Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bupati Pangkep Minta Polisi Selidiki Dugaan Pungli Pembagian Kios dan Los Pasar Bonto-Bonto

KORANPANGKEP.CO.ID - Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid SE mengaku berang dengan adanya informasi adanya pihak-pihak atau oknum yang memanfaatkan pembagian kios dan los untuk mencari keuntungan pribadi di Pasar Bonto-bonto, kecamatan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, Ia pun meminta pihak berwajib dalam hal ini unit tipikor Polres Pangkep untuk menyelidiki dugaan pungli ini.

“Saya berharap pihak berwajib menindaklanjuti dugaan pungli tersebut, jika betul-betul terjadi. Kalau ada yang lakukan siapapun itu agar kiranya ditindak. Tapi jangan juga sengaja dibuatkan kesalahan kepada orang lain, karena itu dosa “ujarnya.

Syamsuddin menyebutkan dirinya telah mengimbau selama ini agar baik instansi pemerintahan maupun swasta untuk tidak melakukan pungautan liar. Dan telah meminta kepada masyarakat untuk tidak segan melapor jika merasa menjadi korban dari pungutan liar.

Mantan Ketua DPRD Pangkep itu pun menilai, pungutan liar itu sama halnya dengan melakukan tindak pidana korupsi (tipikor), sehingga tentu arah penanganannya bisa ke penegakan hukum. Makanya sejak dini, lanjut Ketua DPD Golkar Pangkep, kita telah mengingatkan jangan sampai ada melakukan pungutan liar karena dapat diproses secara hukum.

Menanggapi hal tersebut Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resort (Polres) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mengaku kini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan terjadinya kasus pungutan liar (Pungli) pada pembagian kios dan los di Pasar Bonto-Bonto, Kecamatan Marang.

“Saat ini kita tengah lakukan pendataan. Kemarin kita sudah memanggil, kepala pasar, kepala bidang dinas perdagangan. Dan juga masih melakukan pendataan terhadap pedagang di pasar tersebut,”ujar Kanit Unit Tipikor Polres Pangkep, Iptu Firman, Kamis 25 juni, 2020.

Firman pun mengimbau warga agar tak segan melapor jika merasa sudah menjadi korban pungutan liar. ” Laporkan saja kalau ada yang mengarah kepada pungutan liar,”Pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Bangunan kios dan los baru di pasar tradisional Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, berpolemik, pasalnya sejumlah pedagang lama yang memiliki Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) pada bangunan lama justru tidak kebagian tempat dan malah sejumlah pedagang baru justru mendapatkan kios dan los baru di pasar tersebut.

Hal ini diduga karena adanya permainan dari oknum Dinas Perdagangan (Disperindag) kabupaten Pangkep yang jadi "makelar" dan memperjual belikan los dan kios tersebut kepada orang lain yang tidak memiliki SKRD sesuai data pemilik bangunan lama pasar Bonto-Bonto Marang, tentu saja hal ini menuai protes keras dari para pedagang tersebut karena merasa haknya telah dirampas oleh oknum Disperindag

Kepala Pasar Bonto-bonto, Supriyadi Andi Suyuti mengungkapan bahwa Pendataan yang  dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan pedagang yang rutin membayar retribusi dan memgantongi SKRD pada bangunan pasar lama, tetapi pada saat diterbitkan sejumlah pemilik bangunan lama ada beberapa yang berbubah namanya, ia pun menduga dalam hal ini ada oknum yang bermain terkait jual beli los tersebut.

"ini yang menjadi persoalan data penerima kios dan los berubah di SK, dan Soal itu saya tidak tahu menahu, karena yang saya usul namanya tersebut adalah pedagang asli dan telah lama menempati los di sini. Saya juga heran melihat data yang ada sekarang penerbitan SKRD itu semua melalui Dinas Perdagangan, seandainya sesuai data yang ada saat ini dipegang, pasti tidak akan seperti ini kejadiannya. " Katanya

Senada dengan itu Kepala Dinas Perdagangan, Ansar Paduai membenarkan kemungkinan adanya oknum yang yang sengaja melakukan jual beli los dan kios di pasar bonto-bonto, ia pun mengecam oknum yang melakukan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum.

“Itu oknum. Itu pelanggaran dan masuk ranah pungli,” katanya singkat saat dikonfirmasi.

Terkait, permasalahan penerbitan SKRD tak sesuai pemilik los, pihak Disperindag pun akan melakukan revisi penerbitan SK. “Kita akan revisi kembali,” katanya.

Salah satu pedagang lama yang masih aktif di pasar tersebut, yang enggan disebutkan namanya mengaku dan menunjukkan SKRD yang dimilikinya namun hingga saat ini tidak mendapatkan tempat kios maupun los di pasar itu.

“Saya pedagang kain pak, rutin bayar retribusi, ada SKRD. Sudah tiga tahun saya berjualan di sini. Tapi, saat lihat ada daftar penemapatan kios dan los, nama saya tidak ada,” ungkapnya

H. Pattola Husain Ketua Fraksi Golkar Pangkep, yang juga merupakan daerah konstituennya di pasar bonto-bonto Marang, angkat bicara bahwa pihaknya menemukan fakta adanya transaksi jual beli los yang dilakukan oknum pejabat serta petugas pasar kepada pedagang.

“Patut diduga ada oknum yang terlibat dalam penyusunan pengaturan pedagang untuk penempatan kios dan los di pasar tersebut, sehingga data-data saat ini amburadul dan banyak orang lama tidak punya tempat Kabarnya ada 10 sampai 15 los yang diperjualbelikan,” pungkasnya

(ADM-KP)


Post a Comment for "Bupati Pangkep Minta Polisi Selidiki Dugaan Pungli Pembagian Kios dan Los Pasar Bonto-Bonto"