, yang merupakan bantuan dari dana desa.

“Itu milik pemerintah, tidak bisa dipolitisasi, jadi kami laporkan ini dengan pasal dugaan intimidasi, termasuk dugaan penyalah gunaan jabatan dan pengancaman,” tambah mantan kuasa hukum Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid tersebut.

Tim hukum Ramah sendiri berharap aparat bisa menindak lanjuti kasus tersebut, mengingat hal tersebut bukan pelanggaran Pilkada melainkan pidana, bahkan Andi Walinga mengancam akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Sulsel, jika tidak mendapat respon baik dari Polres Pangkep.

(ADM-KP)

Post a Comment for "Beda Pilihan Cabup, Oknum Kadus dan Kades Taraweang Diduga Intimidasi Warganya"