IKLAN

Orang Tua Siswi Perekayasa Penculikan di Pangkep Meminta Maaf Pada Masyarakat

KORANPANGKEP.CO.ID - Orang tua RHM (14 tahun) siswi Sekolah MTs DDI Asyirhatal Mustakim warga Kampung Male'leng, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel yang sempat membuat heboh masyarakat Pangkep dan masyarakat sulsel pada umumnya karena sempat merekayasa penculikan dirinya karena merasa kecewa dengan perlakuan orangtuanya pada dirinya. akhirnya meminta maaf.

AR, ayah dari RHM dihadapan para awak media membacakan secarik kertas sekaligus mewakili sang anak di ruang lobi Polda Sulsel, untuk meminta maafnya atas rekayasa penculikan yang dituturkan anaknya hingga menghebohkan netizen di media sosial dan warga Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Saya meminta maaf selaku orangtua dan sangat menyesal khususnya (untuk) masyarakat Pangkep dan kepolisian yang merasa tertipu dengan kejadian ini," kata AR, Senin (9/3/2020).

AR juga berjanji bakal memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak perempuannya tersebut.
Namun, AR mengaku selama ini tidak pernah memukuli anaknya meski alasan RHM merekayasa penculikannya lantaran takut dimarahi orangtuanya karena telah menghilangkan sandal.

"Saya juga selaku orangtua dari SR berjanji akan lebih baik lagi dalam memberikan perhatian dan rasa kasih sayang," ucap AR.

Sementara itu, Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya bakal bekerja sama dengan pemerintah setempat dan Dinas Sosial Kabupaten Pangkep untuk mengawasi cara orangtua dalam memperlakukan RHM, Menurut Aji, hal itu bertujuan agar kejadian yang sama tidak terulang dan memastikan agar SR mendapatkan perhatian dan kasih sayang orangtuanya.

"Tentu akan ada Dinas Sosial dan pemerintah setempat. Kami kerja sama dalam mengawasi keluarga korban," tutur Aji kepada awak media.

Sebelumnya diberitakan Menyikapi merebaknya Issu penculikan yang direkayasa di media sosial yang sempat meresahkan warga kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan Sulsel pada umumnya, yang dilakukan oleh seorang siswi Sekolah MTs DDI Asyirhatal Mustakim asal Kampung Male'leng, Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, berinisial RHM yang mengaku dirinya diculik oleh tiga orang bertopeng menggunakan mobil Avanza dan membawanya pergi hingga akhirnya ia bisa lepas dari sergapan disikapi dengan cepat oleh Polda Sulsel

Polda Sulsel segera mengambil langkah cepat guna mencegah menyebarnya issu hoax dikalangan masyarakat Sulsel dengan melakukan konfrensi pers dengan menghadirkan pihak Polres Pangkep dan pihak keluarga RHM dan sejumlah awak media di Mapolda Sulsel, guna mengklarifikasi hal ini agar tidak meresahkan warga sulsel lagi.

Dalam Press Release yang digelar Mapolda Sulsel, Senin (9/3/2020) siang, Terkait kasus tersebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan bahwa hal tersebut adalah tidak benar alias Hoax, Ia pun menyampaikan keprihatinannya tentang maraknya kasus merekayasa penculikan, ia pun menghimbau agar para orang tua lebih memperhatikan dan mengawasi tingkahlaku anak-anak jangan sampai membuat keresahan ditengah tengah masyarakat

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus seperti ini, hanya karena anak merasa bersalah hingga berbuat dan merekayasa penculikan, Jadi saya himbau agar para orang tua agar melihat dan amati anaknya bila ada permasalahan timbul, karena kalau sudah terjadi seperti ini bisa berimplikasi pidana dan merusak masa depan anak,” ungkap Kombes Pol Ibrahim Patompo.

Senada dengan Kabid Humas Polda Sulsel, Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengemukakan bahwa pihaknya sudah memeriksa yang bersangkutan dan melakukan olah TKP serta penyelidikan tapi ternyata semua itu adalah bohong/hoaks dan rekayasa. Ibrahimpun mengungkapkan bahwa motif RHM melakukan hal tersebut karena merasa kecewa telah dibeda bedakan oleh orang tuanya

Lebih lanjut Kapolres Pangkep menjelaskan kejadian sebernanya, bahwa Hal tersebut bermula saat adiknya meminta RHM mencari sandal ibunya yang hilang. Apalagi sebelumnya, sandal ibunya dipakai RHM untuk pergi bermain.

Adiknya mengancam kalau sandal itu tidak ditemukan, maka RHM akan dimarahi ibunya. RHM pun pergi mencari sandal itu. Setelah tidak berhasil menemukannya, Ia pulang ke rumah. Setiba di rumah ternyata sandal tersebut tidak hilang, melainkan ada di atas rak sepatu. RHM pun merasa kesal karena seolah dipermainkan oleh keluarganya.

Beberapa saat kemudian, RHM pun minta dibelikan sepatu baru oleh orang tuanya. Tapi kedua orang tuanya tidak mengiyakan, RHM pun tambah kesal. Kakak lelaki RHM yang melihat itu, lalu menyuruhnya pergi dari rumah. Setelah itu, RHM langsung pergi meninggalkan rumah dan menuju kolong rumah milik tantenya.

Dipersembunyiannya tersebut ia sempat tertidur, dan terbangun saat sore hari. RHM pun kembali mengingat semua kejadian sedih yang dialaminya. kemudian Ia terinspirasi dari film yang biasa ia tonton, RHM kemudian mengambil obat yang sudah ia bawa dari rumahnya berupa, paracetamol 2 biji, asam Nefenamat 1 biji, dan antalgin 1 biji, lalu memakannya. Beberapa saat kemudian, RHM lalu mencari tali disekitar tempat tersebut, lalu melilitkan dikedua tangannya seakan akan habis diikat seserang.

Beberapa saat setelah itu, Paman RHM yang melihat kebawah kolong rumahnya lalu menemukan RHM di tempat tersebut dalam kondisi terikat, dihadapan pamannya RHM pun mengaku diculik. Lalu pamannya membawanya ke tantenya, dan RHM menjelaskan kronologi penculikan yang ia rekayasa. Setelah mendengar kejadian itu, RW pun dibawa ke rumah orang tuanya.

“Jadi Mawar (RHM red) ini lantaran sakit hati pergi menenangkan diri dibawah kolong rumah tantenya, dan terinspirasi cerita di Sinetron, lalu mengikat dirinya sendiri, minum obat penenang, dan saat ditemukan kerabatnya, dirinya mengaku diculik, padahal tidak seperti itu, jadi saya minta masyarakat jangan sebar lagi di medsos,” tegas AKBP Ibrahim Aji

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Orang Tua Siswi Perekayasa Penculikan di Pangkep Meminta Maaf Pada Masyarakat"

Post a Comment