Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

13,8 Juta Karyawan Bakal Terima Tambahan Gaji Total Rp.2.4 Juta, Perorang, Ini Syaratnya

KORANPANGKEP.CO.ID - Pemerintah pusat tengah memfinalisasi formula insentif baru yakni bantuan bagi karyawan dengan gaji di bawah Rp.5 juta mendapat tambahan gaji yang ditargetkan akan dimulai pada bulan September 2020 mendatang.

Tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi dengan memberikan bantuan gaji tambahan kepada para pekerja dengan pendapatan tertentu dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjelaskan, anggaran yang sudah disiapkan pemerintah untuk program ini yaitu sebesar Rp.31 triliun sampai 33 triliun. karyawan yang bergaji di bawah Rp.5 juta saat ini tercatat sebanyak 13,8 juta pekerja. Data ini berasal dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan terus divalidasi untuk memastikan tepat sasaran dan meminimalkan terjadinya duplikasi. Subsidi langsung ini diyakini dapat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

"Pemerintah pusat (Kementerian Keuangan) telah menganggarkan dana sekitar Rp33,1 triliun. Diharapkan stimulus baru ini mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar terhindar dari resesi," jelas Ida Fauziah, Jumat (7/8/2020).

Bantuan ini, kata dia, merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemenaker, Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan yang akan diberikan selama 4 bulan mulai September hingga Desember 2020. dan akan diberikan per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta kerekening masing-masing karyawan atau sekitar total Rp.2,4 juta perorang

"Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September. Pemerintah akan membayarkan dua kali karena kita ingin memastikan daya beli dan konsumsi tetap terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat, Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya beli dan kesejahteraan pekerja yang terdampak Covid-19" terangnya

Syarat utama yang wajib dimiliki oleh karyawan yang ingin mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) tersebut, yakni harus berstatus pekerja swasta di luar PNS/TNI/Polri dan pegawai BUMN. dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Harus berstatus pekerja atau bukan pengangguran/korban PHK. Pekerja yang dimaksud termasuk mereka yang sudah dirumahkan tetapi belum di PHK.

Syarat berikutnya yang harus dimiliki oleh pekerja adalah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pekerja juga harus menjadi peserta aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. syarat ini sebagai bentuk apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan

"Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan, Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS dengan iuran di bawah Rp.150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan Ketenagakerjaan," tambah Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Lebih lanjut, ia memastikan pekerja penerima subsidi ini adalah pekerja swasta di luar PNS dan pegawai BUMN. Pekerja penerima subsidi harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan .

"Penerima subsidi gaji adalah pekerja yang membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai apresiasi bagi para pekerja yang terdaftar dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan," tandas dia.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani , rencana pemberian bantuan ini merupakan salah satu agenda dalam rangka penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN). Melalui rencana dan program PEN lain-nya, Sri Mulyani berharap anggaran yang telah disiapkan pemerintah guna merespons pukulan telak dari pandemi Covid-19 dapat segera tersalurkan.

"Ini dilakukan karena sampai dengan Agustus ini penyerapan program PEN masih dirasa perlu untuk ditingkatkan," Pungkasnyanya.

(ADM-KP)

2 comments for "13,8 Juta Karyawan Bakal Terima Tambahan Gaji Total Rp.2.4 Juta, Perorang, Ini Syaratnya "