IKLAN

Paranoid Covid-19, Warga Pulau di Pangkep Tolak Jenazah Bocah Penderita Leukimia

KORANPANGKEP.CO.ID - Dampak virus corona rupanya bukan hanya merusak tatanan perekenomian di Indonesia, namun juga telah memberikan dampak Paranoid (ketakutan yang berlebihan) bagi sebagian warga diindonesia, seperti yang dialami oleh warga di 2 pulau di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel dimana warga menolak Jenazah seorang bocah berumur 10 tahun hanya karena bocah tersebut dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar (Tempat Karantina Pasien Covid-19 di Sulsel), sebelum akhirnya bocah tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Adalah Wahid (10 tahun) warga Pulau Sabutung, Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Liukang Tupabbiring kabupaten Pangkep, yang sudah menderita penyakit Leukimia selama 10 tahun dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar namun saat dipulangkan kekampung halamannya untuk dikebumikan warga setempat menolak jazadnya karena warga takut ketularan virus Covid-19 saat masih dirawat di Rumah Sakit tersebut. padahal saat memulangkan Jenazah bocah tersebut orang tua almarhum sempat kesulitan biaya untuk mengangkut jenazah anaknya kekampung halamannya karena orang tuanya tergolong kurang mampu.

Anak dari pasangan Ramina dan Darwis itu menderita leukemia sejak setahun lalu. Dia menjalani pengobatan di Rumah Sakit Wahidin Makassar.

Kepala Desa Mattiro Kanja, Kecamatan Tupabbiring Utara, Muzakir membenarkan hal tersebut dan menyebutkan, jika warga pulau Sabutung menolak Anak dari pasangan Ramina dan Darwis karena jenazah berasal dari RSUD Wahidin.

"Warga tidak setuju jenazah dimakamkan di sini karena menurut info yang berkembang di masyarakat, almarhum saat dirawat berdekatan dengan pasien Covid-19," jelasnya, Kamis (2/3/2020).

Meski sudah dijelaskan bahwa bocah itu meninggal karena penyakit leukemia, jenazah bocah itu tetap ditolak warga setempat. karena ditolak Orang Tua Almarhum kemudian berinisiatif untuk menguburkan di kampung halamannya di Pulau Polewali, Desa Mattiro Labangeng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, namun lagi-lagi warga disana juga menolak jenazah bocah tersebut dibawah kesana.

"Saya bersama Bhabinkamtibmas siap menfasilitasi jenazah dikuburkan di Pulau wali. Namun, warga menolak dengan berbagai alasan. Warga mau terima asalkan jenazah sudah dimandikan dan dikafani. Jadi di sini tinggal dikebumikan," jelas Kades Mattiro Labangeng, Musmuliadi,

Setelah ditolak di dua tempat pulau tersebut, jenazah Wahid akhirnya dibawa kembal ke daratan Pangkep menggunakan jalur laut dan akhirnya Jenazah bocah tersebut diistirahatkan dengan tenang keharibaan ilahi di Kampung Majennang, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, kabupaten Pangkep.

(ADM-KP) 



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Paranoid Covid-19, Warga Pulau di Pangkep Tolak Jenazah Bocah Penderita Leukimia"

Post a Comment