Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Oknum RW di Kelurahan Bontolangkasa, Diduga Tarik Biaya Pemakaman Rp.500 Ribu

KORANPANGKEP.CO.ID - Warga Kampung Kalibone RT 002 RW 001 Kelurahan Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, mengaku sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan ketua RW nya yang berinisial YSF yang kerap kali melakukan pungutan liar kepada warga saat akan melakukan pengurusan administrasi kelurahan maupun pada saat akan melakukan pemakaman bagi warga yang berduka  dan akan memakamkan mayat keluarganya dipekuburan umum kampung tersebut.

Tak tanggun-tanggun biaya izin pemakaman yang diminta sang oknum RW tersebut menurut warga setempat sebesar Rp.500 ribu hingga Rp. 1 juta, sedangkan untuk izin pemugaran atau pemasangan tembok makam biasanya dipatok Rp.2 juta hingga Rp.3 Juta, sang RW berdalih itu adalah aturan dari kelurahan.

"Dulu Bapaknya sendiri (Suami red.) langsung memberikan uang tersebut sebesar Rp.500 ribu ke pak RW saat hendak memakamkan om nya dan setahun kemudian ketika hendak menembok kuburannya dimintaki lagi Rp.3 juta namun dinego sehingga nilainya dibawa angka tersebut, kemudian bulan lalu sebelum ramadhan istri om saya itu ikut meninggal dan kembali juga disuruh bayar Rp.500 ribu" Ungkap WN salah seorang keponakan almarhum yang meninggal tersebut. Rabu (27/5/2020)

Bukan hanya itu kata warga, oknum RW tersebut kerap meminta imbalan jika hendak membagikan beras raskin dari kelurahan yang ditampung dirumahnya sebesar Rp.20.000 tiap penerima dengan dalih ongkos angkut beras kerumah pak RW, padahal warga setempat bisa sendiri mengambil beras tersebut kekantor lurah mengingat jarak rumah mereka tidak begitu jauh apalagi jika patungan menggunakan bentor itu ongkosnya hanya Rp.2000 perorang untuk 5 penerima bantuan.

"jadi kalau penerimaan beras raskin itu diterima dirumah pak RW dan diminta membayar ongkos transport Rp.20.000, dan terkadang beras pembagian kadang dapat kadang tidak karena bagian kita diberikan pada orang lain, sementara yang tertera nama kita disitu" jelas warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Kamis (28/5/2020)

Olehnya itu warga Kalibone sepakat meminta kepada kepala kelurahan Bontolangkasa untuk mencopot oknum RW tersebut karena dinilai tidak mampu lagi membantu masyarakat malah memberatkan masyarakat tersebut dengan pungutan yang tidak jelas.

"Sudah beberapa kali kita menghadap pak lurah baik di kantor lurah, dirumah kediaman pak lurah, maupun disetiap pertemuan warga, namun kami hanya selalu disuruh sabar dan dijanji beliau, dibulan ramadhan kemarin saja sudah 3 kali namun belum ada realisasi sampai sekarang pemberhentian pak RW secara resmi." kata Masse salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Menanggapi hal tersebut Kepala kelurahan Bontolangkasa M. Adil Hasan Sammana yang juga merupakan adik wakil Bupati Pangkep dan keluarga dekat pak RW membantah jika pihaknya telah membuat aturan pembayaran biaya pemakaman dan pemugaran makam, ia menegaskan bahwa hal tersebut hanya aturan pak RW saja.

"Kami tidak pernah membuat aturan biaya pemakaman dan pemugaran makam, insya Allah dalam waktu dekat kami akan menonaktifkan RW tersebut sebelum saya menjalani operasi Kamis lusa, (28/5/2020)" paparnya saat ditemui kembali oleh warga dikantor camat Minasatene, Selasa (26/5/2020) lalu.



 

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Oknum RW di Kelurahan Bontolangkasa, Diduga Tarik Biaya Pemakaman Rp.500 Ribu"