Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Termakan Berita Hoax Lock Down 3 Hari, Warga Pangkep Borong Sembako di Pasar

KORANPANGKEP.CO.ID - Seruan Lock Down atau ajakan berhenti total selama 3 hari mulai tanggal 10 hingga 12 April 2020 yang masif beredar melalui video dan poster secara berantai melalui aplikasi WA dan Media Sosial Facebook, memicu kepanikan di masyarakat, ternyata Hoax belaka alias tidak benar

Akibat terhasud provokasi seruan kabar hoax tersebut banyak warga kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel mengambil mengambil inisiatif dan kesimpulan sendiri memadati tempat-tempat penjualan bahan makanan seperti di pasar central Pangkajene melakukan aksi borong sembako karena takut pasar tutup dan persedian makanan mereka habis dalam jangka waktu 3 hari kedepan.



"Katanya pasar Pangkajene mau tutup total selama 3 hari, jadi saya beli memang keperluan dapur selama 3 hari." kata Risna salah seorang warga Pangkep saat ditemui awak media di penjual ikan pasar sentral Pangkajene. Kamis, (9/4/2020)


Pantauan awak media pagi hingga sore kemarin Kamis, (9/4/2020) nampak terjadi kepadatan pengunjung di penjual ikan pasar central Pangkajene, begitupun di beberapa toko bahan makanan dan minuman disekitaran kota Pangkajene. Bahkan, lahan parkir di Pasar Pangkajen terlihat penuh, hingga banyak yang harus parkir hingga di luar area pasar.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara Pemerintah RI untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengaku jika pemerintah tidak pernah mengeluarkan hal tersebut. Bahkan, dirinya menyebut jika kabar tersebut adalah kabar bohong atau hoaks.

“Itu hoaks,” sebut Yuri melalui pesan singkat kepada prfmnews, Kamis (9/4/2020).

Meski begitu, Yuri tetap mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap tinggal di rumah di masa pandemi corona ini. Bahkan dirinya meminta warga untuk tidak mudik terlebih dahulu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal senada disampaikan praktisi klinis Prof Ari Fahrial Syam. Menurut praktisi klinis yang juga Dekan FK UI itu, muatan informasi yang disampaikan dalam flyer itu adalah hoaks. Menurut dia, kalau di dalam tubuh masih ada virus, tidak ke mana-mana hanya dalam tiga hari tidak akan membantu. Sang carrier masih bisa menularkan ke orang lain meski masa tiga hari telah lewat. Karena itu, menurut Prof Ari, tidak ada jaminan selama tiga hari virus bisa hilang.

Ia mengungkapkan informasi tersebut menyesatkan bila banyak masyarakat yang memercayainya. Bahkan, ia pun tidak mengerti maksud dalam flyer yang mengatakan virus corona jika tidak dipindahkan dalam 24 jam mati dengan sendirinya.

“Saya juga tidak mengerti maksud tidak dipindahkan dalam 24 jam akan mati,” ujarnya kepada awak media, Rabu (8/4).

Sementara itu, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Zaenal Abidin mengaku tidak mengetahui mengenai informasi tersebut. “Tidak tahu juga,” katanya.

Prof Ari menyarankan, begitu menemukan berita yang belum pasti kebenarannya, sebaiknya masyarakat berhati-hati. Harus diperiksa kebenarannya dan tanyakan ke pakar-pakar mengenai kebenarannya.

“Berita hoaks kalau tersebar di masyarakat akan kacau, jadi tidak benar,” tegasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Termakan Berita Hoax Lock Down 3 Hari, Warga Pangkep Borong Sembako di Pasar "