Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Digeruduk Pendemo Soal Monopoli Agen, Ini Tanggapan Syahbandar Biringkassi Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Koalisi Aktivis Kepulauan Pangkep dengan massa puluhan orang yang tergabung dalam empat kecamatan, di wilayah kepulauan Pangkep berunjuk rasa di depan kantor Syahbandar Pelabuhan, Biring Kassi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pengunjuk rasa menduga adanya Monopoli yang dilakukan oleh Oknum kesyabandaran dalam hal membuka keagenan pengurusan surat surat kapal, sehingga mereka menuding pihak kesyabandaran pelabuhan Biringkassi melanggar UU. No.17 tahun 2008 poin (C) tentang pelayaran

"Jelas dalam UU.No.17 tahun 2020 poin (C) tertang pelayaran, peraturan untuk bidang kepelabuhanan memuat ketentuan mengenai penghapusan 'Monopoli' dalam penyelenggaraan pelabuhan, pemisahan antara fungsi regulator dan operator serta memberikan pemerintah daerah dan suwasta secara profesional di dalam penyelenggaraan kepelabuhanan," terang Ardan, Kamis (3/9/2020)..

Selain itu mereka juga mempertanyakan ada apa dengan Syahbandar yang tidak membukakan ruang untuk mempermudah pelayanan, dan tidak bertindak transparan, ia juga menyampaikan bahwa demonstran merasa kecewa karena Kepala Syahbandar tidak ingin melakukan komunikasi baik dengannya, karena kepala Syahbandar tidak ada di kantor pada saat aksi.

"Kami meminta Syahbandar Pelabuhan Biring Kassi, Kabupaten Pangkep transparansi dalam pelayanan pengurusan perkapalan, kami juga minta Syahbandar untuk membuka ruang jasa agar mempermudah masyarakat dalam pengurusan surat kapal, namun kami kecewa karena bukan kepala Syahbandar yang menemui kami," kata ardan.

Setelah melakukan orasi depan kantor Syahbandar Pelabuhan, Biring Kassi, akhirnya didemonstran diterima oleh perwakilan dari kepala Syahbandar Pangkep Kapten Agung, yang membenarkan bahwa selama ini tidak ada agen yang ikut berpartisipasi di pelabuhan tersebut.

"Disini (Kantor Syahbandar) memang tidak ada agen dan itu sudah sejak 10 tahun lalu sampai sekarang. Jadi begini Adek bukan kami yang tidak membuka diri untuk agen, namun tidak ada yang maju, kemarin ada yang maju tapi berkasya tidak lengkap, jadi kalau ada dari bapak-bapak yang mau membuka keagenan, silakan, dan lengkapi persyaratan," terang kapten Agung dihadapan demonstran.

Dalam tanggapannya Kapten Agung juga membantah jika di pelabuhan Biringkassi telah terjadi Monopoli, sebab dalam hal ini Syahbandar bertugas sebagai pengawas pelabuhan bukan sebagai agen seperti yang dimaksud pendemo. Ia pun menegaskan akan menindak jika ada oknum Syahbandar yang melakukan praktek curang.

"Saya sangat mendukung kalau ada gerakan seperti ini, jadi begini, monopoli, Syahbandar itu bukan pengusaha, tapi badan pemerintah posisinya sama dengan Kepolisian, mengawasi, jadi kalau ada yang tidak betul ya kami tindaki, jadi tidak ada monopoli," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, kapten Agun juga menjelaskan perihal tagihan distribusi yang dianggap tak ada sama sekali masuk ke kas Pemkab Pangkep, menurutnya setiap bulan ada petugas dari pemkab Pangkep yang selalu datang menagih ke Syahbandar.

"siapa bilang tidak ada masuk ke pemda, bisa ditanya pemda sendiri namun saya tidak tahu Ibu siapa namanya yang menagi distribusi disini," pungkasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Digeruduk Pendemo Soal Monopoli Agen, Ini Tanggapan Syahbandar Biringkassi Pangkep"