Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aneh, Data GTPP Covid-19 Pangkep dan GTPP Covid-19 Sulsel Berbeda, Kok Bisa

KORANPANGKEP.CO.ID - Data pasien covid-19 kabupaten Pangkajaene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel menunjukkan adanya perbedaan yang sangat siknifikan dengan data covid-19 provinsi Sulsel di mana di data yang dirilis tim Pangkep GTPP COVID-19 Kabupaten Pangkep, dr Annas menyebutkan hingga saat ini pasien terkonfirmasi covid-19 sudah 24 orang diantaranya 14 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh, 5 orang di isolasi di berbagai hotel di Makassar, 4 orang dirawat dan 1 orang meninggal dunia.

Sementara itu di data website Sulsel Tanggap covid-19 https://covid19.sulselprov.go.id/data menunjukan bahwa data covid19 kabupaten Pangkep saat ini hanya 1 orang dan sudah sembuh dan PDP sebanyak 21 orang diantaranya 4 follow up dan 17 non covid serta tak ada yang meninggal akibat covid-19.

"Untuk sementara kami tetap berpedomana pada data di website, silahkan anda konfirmasi pada posko tim gugus covid Pangkep" Kata salah seorang operator wanita diujung telepon call centre
Sulsel Tanggap Covid  082 154 021 119 saat dihubungi www. koranpangkep.co.id mempertanyakan perbedaan data tersebut, Sabtu (30/5/2020) lalu

Hingga saat ini Senin (1/6/2020) sejak dipertanyakan pada Sabtu (30/5/2020) awak media perihal perbedaan data tersebut data tanggap Covid-19 provinsi Sulsel masih belum berubah dari data yang dirilis sejak pekan lalu.

"Untuk positif Covid-19 ke 24 ini lanjutnya, adalah kasus impor Makassar. Saat ini, tracking kontak sedang berjalan oleh tim surveillans Puskesmas Bontoperak. Begitu pula dengan Covid ke 23 memiliki riwayat perjalanan dari Makassar dan saat ini masih menjalani perawatan di RS Ibnu Sina Makassar." Ungkap dr Annas Ahmad yang juga merupakan Dirut RS Batara Siang ini

Begitupun pernyataan Juru bicara Tim Covid-19 Pangkep mengatakan hingga saat ini masih terjadi penambahan pasien covid-19 di kabupaten Pangkep dimana dalam pekan ini saja ada 4 penambahan pasien dan kabupaten Pangkep hingga saat ini belum mencabut status tanggap daruratnya sebagai zona merah.

Lain lagi dengan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari, menyampaikan sejauh ini sudah ada 12 kabupaten di Sulsel yang dianggap aman dari virus corona alias covid-19. salah satunya adalah kabupaten Pangkep hal ini berdasarkan angka reproduksi efektif (Rt) dari 12 wilayah tersebut sudah di bawah satu.

"Sebanyak 12 wilayah yang dinyatakan aman dan dikelompokkan dalam Rt di bawah satu dengan jumlah pasien positif nol, yakni Pangkep, Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo dan Pinrang." kata Ichsan, Minggu (31/05/2020).

Selain itu, Ichsan juga mengungkapkan pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang mengandung harapan, tentang berakhirnya pandemi corona pada akhir Mei 2020 dapat dimaknai bahwa proses penangan covid-19 segera berakhir pada bulan ini.

"Pernyataan itu berlandaskan pada indikator bawa pada pertengahan Mei 2020, kurva orang yang terpapar covid-19 di Sulsel menandai. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 39 persen lebih. Ini rasio tertinggi secara nasional, apalagi angka reproduksi (Rt) virus pun bahkan menurun di posisi di bawah satu yang sebelumnya capai angka 3,8," tuturnya.

Ia pun menambahkan covid-19 memang tidak bakalan habis sama sekali sampai vaksin dan obat-obat ditemukan. Tetapi bisa ditangani secara medis dalam kondisi normal. Jumlah persediaan kamar rumah sakit jauh melebihi cukup.

Demikian juga dokter dan fasilitas untuk karantina terpusat. Indikator-indikator tersebut dan sistem penanganan yang tertata baik dilakukan terpusat di Makassar diharapkan bahwa pandemi covid 19 di Sulsel selesai akhir Mei 2020.

"Pandemi covid 19 memang berangsur melandai. Kejadian luar biasa atau pandeminya yang diharap selesai pada akhilir Mei 2020. Virus covid-19 tidak akan hilang, tetapi menjadi sakit biasa. Bukan lagi kajadian luar biasa atau pandemi," tutupnya.




(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Aneh, Data GTPP Covid-19 Pangkep dan GTPP Covid-19 Sulsel Berbeda, Kok Bisa"