Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kerap Rusak Laut Dengan Bom Ikan Tujuh Nelayan Pulau Sapuka Dibekuk Polisi

KORANPANGKEP.CO.ID - Tujuh orang nelayan pelaku perusak biota laut dengan bahan peledak Bom ikan berhasil diringkus Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) yang di pimpinan Kasat Polairud Polres Pangkep Iptu Deki Marizaldi di perairan pulau Sapuka Kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Penangkapan tersebut berawal saat Polairud Polres Pangkep sedang berpatroli disekitar perairan pulau Sapuka Kecamatan Liukang Tangaya dan melihat ada sebuah kapal yang tengah melakukan penangkapan ikan menggunakan bom ikan. Setiba disana petugas langsung mengamankan seluruh awak kapal dan sejumlah bahan peledak yang tersisa.

“Petugas saat itu langsung mendekati kapal bermotor nelayan tersebut dan mengamankan tujuh orang nelayan dan puluhan jenis bahan peledak,” kata Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji saat menggelar pers konferensi di aula Polres Pangkep, Senin (22/6/2020).

Ketujuh nelayan asal Kabupaten Pangkep yang berhasil diamankan diantaranya RC (37), RN (24), SP (31), WA (29), ER (18) , AL (37) dan BA (20). Sementara barang bukti bahan peledak yang diamankan berupa 22 detonator siap rakit, 25 botol plastik berisi pupuk amoniun nitrate. 1 unit kapal bermotor yang digunakan para pelaku, alat selam, 1 kompresor, selang dan sampan kecil.




Sementara itu Kasat Polairud Polres Pangkep Iptu Deki Marizaldi mengatakan, daya ledak yang dihasilkan bom ikan tersebut masuk kategori high explosive dan dapat merusak biota laut.

"Daya ledak bom ikan rakitan ini termasuk high explosive dan jelas merusak biota laut, jadi bahan peledak yang mereka gunakan ini semua rakitan dan sangat berbahaya. Bukan saja buat ekosistem laut, tapi juga buat dirinya. Sudah banyak kasus, malah mereka yang jadi korban," terang Iptu Deki Marizaldi.

Deki Marizaldi menambahkan Ketujuh pelaku ini merupakan satu komplotan yang sudah lama malang melintang melakukan ilegal fishing di perairan Pangkep dan menjual hasil ilegal fishing mereka sampai ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Mereka akan dijerat pasal 84 ayat 1 Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,2 miliar." Pungkasnya

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Kerap Rusak Laut Dengan Bom Ikan Tujuh Nelayan Pulau Sapuka Dibekuk Polisi"