Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perkembangan Penyelidikan Teka-Teki Penemuan Kerangka Manusia di Tondong Tallasa

KORANPANGKEP.CO.ID - Teka-teki identitas penemuan kerangka manusia di di gunung Borong Natoa, Dusun Parang Luara, Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga saat ini belum bisa terungkap. karena pihak Polres Pangkep belum menemukan DNA pembanding yang bisa dicocokkan ke DNA kerangka manusia tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Anita Taherong saat dimintai konfirmasi, Jumat (3/7/2020). mengatakan pihaknya saat ini masih terus mencari DNA pembanding menunggu laporan orang hilang dari pihak keluarga yang merasa kehilangan kerabat utamanya yang berjenis kelamin laki-laki.

"Belum ada (DNA pembanding), kerangka manusia menurut informasi dari sana (Tim Forensik) adalah laki-laki," ujar Anita." ujar

Anita mengatakan, penyidik sebelumnya telah menyelidiki laporan orang hilang di wilayah temuan kerangka manusia, yakni di Dusun Parangluara, Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Pangkep. Namun hasil penyelidikan menyebutkan bahwa orang hilang itu berjenis kelamin perempuan, sementara hasil pemeriksaan Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel menyatakan kerangka manusia di Pangkep berjenis kelamin laki-laki.

"Itu kan jenis kelaminnya berbeda,  Sementara untuk yang laki-laki belum ada yang hilang di sini, di sini yang ada orang hilang itu perempuan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Forensik Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kerangka mayat yang ditemukan di Kabupaten Pangkep.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah tes DNA terhadap kerangka mayat tersebut. Kini tim Forensik menunggu DNA pembanding dari pihak keluarga yang merasa telah kehilangan anggota keluarganya.

"Jadi kemarin itu tim mengambil sampel DNA untuk pemeriksaan lanjutan. Sambil kita menunggu data pembanding," ujar seorang petugas Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Sultan, Jumat (26/6/2020) lalu.

Sultan menjelaskan, data pembanding yang dimaksud adalah DNA dari orang-orang yang merasa kehilangan anggota keluarganya di wilayah temuan kerangka manusia tersebut. Data pembanding diperlukan untuk melihat kecocokan DNA kerangka manusia.

Kerangka manusia ini ditemukan di kawasan Pegunungan Taman Nasional Bantimurung, Pangkep, pada Selasa (23/6) lalu. Sejumlah barang pribadi diduga milik korban ditemukan di lokasi, dari jam tangan Gucci, tas ransel berisi dompet wanita, 2 buah korek gas, mantel keresek warna hijau, sampai mangkok plastik warna hijau.

(ADM-KP)


Post a Comment for "Perkembangan Penyelidikan Teka-Teki Penemuan Kerangka Manusia di Tondong Tallasa"