IKLAN

Catat Ya, Nunggak Iuran BPJS Setahun Bisa Didenda Hingga Rp.30 Juta, Ini Ketentuannya

KORANPANGKEP.CO.ID -  Para peserta BPJS  jika melakukan penunggakan pembayaran dan melakukan rawat inab maka siap-siap untuk didenda, tak tanggung tanggung dendanya bisa mencapai Rp.30 Milyar, hal ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengungkapkan peserta yang telat atau menunggak membayar iuran BPJS Kesehatan akan di berhentikan sementara untuk pelayanan kesehatan nya. Selain pelayanan kesehatan di hentikan sementara peserta bpjs kesehatan yang telat atau menunggakakan di kenakan denda rawat inap.

Denda akan diberikan kepada Peserta dan/atau Pemberi Kerja yang tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan. Jika tidak bayar, maka penjaminan Peserta diberhentikan sementara, mulai tanggal 1 pada bulan berikutnya.

"Kalau belum bayar enggak aktif. Dikunci sistemnya. Kalau dibayar, dibuka lagi, Kalau tertib membayar iuran enggak ada denda layanan," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf pada awak media, Rabu (20/5/2020).

M Iqbal Anas Ma'ruf mengungkapkan pengenaan denda dimaksudkan agar peserta dapat membayar iuran secara rutin. Selama ini, masih ada peserta yang hanya membayar iuran di saat membutuhkan manfaat. Lebih lanjut, Iqbal mengingatkan layanan jaminan kesehatan diberikan dengan semangat gotong royong.

"Kalau tidak membayar, gotong royongnya tidak jalan," ujarnya.

Iqbal juga menekankan ketentuan denda itu juga hanya berlaku untuk peserta yang aktif kembali dan menerima layanan rawat inap. Sementara, untuk Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tidak dikenakan denda.

Ketentuan serupa juga diatur pada Perpres 82/2018 di mana, tahun ini, denda dipatok 2,5 persen dari perkiraan biaya paket INA-CBGs, dengan ketentuan jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan denda paling tinggi Rp30 juta.

Jika peserta Bpjs Kesehatan dirawat (rawat inap) sebelum 45 hari dari aktifnya kartu (setelah membayar tunggakan) maka akan di kenakan denda 2,5% dari tarif INABGs diagnosa awal X jumlah bulan yang tertunggak.

Sedangkan maksimal jumlah bulan tertunggak untuk perhitungan denda rawat inap maksimal 12 bulan dan maksimal denda sampai 30 juta , maksudnya jika peserta menunggak lebih dari 12 bulan misalkan 13,14,15 bulan dan seterusnya maka hanya di hitung tunggakannya 12 bulan saja, dan jika total denda ketika lebih dari 30 juta setelah dihitung maka denda yang dibayarkan hanya 30 juta saja.
     
Iqbal menjelaskan, ketika peserta menunggak dan dirawat inap di RS serta masih dalam jangka waktu 45 hari sejak aktif, maka akan kena denda. Aturan denda ini hanya berlaku jika peserta yang di rawat inap sebelum 45 hari,

Jika peserta di rawat inap setelah 45 hari atau peserta tidak di rawap inap, hanya rawat jalan  baik sebelum 45 hari ataupun setelah 45 hari maka aturan ini tidak berlaku, peserta akan di berikan pelayan kesehatan semestinya jika kartu peserta aktif kembali,

"Artinya kalau di luar 45 hari dan bukan rawat inap di RS, tidak terkena denda layanan, Misalnya jika peserta hanya menggunakan BPJS untuk periksa di puskesmas, maka tidak kena denda." katanya lagi.

Iqbal menjelaskan, biasanya RS memberi diagnosis awal pada pasien, juga perkiraan perlu rawat inap berapa lama. Misalnya diperkirakan akan dirawat dan menghabiskan biaya Rp 5 juta. Maka denda 5 persen itu dari Rp 5 juta tersebut. Iqbal menambahkan, biasanya diagnosis awal dan akhir berbeda, lebih banyak di akhir. Jadi misalnya di akhir habis Rp 7 juta, padahal diagnosis awal hanya Rp 5 juta.

"Meski begitu denda yang dibayarkan tetap dihitung dari diagnosis awal tadi." katanya

Sekedar diketahui ketentuan denda pada tahun 2021 nanti naik, besarnya 5 persen dari perkiraan biaya paket ICBG berdasarkan diagnosis dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak. Ketentuannya pertama Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan kedua Besar denda paling tinggi Rp 30 juta.

Dengan telat membayar bpjs kesehatan atau menunggak pembayaran bpjs kesehatan, bukan berarti peserta bpjs kesehatan berhenti atau keluar dari keanggotaan bpjs kesehatan.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Catat Ya, Nunggak Iuran BPJS Setahun Bisa Didenda Hingga Rp.30 Juta, Ini Ketentuannya"

Post a Comment