Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

"Sunat" Bantuan Bencana Alam, 2 Mantan Pejabat BPBD Pangkep Resmi Ditahan

KORANPANGKEP.CO.ID - Dua mantan pejabat teras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, NS dan HO akhirnya resmi ditahan di Mapolres Pangkep setelah keduanya menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pangkep.

Keduanya ditahan setelah berkas perkara mereka berupa Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, Rabu, 3 Juni 2020. sehingga kasusnya ditingkatkan dari lidik menjadi sidik atas dugaan korupsi pengadaan bantuan korban bencana alam tahun 2018 saat HO menjabat sebagai sebagai kepala seksi dan NS merupakan mantan kepala bidang di BPBD Pangkep yang kini menjabat sebagai salah satu kepala bidang di Dinas Permukiman pemkab Pangkep.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan kasus ini terkait pada kegiatan pengadaan dan pendistribusian bantuan hibah material spandek dan seng maupun makanan pada korban bencana alam pada BPBD Pangkep tahun anggaran 2018 dimana kedua pelaku saat menjabat sebagai kabid dan kasi melakukan manipulasi terhadap LPj bantuan bencana alam tersebut.

Pelaku mengurangi bantuan kepada penerima. Seharusnya menerima 20 lembar seng atau spandek. Setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, warga hanya menerima 10 lembar. sehingga dari hasil penyelidikan polisi, kedua pelaku diduga melakukan korupsi dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp245 juta dari total anggaran yang dikucurkan tahun 2018 lalu sebesar Rp.600 juta Rupiah.

“Kasus ini telah naik ke tingkat sidik. Pada kasus ini, para tersangka mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp245 juta dari total anggaran Rp600 juta. dugaan korupsi tersebut terkait bantuan material. Seperti bantuan seng, atap, dan paket makanan terhadap penerima, bantuan yang disalurkan itu tersebar disejumlah kecamatan di Kabupaten Pangkep." Ungkapnya

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Pangkep, Ipda Firman menyebutkan bahwa kasus ini mencuat pada tahun 2019 lalu. Saat itu Ada laporan masuk dan tim melakukan penyelidikan. Ternyata ditemukan selisih dari bantuan yang disalurkan tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban.

"Setelah kita cek dan memeriksa sejumlah saksi dilapangan ternyata tidak sesuai LPJ yang dibuat para tersangka. Selisih itu yang kita hitung sehingga ditemukan kerugian Rp245 juta,” jelasnya

Saat ditanya perihal adanya kemungkinan tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi ini, Firman menyebutkan hal ini bisa terjadi jika para tersangka tersebut mau buka suara siapa siapa saja yang terlibat dan menikmati uang hasil korupsi tersebut.

“Tergantung para tersangka. Kalau mereka bernyanyi dan terbuka, bisa saja ada penambahan tersangka baru,” bebernya.

Secara terpisah, Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Sugiharto membenarkan bahwa berkas SPDP tersebut telah masuk dan ditangkap lengkap.

“Iya sudah masuk dan diterima,” pungkasnya

Atas perbuatannya para tersangka pun terancam bakal dijerat dengan pasal 2 (1) dan pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan masa kurungan maksimal 20 tahun penjara.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk ""Sunat" Bantuan Bencana Alam, 2 Mantan Pejabat BPBD Pangkep Resmi Ditahan"