IKLAN

Gagal Melamar Karena Uang Panaik, Amiruddin "Gorok" Leher Kekasihnya di Ma'rang

KORANPANGKEP.CO.ID - Tak butuh waktu lama Polisi akhirnya berhasil menangkap dan mengungkap motif pembunuhan Siti umrah Bin Najje (30 tahun)  yang ditemukan tewas bersimbah dara di kios miliknya di pasar Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Kamis (12/3/2020) sekira pukul 12.00 wita siang. dan Mayat Sitti Umrah baru ditemukan sekitar pukul 06.00 Wita pagi oleh petugas keamanan pasar. Jumat (13/3/2020)

Dalam jumpa pers polisi di Mapolda Sulsel Makassar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Agung Widjanarko Jumat (13/3/2020),di Mako Resmob Polda Sulsel, Jumat (13/3/3020).  mengungkapkan bahwa Pembunuhan yang dilakukan Amiruddin (32 tahun) kekasih korban, motifnya soal asmara. Di mana pelaku dendam terhadap korban, karena lamarannya ditolak karena tak mampu menuruti permintaan mahar (Uang Panaik) dari keluarga korban.

"Awalnya, pelaku mengaku berkaitan dengan utang tapi sebenarnya tidak, namun lebih pada kecemburuan. Pelaku ini sakit hati dan dendam karena lamaran ditolak. Selain itu pelaku ini cemburu, si perempuan ini, pacarnya punya kekasih baru yang lebih bisa dipilih dari si laki-laki itu (Amiruddin red)," jelasnya.

Selain masalah mahar yang tidak bisa dipenuhi oleh tersangka sejumlah fakta lain muncul diantaranya pelaku merasa cemburu karena korban telah memiliki kekasih baru lamaran Amiruddin ditolak oleh keluarga korban. disamping itu pelaku juga mengaku bahwa korban dibunuh karena menolak ajakan pelaku untuk berhubungan badan saat itu.

Didik juga mengungkap bahwa pelaku telah memaksa korban melakukan persetubuhan badan dengan korban sebelum pada akhirnya pelaku menusuk korban dengan sebilah badik lalu kemudian pelaku mengulangi kembali perbuatannya menyetubuhi korban saat sudah tak bernyawa lagi.

"Ini sudah direncanakan, jadi badik itu sudah dibawa dari rumahnya. pelaku memaksa untuk bersetubuh, korban yang menolak ditusuk lehernya. Tak berdaya di situ persetubuhan awal. Untuk yang terakhir bersetubuh dengan korban dalam keadaan sudah meninggal," terang Didik

Dari Hasil pemeriksaan Petugas, Korban Meninggal Akibat sejumlah luka tusuk di bagian tubuhnya. Diantaranya, Luka Robek pada pangkal lengan, Luka lebam pada dada kiri dan Luka robek pada bagian leher depan.

Kombes Pol Didik Agung Widjanarko mengatakan, identitas pelaku terungkap berkat dibantu alat Inafis portable system. pelaku berhasil ditangkap atas rekaman jejak sidik jari dan sidik kaki saat berada di lokasi kejadian.

Sementara itu di tempat yang sama Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji menegaskan atas perbuatan keji pelaku, pihaknya menjerat Amiruddin dengan pasal berlapis yakni Pasal 340 tentang bembunuhan berencana, Pasal 338 tentang pembunuhan Juncto Pasal 285 KUHPidana tentang pemerkosaan.

"Ancaman hukumannya seumur hidup. Kalau betul-betul meyakinkan perencanaan itu bisa hukuman mati. Barang bukti kita amankan pakaian korban dan pelaku, cairan sperma, dan ratusan bungkus rokok. Serta kain batik untuk menutupi tubuh korban yang bersimbah darah," pungkasnya.

Saat ini pelaku telah berada di Makopolres Pangkep menjalani pemeriksaan dan proses hukum selanjutnya setelah sebelumnya pelaku dibawah Kemako Resmob Polda Sulsel, untuk mengungkap motif pelaku menjalankan aksi kejinya tersebut pada kekasihnya.

Sebelumnya diberitakan Seorang wanita lajang yang bernama Sitti Ummrah (31 tahun) salah seorang pemilik kios barang campuran di asar Bonto-Bonto, Kelurahan Bonto Bonto, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, ditemukan sudah tak bernyawa lagi dan bersimbah darah dengan luka sayatan di bagian leher dan tangan ddalam kios miliknya. Jumat (13/3/2020).

Dari informasi yang dihimpun mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang keamanan pasar yang bernama Nursalam , saat itu, petugas keamanan pasar curiga dengan banyaknya darah yang berceceran di pintu belakang dan sejumlah barang dagangan berserakan di pintu belakang. ruko milik korban. Saat dibuka, korban sudah dalam keadaan tewas dengan kondisi bersimbah darah dan duduk bersandar di tangga kios.

"Ditemukan pagi tadi oleh petugas keamanan pasar. Iya dugaannya begitu (pembunuhan). Dia pemilik ruko dan menjual bahan campuran di pasar ini," kata Kapolsek Ma'rang, Iptu Sofyan.

Awalnya polisi mengira bahwa ini adalah perampokan dan pemerkosaan karena pelaku membuat kejadian seperti itu, dengan menghamburkan barang barang korban berserakan dilantai, dan pakaian korban sedang terbuka namun setelah melakukan olah TKP, polisi menemukan kejanggalan dimana pintu kios korban tak ada yang rusak sehingga polisi mengambil kesimpulan bahwa pelaku pembunuhan sadis tersebut adalah teman dekat korban sendiri.


Tim Polres Pangkep dan Tim Inafis Polda Sulsel kemudian melakukan indentifikasi di lapangan dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit untuk otopsi. Selain itu, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian. dan kecurigaan polisi kemudian mengarah kepada pacar korban yang bernama Amiruddin alias Singking (32 tahun).

Polisi kemudian bergerak cepat mencari keberadaan pelaku dikediamannya pelaku akhirnya berhasil diringkus saat hendak melarikan diri kmenuju pelabuhan pare-pare ke kalimantan.

"Pelaku kita sudah amankan saat hendak melarikan ke luar daerah. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Pangkep bersama barang bukti sebilah badik, Pelaku akan dibawa ke Mapolda Sulsel untuk penyelidikan lebih lanjut." kata Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong, Jumat (13/3/2020).

Meski sudah diamankan, Polisi hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan apa motif pelaku nekat menghabisi nyawa pacarnya tersebut. sebab saat diinterogasi polisi, pernyataan pelaku pun masih berubah-ubah.

"Pelaku sempat mengatakan alasan membunuh korban karena belum membayar utang sebesar Rp.500 ribu. Namun, pada lain kesempatan saat ditanyakan alasannya membunuh, ia juga menyebut karena korban menolak berhubungan badan." terangnya

Sekedar diketahui selama ini Amiruddin dan Sitti Umrah diketahui memang tengah menjalin asmara. Mereka berdua, sama-sama masih berstatus lajang dan belum menikah. hingga akhirnya hubungan mereka saat ini berakhir dengan berujung maut.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Gagal Melamar Karena Uang Panaik, Amiruddin "Gorok" Leher Kekasihnya di Ma'rang"

Post a Comment