Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kasihan, Tak Punya Lubang Anus Sejak Lahir, Perut Balita Rafa Ahmad Membengkak

KORANPANGKEP.CO.ID - Malang betul nasib balita yang bernama Rafa ahmad (4 tahun) warga Jalan Leangkassi, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, dimana sejak ia lahir hingga saat ini ia mengalami kelainan Atresia Ani atau tidak mempunyai lubang anus untuk buang air besar.

Akibatnya makanan yang masuk kedalam tubuh anak bungsu tiga bersaudara dari pasanagan Ahmad dan Nuraeni yang berprofesi sebagai penjual Es keliling ini membuat usus anaknya membengkak hingga perutnya membesar karena tak ada lubang pembuangan sisa makanan dianusnya.

Hal ini sudah dirasakan rafa selama 4 tahun 9 bulan sehingga anak ini kerap kali keluar masuk rumah sakit untuk mengatasi masalah pembengkakan perutnya tersebut, bahkan sejak umur 6 hari rafa sudah mengalami operasi usus untuk mengeluarkan sisa kotoran makanan yang mengendap diperutnya.

"Saat dilahirkan pada tahun 2015, Rapa dalam kondisi tidak memiliki lubang di anusnya. Masih bayi umur enam hari dioperasi, di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo karena tidak memiliki anus,” ungkap Nuraeni.

Nuraeni menambahkan baru baru ini pada tanggal 5 Juni 2020 rafa kembali dilarikan masuk ke Rumah Sakit Batara Siang (RSBS) Pangkep, dan dokter setempat menyarankan agar rafa segera dirujuk ke rumah sakit yang ada dimakassar yang memiliki peralatan lebih lengkap dari RSBS Pangkep.

Meski Rafa terdaftar sebagai BPJS-PBI atau dibiayai oleh pemerintah (gratis), namun hal ini belum dibawa kemakassar mengingat ekonomi keluarganya saat ini tidak memungkinkan akibat pandemi covid-19 yang mewabah dinegeri ini, sehingga membuat penjualan es Ahmad ayah Rafi menurun bahkan merugi akibat tidak laku dijual.

“Dokter sarankan rujuk ke Makassar, tapi sudah redah pi covid-19 baru saya bawa ke Makassar, karena walau pengobatannya gratis tetap saja kita butuh biaya besar untuk merawatnya dimakassar, belum lagi kakak-kakak rafa juga selama ditinggal dikampung pasti butuh biaya, kalau tidak kerja keluarga mau makan apa ” kesah Ahmad.

Ditengah kesulitan ekonomi seperti sekarang dimasa pandemi covid-19 Ahmad hanya bisa pasrah, dan berharap bantuan dari para dermawan terlebih lagi dari pemerintah kabupaten Pangkep agar bisa memasukkan keluarganya dalam penerima PKH apalagi dirinya termasuk dalam kategori miskin yang penghasilannya kecil sebagai penjual es keliling.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Kasihan, Tak Punya Lubang Anus Sejak Lahir, Perut Balita Rafa Ahmad Membengkak"