Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Forensik Biddokkes Polda Sulsel Ungkap Ciri Kerangka Manusia Yang Ditemukan di Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Teka-teki penemuan kerangka manusia yang ditemukan warga di sekitar Taman Nasional Bantimurung Bulusaraun (Babul), Gunung Borong Natua, Dusun Parang Luara, Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel). secara perlahan sejumlah ciri-ciri kerangka manusia tersebut kini sudah mulai dapat diidentifikasi oleh Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel

Dokter Forensik Biddokkes Polda Sulsel, dr Denny Matius, menyebut, Meski identitas kerangka itu belum diketahui lebih luas, namun setelah dilakukan pemeriksaan awal kepada kerangka manusia tersebut, Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel mengambil kesimpulan bahwa dari pemeriksaan panjang tulang, diperkirakan tinggi badan korban 150-160 cm. dan kerangka manusia tersebut diperkirakan berumur 50 tahun serta memiliki jenis kelamin laki-laki.

"Dari pemeriksaan tanggal 25 kemarin, dari panjang tulang dengan menggunakan rumus forensik dan antropologi, itu perkiraan tinggi badannya Mister X ini 150-160 sentimeter, kalau dilihat dari struktur gigi geligi, perkiraan umur itu sekitar 50 tahun. Kalau dilihat dari rumus antropologi forensik, tengkorak ini berjenis kelamin laki-laki" Ungkapnya, Jumat (26/6/2020).

Denny Matius menjelaskan Selain itu, kerangka manusia ini diperkirakan meninggal dalam kurun waktu di atas enam bulan namun usia kerangka belum mencapai tiga tahun.

"Kalau dilihat dari tulang-belulang sama tengkorak, dan dari struktur tulang yang kita lihat dan sudah mulai agak keropos, jadi itu perkiraan 6 bulanan, tapi ndak sampai 3 tahun karena propertinya masih utuh," sambungnya.

Selain itu, polisi sudah melakukan tes DNA. Selanjutnya polisi menunggu DNA pembanding agar bisa mengungkap identitas pemilik kerangka manusia tersebut.

"Jadi kemarin itu tim mengambil sampel DNA untuk pemeriksaan lanjutan sambil kita menunggu data pembanding," Pungkasnya

Sultan menjelaskan data pembanding yang dimaksud adalah DNA dari orang-orang yang merasa kehilangan anggota keluarganya di wilayah temuan kerangka manusia tersebut. Data pembanding diperlukan untuk melihat kecocokan DNA kerangka manusia.

"Data pembanding yang keluarganya yang menganggap ada keluarganya hilang, berarti kita interogasi dengan data antemortem itu, nanti kita cocokkan," terang Sultan.

Namun, hingga saat ini, belum ada data pembanding alias belum ada laporan orang hilang sekaitan dengan temuan kerangka manusia tersebut.

Sebelumnya diberitakan seorang warga pencari tumbuhan porang menemukan kerangka manusia disemak belukar gunung Borong Natoa, Parang Luara, Desa Bantimurung, Tondong Tallasa, Pangkep, saat ditemukan kerangka manusia yg sudah tidak lengkap yakni berupa tengkorak kepala, Tulang rusuk dan bagian tulang lainnya sudah dalam kondisi terhambur dan tidak beraturan dan telah berlumut kecuali sepasang tulang bagian kaki sudah tidak ditemukan di TKP.

Dilokasi tersebut Tim gabungan juga menemukan sebuah Pakaian (Baju seragam Linmas warna hijau, baju kaos warna biru, celana pendek warna hijau, satu buah jam tangan merek Gucci, Tas ransel warna abu-abu orange yang berisi tas/dompet perempuan, dua buah korek gas, Mantel kresek warna hijau, dan mangkok plastik warna hijau. Barang bukti tersebut diatas diduga adalah milik korban.

Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji menerangkan, bahwa terkait penemuan kerangka tersebut tidak ditemukan adanya identitas diri. Terlebih lagi dari keterangan dokter dari Puskesmas Bantimala yang tidak dapat memastikan jenis kelamin dari korban tanpa melalui uji forensik.

"Masih dilakukan penyelidikan mendalam mengenai temuan itu," Pungkasnya

(ADM-KP)



Posting Komentar untuk "Forensik Biddokkes Polda Sulsel Ungkap Ciri Kerangka Manusia Yang Ditemukan di Pangkep"