Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rapid tes 1458 Penyelenggara Pilkada, KPU Pangkep Bakal Rogoh Kocek Rp.510 Juta

KORANPANGKEP.CO.ID - Memasuki tahapan pemutakhiran data pemilih Pilkada 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mewajibkan anggotanya untuk melakukan rapid tes bagi para petugas penyelenggara Pilkada yang bertugas di wilaya Pangkep pada taham Pilkada 2020 yang sementara berjalan ini.

Tak tanggun-tanggung dalam rapit tes tersebut KPU Pangkep bakal harus merogoh kocek anggarannya sekitar Rp.510 juta untuk kebutuhan pemeriksaan rapid test 1.458 orang petugas KPU Pangkep yang tersebar diseluruh wilayah kecamatan dan desa/kelurahan di Pangkep

“Semua biaya itu ditanggung KPU, ada 1.458 orang yang ikut, mulai dari pegawai di sekretariat itu sendiri, PPK, PPS, PPDP hingga komisioner dan staf nantinya, rapid test dilakukan selama sembilan hari dengan memakai APD lengkap.” Ungkap Sekretaris KPU Pangkep, Zaenal Abidin Selasa (8/7/2020).

Zaenal Abidin mengatakan, sesuai perjanjian kontrak antara KPU Pangkep dengan RS Batara Siang, disepakati biaya rapid test untuk seluruh jajaran KPU sebesar Rp.350 ribu perorang. Pembayaran biaya layanan itu kata Zaenal akan dilakukan setelah seluruh pemeriksaan selesai.

"Anggaran untuk rapid test tersebut berasal dari tambahan khusus sebesar Rp.2 miliar dari kementrian keuangan untuk penyelenggaraan pilkada dalam suasana pandemi COVID-19." terangnya.

Ia menambahkan anggaran Rp.2 Milir tersebut juga diperuntukkan untuk pembelian alat pelindung diri (APD) untuk dipakai petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan panitia pemungutan suara (PPS) yang akan melakukan proses pencocokan dan penelitian data pemilih.

"709 tambah PPS sudah dibekali APD sarung tangan, masker, face shield (pelindung wajah) dan hanscoon (sarung tangan)," jelasnya.

Sementara itu komisioner KPU Pangkep, Rohani menyebutkan bahwa pemeriksaan rapid dilakukan untuk mengikuti protokol kesehatan mencegah penyebaran virus covid-19, saat petugas penyelenggara pilkada 2020 melakukan tugasnya.

“Petugas KPU harus dilakukan rapid test, untuk menghindari penularan Covid-19. Misalnya saat ini tahapan pemutakhiran data pemilih ada 709 PPDP yang akan melakukan coklit dari rumah ke rumah, sebelum bertugas harus di rapid test,” katanya.

Rohani mengakui, apa bila petugas ditemukan reaktif maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab dan langsung diisolasi jika positif.

“Itu jika petugas telah ditetapkan dan positif maka akan diganti. Demikian pula, jika sementara bertugas ditemukan positif Covid-19 akan langsung diganti, hal ini semata dilakukan untuk menghindari penyebaran virus,”ungkap komisioner yang hobi memelihara kucing tersebut.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Rapid tes 1458 Penyelenggara Pilkada, KPU Pangkep Bakal Rogoh Kocek Rp.510 Juta"