IKLAN

Miris, Dua Bulan Jadi Pengangguran, Pekerja Seni di Pangkep Tak Dapat Perhatian

KORANPANGKEP.CO.ID - Ditengah Pandemi COVID-19 mengakibatkan mata pencaharian ratusan orang seniman dan pekerja seni di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel terganggu, pasalnya selama pemerintah menerapkan sosial distancing guna mencegah penyebaran virus covid-19 pekerjaan mereka stop 100 persen dan menjadi pengangguran total utamanya bagi seniman musik yang kerap kali mengisi acara-acara perkawinan di kabupaten Pangkep.

Tentu kondisi tersebut membawa dampak finansial kepada seluruh pekerja seni yang terlibat. sebab seniman dan pekerja seni kehilangan sumber pendapatan selama pandemi. Padahal, seni adalah unsur penting dalam memperkuat resiliensi masyarakat saat krisis, termasuk dalam pandemi ini.

"Sudah dua bulan kami tidak dapat job manggung baik diacara pesta-pesta perkawinan maupun diacara lainnya seperti biasa, sehingga 2 bulan pulalah kami menjadi pengangguran karena tak bisa berbuat apa-apa" kata Erwin Beluts Ketua Seniman Dangdut (SEMUT) Celebes Nusantara Pangkep.

Erwin menyayangkan hingga saat ini belum ada perhatian khusus bagi para pengangguran seniman dan pekerja seni di Pangkep, untuk menopan kehidupan keluarga mereka selama menjalani sosial distancing dirumah saja ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Untuk itu pelantun lagu jandanya Minasatene ini memandang perlu ada kebijakan yang mendukung para pelaku seni agar dapat terus hidup dan menghidupi keseniannya. Kebijakan apa yang perlu diambil pemerintah agar ekosistem seni bisa bertahan saat ada pandemi

"kami harap pemkab Pangkep dapat memperhatikan nasib para pekerja seni saat ini, terlebih lagi ratusan teman kami saat ini menganggir total karena tak ada job manggung selama corona melanda negeri ini" pintanya.

Ia menambahkan ada beberapa usulan bagi pemerintah kabupaten Pangkep pada khususnya dan pemerintah republik Indonesia pada umumnya untuk menyelamatkan industri seni di Indonesia sebagai berikut :

1. Dengan adanya program bantuan dana untuk pengganti pendapatan yang hilang bagi seniman dan pekerja seni lainnya

2.Kebijakan yang memudahkan seniman agar tetap dapat memproduksi karya selama krisis. Ini dapat dilakukan dengan memastikan infrastruktur digital dalam kondisi prima agar seniman dapat bekerja secara daring , memudahkan seniman mengakses ruang pertunjukan milik pemerintah maupun swasta untuk kebutuhan produksi (misal, pertunjukan tanpa penonton untuk disiarkan secara daring), memudahkan akses bahan baku produksi karya (misal, diskon harga maupun subsidi ongkos kirim).

3. Kebijakan yang memudahkan masyarakat untuk dapat mengakses karya seni. Ini dapat dilakukan dengan memastikan infrastruktur digital dalam kondisi prima dan terjangkau agar masyarakat dapat menikmati karya seni melalui internet, menangguhkan atau mengurangi pajak seperti Pajak Hiburan dan Pajak Pertambahan Nilai bagi transaksi karya seni, agar daya beli masyarakat terjaga.

4. Kebijakan guna menekan kerugian yang harus ditanggung seniman akibat pembatalan dan penundaan kegiatan seni,

"Kebijakannya dengan menangguhkan atau mengurangi biaya sewa bagi kegiatan seni yang dibatalkan atau ditunda, tidak membatalkan pembayaran program seni yang telah dipersiapkan, memberikan insentif pajak dan retribusi bagi usaha di bidang seni yang terdampak wabah COVID-19," Pungkasnya.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Miris, Dua Bulan Jadi Pengangguran, Pekerja Seni di Pangkep Tak Dapat Perhatian"

Post a Comment