IKLAN

Cleaning Service Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Batara Siang Terpapar Corona, Kok Bisa

KORANPANGKEP.CO.ID - Tenaga medis dan petugas kebersihan ruang isolasi pasien covid-19 harus berhati-hati menangani pasien saat wabah virus korona (covid-19) karena jika tidak hati-hati merekalah yang paling rentang tertular virus yang membuat panik masyarakat dunia, oleh sebab itu, ada protokol kesehatan yang harus di jalani sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) klinik yang telah ditetapkan

Seperti pada kasus yang terjadi di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) saat ini, ada seorang tenaga cleaning service yang di tugaskan diruang isolasi pasien Covid-19 RS Batara Siang Pangkep terpapar virus covid-19, sehingga patut diduga petugas cleaning service tersebut tudak mematuhi SOP yang ada, sebab cleaning service tersebut selama 2 bulan terakhir ini ia tidak terkontaminasi dengan dunia luar termasuk keluarganya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pangkep, dr Annas Ahmad membenarkan jika kini satu tambahan kasus positif Covid-19 dari petugas cleaning service dan sementara menjalani isolasi di RSUD Batara Siang Pangkep.

“Positif bertambah menjadi 17 kasus. Satu penambahan dari petugas kebersihan di rumah sakit. Dia masuk juga dalam tim covid II. Saat ini, dia mengikuti karantina di RS,” ujarnya, Sabtu (16/5/2020).

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya juga telah melakukan tracking contact dengan petugas yang kontak dengannya termasuk keluarganya, dan selama dua bulan bertugas dia tidak pernah kontak dengan orang dirumahnya maupun tetangga sekitarnya.

“Dia petugas kebersihan di ruangan Covid RSUD Batara Siang. Namun, sudah dua bulan menjalani karantina sebagai petugas karantina karena masuk petugas covid. Kita sudah tracking, dia tidak pernah kontak dengan orang rumahnya,” jelasnya.

Sekedar diketahui Kemenkes memberikan petunjuk teknis penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam menghadapi wabah virus korona pada Senin, 6 April 2020. Petugas kesehatan yang merawat langsung pasien covid-19 wajib menggunakan masker bedah, gaun/gown, sarung tangan, pelindung mata (goggles), pelindung wajah (face shield), pelindung kepala, dan sepatu pelindung. APD itu wajib digunakan dalam ruang perawatan pasien, instalasi gawat darurat (IGD), dan kamar operasi.

Petugas kebersihan di ruang rawat pasien covid-19 wajib menggunakan masker bedah, gaun, sarung tangan tebal, pelindung mata, pelindung kepala, dan sepatu pelindung. Selain itu, semua staf termasuk petugas kesehatan yang tidak kontak langsung dengan pasien covid-19 wajib menggunakan masker kain. Petugas kesehatan yang mengecek pasien dan tidak terjadi kontak langsung pun harus menjaga jarak minimal satu meter dan menggunakan masker bedah.

Petugas kesehatan yang mengecek pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan wajib menjaga jarak minimal satu meter dan menggunakan masker kain. Sementara, pengecekan pasien tanpa gejala infeksi saluran pernapasan harus menggunakan masker kain atau masker bedah jika diperlukan.

Analis laboratorium yang menangani sampel pasien saluran pernapasan juga diwajibkan menggunakan masker N95, gaun, sarung tangan, pelindung mata, pelindung wajah, pelindung kepala dan sepatu pelindung. Petugas di ruang dekontaminasi yang mencuci alat instrumen bedah diperintahkan menggunakan perlengkapan serupa dengan dilengkapi sarung tangan panjang serta celemek.

Sementara itu, petugas yang menangani linen infeksius wajib menggunakan APD selayaknya petugas di ruang dekontaminasi. Petugas di bagian pendaftaran pelayanan dan kasir disarankan menggunakan masker bedah dan menjaga jarak minimal satu meter.

Seluruh staf termasuk petugas kesehatan administratif dan tidak kontak langsung dengan pasien covid-19 juga wajib menggunakan masker kain. Petugas kesehatan yang memeriksa kesehatan fisik pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan harus menggunakan masker bedah, gaun, sarung tangan, pelindung mata atau pelindung wajah, pelindung kepala, dan sepatu pelindung.

Bagi petugas kesehatan yang memeriksa fisik pasien tanpa gejala infeksi saluran napas, tetapi melakukan pemeriksaan bronskopi, pengambilan swab, pemeriksaan gigi seperti scaler ultrasonic dan high-speed air driven, pemeriksaan hidung, tenggorokan dan pemeriksaan mata wajib menggunakan masker N95, gaun, sarung tangan, pelindung mata atau pelindung wajah, pelindung kepala dan sepatu pelindung. Pasien rawat jalan yang memiliki gejala infeksi saluran pernapasan harus mengenakan masker bedah dan menjaga jarak satu meter dengan orang lain.

Pasien tanpa gejala juga wajib menggunakan masker kain dan menjaga jarak satu meter. Pasien mengalami gejala infeksi saluran pernapasan yang berada di ruang tunggu wajib dipindahkan ke ruang isolasi. Jika tidak ada ruang isolasi, mereka harus terus jaga jarak satu meter.

Petugas kesehatan yang berada dalam ambulans bersama pasien suspect korona diwajibkan menggunakan masker bedah, gaun, sarung tangan, pelindung mata atau pelindung wajah, pelindung kepala dan sepatu pelindung. Sementara itu, sopir ambulans menggunakan masker kain dan jaga jarak satu meter.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

1 Response to "Cleaning Service Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Batara Siang Terpapar Corona, Kok Bisa"

  1. It draws the eye away from the small flaws in a home and draw attention to the positive features of a home.

    NYC deep cleaning service

    ReplyDelete