IKLAN

Corona Mewabah, Puluhan Tahanan Rutan Kelas II.B Pangkep Hirup Udara Bebas

KORANPANGKEP.CO.ID - Akibat merebaknya virus corona disejumlah daerah termasuk di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Puluhan narapidana penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pangkajene kabupaten Pangkep akhirnya akan menghirup udara bebas. Para narapidana tersebut diperbolehkan pulang ke rumah lewat program asimilasi penanganan virus corona alias covid-19.

Khusus di Rutan Pangkep, Narapidana yang diperbolehkan pulang ke rumah sebanyak 26 orang. Namun, jumlah itu bisa saja bertambah mengingat saat ini ada 37 napi yang juga dalam proses pemberkasan untuk asimilasi.

Kepala Rutan Kelas IIB Pangkep, Ashari, menyebut program asimilasi ini dilakukan sebagai langkah mencegah penyebaran corona. sebab rutan dan lapas di Indonesia banyak yang overkapasitas sehingga rawan jadi pusat penyebaran covid-19 bila ada yang terinfeksi.

"Bukan bebas, tapi asimilasi rumah, ya jadi syaratnya tidak boleh kemana-mana. Napi yang mendapat asimilasi rumah dalam pengawasan Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar,Hari ini sama kemarin sudah 26 orang. Sementara 37 masih dalam tahap pemberkasan dan penyaringan," ungkap Ashari, Kamis (2/4/2020).

Ashari menjelaskan mereka yang mendapat asimilasi yaitu napi yang telah menjalani setengah masa pidana atau dua pertiga masa pidananya pada 31 Desember 2020 mendatang. Para napi ini ditegaskannya bukan mendapatkan pembebasan murni, melainkan tetap menjalani asimilasi di rumah.

Program asimilasi ini diketahui diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Kata dia, asimilasi ini diberikan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran corona di rutan dan lapas yang sudah overkapasitas. Program ini juga tidak berlaku bagi semua napi.

"Bagi pelaku tindak pidana narkotika yang divonis lima tahun ke atas belum ada permen yang mengatur tentang asimilasi rumah bagi mereka," pungkasnya.

(ADM-KP) 



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Corona Mewabah, Puluhan Tahanan Rutan Kelas II.B Pangkep Hirup Udara Bebas"

Post a Comment