IKLAN

Gagal Ikuti UN Ratusan Siswa Siswi Pulau Kalmas dan Tangaya Terlantar di Pangkajene

KORANPANGKEP.CO.ID - Sebanyak ratusan orang siswa-siswi asal kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, terlantar disejumlah tempat di wilayah daratan Pangkep setelah mereka gagal mengikuti Ujian Nasiunal (UN) 2020.

Puluhan siswa asal kepulauan terjauh Pangkep ini terancam kehabisan biaya hidup karena bekal yang diberikan orang tua mereka selama di kota Pangkep semakin menipis

Ke 58 siswa-siswi tersebut sudah berada lebih sepuluh hari di daratan Makassar dan Pangkep untuk mengikuti Ujian Nasional SMA yang sebelumnya dijadwalkan dimulai tanggal 30 Maret sampai dengan tanggal 2 April 2020, namun pada akhirnya UN tersebut dibatalkan oleh pemerintah Pusat sesuai surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 4 tahun 2020 akibat wabah virus Corona ( Covid 19)

Seperti yang ditemui awak media kesepuluh siswa kelas jauh SMA 5 di pulau pamalikang saat ditemui dirumah singgah kepala Desa Sabaru Perumahan Matahari, Selasa( 25/3/2020) menyebutkan mereka sudah sepuluh hari meninggalkan pulau tempat tinggalnya dengan biaya patungan masing masing Rp.500 ribu setiap siswa untuk biaya transportasi dan biaya hidup selama mereka berada di Pangkajene mengikuti UN

” Kami sudah sepuluh hari tinggalkan pulau satu Minggu di Makassar dan hari ini sudah tiga hari di Pangkajene, untuk biaya transportasi dan biaya akomodasi selama disini kami bebankan 500 ribu setiap siswa” Ucap Ahmad Mandar,S.Pd salah satu guru pendamping

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMA 5 Jamaluddin.S.Pd yang menyebutkan bahwa biaya transportasi dan biaya hidup siswa yang akan mengikuti UN di kota Pangkep itu ditanggung oleh masing masing siswa sebesar Rp.500 ribu dan hal itu sudah disepakati oleh komite sekolah, sebab pendanaan untuk biaya tersebut tak terdapat dalam juknis Dana BOS

” Untuk biaya akomodasi mereka itu ditanggung siswa, kami sudah rapatkan dengan Komite sekolah dan mereka berpartisipasi, dan kami juga kesulitan untuk mempertanggung jawabkan seandainya dana BOS tersebut digunakan karena tidak ada dalam Juknis.”Ungkapnya

Sementara itu ketua Aliansi Pemerhati Kepulan Sy Umar Ali,SH menyesalkan kejadian ini ia menyebutkan seharusnya dalam kondisi seperti ini pemerintah daerah wajib ada ditengah mereka dan memberikan perhatian kepada siswa siswi tersebut, apalagi kondisi munculnya Wabah penyakit Virus Corona ( Covid 19)

” Ratusan Siswa dari kepulauan Kalmas dan Tangaya saat ini tersebar di Makasar dan Pangkajene apalagi dengan biaya sendiri mereka bertarung nyawa hanya ingin mengikuti Ujian Nasional, seharusnya Sekolah tidak membebani mereka lagi dengan biaya pribadi, sedangkan ada dana BOS, kenapa bukan itu digunakan, dan juga apakah pemerintah daerah saat ini memantau keberadaan warganya apalagi mengantisipasi penularan penyakit Corona saat ini” Ungkap Sy Umar Ali SH

Staf khusus Pemda Pangkep Muhammad Arsyad Yunus,S.Sos Saat dimintai tanggapannya mengharapkan ada koordinasi dari UPT Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan dengan Pemda Pangkep

” Baiknya UPT Dinas Propinsi melakukan koordinasi dengan Pemda Pangkep, ini rasa kemanusiaan dan perlu Pemda Pangkep data berapa jumlah siswa kepulauan saat ini ada di Pangkep, supaya kita bisa mengantisipasi apa yang mereka butuhkan terutama menjaga mereka dari penyebaran virus Corona” Pungkasnya.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Gagal Ikuti UN Ratusan Siswa Siswi Pulau Kalmas dan Tangaya Terlantar di Pangkajene"

Post a Comment