Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Astaga, Ibu Kandung Kadis Sosial Pangkep Masuk Penerima Bantuan Sosial Covid-19

KORANPANGKEP.CO.ID - Perspektif publik terkait program pemberian bantuan sosial (bansos) tunai untuk menanggulangi dampak krisis ekonomi masyarakat ditengah pandemi virus corona (Covid-19), berubah dari positif menjadi negatif, pasalnya bansos tunai tersebut tidak tepat sasaran karena banyak penerima yang tergolong mampu mendapatkan bantuan sementara yang tidak mampu justru tak tersentuh bantuan sama sekali di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

Salah satu data penerima bantuan yang tidak tepat sasaran tersebut adalah didapatinya salah seorang penerima bansos tunai yang dikeluarkan oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia yang tergolong mampu atas nama St. Sarifah Dg. Maonah warga jalan Andi Mandacingi, Kelurahan Tumampua Kabupaten Pangkep, yang bersangkutan diketahui sebagai ibu kandung Kepala Dinas Sosial Kabupaten PAngkep Hj. Najemiah.

Dalam Surat pemberitahuan Bansos tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan berhak memperoleh bantuan sosial tunai dari kemensos RI sebesar Rp.600 ribu perbulan selama tiga bulan kedepan atau total yang harus diterima total sebanyak Rp.1,8 juta dalam 3 tahap penerimaan.

Bukan hanya itu dari data yang turun dari kemensos RI banyak juga didapati penerima yang sudah lama meninggal dunia dan ada pula data penerima sudah lama pindah domisili ke provinsi lain untuk mencari nafkah disana.

Lembaga Pena Hukum Aspirasi Masyarakat (LEMPAR) Fiman Hermanda menyoroti daftar penerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah kabupaten Pangkep yang tidak tepat sasaran. Firman menyatakan pihaknya terkejut dan menyesalkan adanya kekeliruan tersebut.

"Kami sangat terkejut melihat nama ibu kandung salah seorang kepala dinas di pemkab Pangkep masuk daftar penerima bansos terkait pandemi Covid-19. Belum lagi, keluarga mampu di sejumlah wilayah pangkep juga tercantum sebagai penerima bansos. Kami sangat menyesalkan bansos nyasar atau tak tepat sasaran ini," kata firman, Minggu (10/5/2020).

Firman menuturkan kejadian ini membuktikan adanya kekacauan data Dinas Sosial Pemkab Pangkep. Firman menambahkan pihaknya berharap data itu diperbaiki. ia pun meminta Pemerintah daerah harus hadir di saat masyarakat sedang kesulitan akibat Covid-19.

"Sudah seharusnya bansos diterima masyarakat Pangkep yang benar-benar membutuhkan. Kuncinya terletak di kualitas data. Wajib dilakukan evaluasi, dan cek secara cermat. Lakukan jemput bola. Jangan hanya duduk manis di belakang meja," tegas Firman.





(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Astaga, Ibu Kandung Kadis Sosial Pangkep Masuk Penerima Bantuan Sosial Covid-19"