Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Nelayan Buang Bom Ikan Kelaut, Tak Disangka Dibawah Laut Ada Penyelam Gurita

KORANPANGKEP.CO.ID - Nasib Naas menimpa Syahrul seorang penyelam pencari ikan dan gurita di pulau Sapuka kecamatan Liukang Tangaýa kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, dimana saat ia menyelam tanpa disangka 3 orang nelayan pelaku ilegal fishing di kepulauan terjauh Pangkep tersebut melemparkan bom ikan kelaut dari atas perahunya yang mengakibatkan korban yang sedang menyelam mengalami luka serius disekujur tubuhnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, S.Ik menyebutkan Insiden tersebut terjadi pada Kamis (24/4/20) pekan lalu, sekitar pukul 15.00 wita dimana Syahrul berpamitan kekeluarganya hendak mencari ikan dan gurita dengan cara menyelam dan memanah didasar laut.

“Iya ilegal fishing berupa bom ikan benar ada di wilayah Polsek Liukang Tangaya. Secara lengkap dari kronologis kejadian, silahkan hubungi langsung kapolsek Liukang Tangaya,” Singkat Ibrahim.

Beberapa saat menyelam 3 orang pelaku ilegal fishing pengebom ikan juga berada di sekitar tempat menyelam korban yakni 3 mil sebelah barat pulau Sapuka, ketiga pelaku tersebut bernama Jalaluddin(23 tahun), Joni(32 tahun) dan Jamaluddin(31 tahun) ketiganya juga merupakan warga pulau Sapuka kecamatan Liukang Tangaya Pangkep.

ketiga pelaku tidak menyangka ada seseorang yang sedang menyelam dibawah laut dan menyangka korban sedang berada diatas kapalnya dan salah satu dari pelaku melemparkan bom ikan rakitannya tersebut kelaut, yang mengakibatkan syahrul mengalami luka parah.

Beruntung korban yang mengalami luka parah tersebut nyawanya berhasil diselamatkan, karena pusat ledakan diperkirakan berada sekitar 20 meter dari posisi menyelam korban, korban kemudian ditolong serta dibawah pulang kerumahnya guna mendapatkan perawatan intensif dan saat ini sedang dirujuk ke rumah sakit yang ada dimakassar yang diperkirakan tiba hari ini, Kamis (30/4/2020)

Mendengar perihal kejadian tersebut jajaran Polsek Liukang Tangaya langsung menuju rumah korban guna memastikan kejadian tersebut, setelah memastikan kebenarannya polsek langsung menjemput ketiga pelakau dan menjebloskannya ditahanan Mapolsek Liukang Tangaya guna menjalani proses hukum lebi lanjut

“Kami sudah membawa korban ke Puskesmas untuk meminta visum dan akan dirujuk  ke rumah Sakit Pangkep. saat ini masih perjalanan estimasi kapal sampai pelabuhan Paotere di Makassar Kamis (30/4/2020),” terang Kapolsek Liukang Tangaya AKP Supriadi.

Menurut Supriadi dalam menjalankan aksi ilegal fishingnya Ketiga pelaku tersebut mempunyai peran masing-masing Jalaluddin sebagai juragan sekaligus yang menggunakan bom ikan, dan kedua rekannya sebagai pembantu yaitu dayung dan melihat- lihat ikan bawah air yang hendak ditangkap.

Supriadi menambahkan selain menangkap ketiga pelaku pihaknya juga telah melakukan penggeledahan rumah tersangka guna mencari barang bukti lainnya. namun tidak ditemukan bahan peledak (bom ikan). pihaknya pun menyatakan akan mengalihkan proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini ke Polres Pangkep.

“Sebelum dialihkan ke Polres. Kami mengumpulkan bukti-bukti yang ada kaitan langsung dengan tindak pidana,” pungkasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Tiga Nelayan Buang Bom Ikan Kelaut, Tak Disangka Dibawah Laut Ada Penyelam Gurita"