IKLAN

Sudah Sebulan Musibah Puting Beliung di Kalmas, Pemkab Pangkep Baru Siapkan Anggaran

KORANPANGKEP.CO.ID - Meski sudah sebulan lebih pasca musibah kejadian angin puting beliuang yang memporak-porandakan ratusan rumah warga dipulau terluar dan terpencil kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yakni Desa Pammas dan Desa Pammantauan kecamatan Liukang Kalmas, Minggu (5/1/2020), sekitar pukul 13.30 wita lalu, hingga saat ini belum mendapat perhatian dan Bantuan dari Pemkab Pangkep, padahal bupati Pangkep, H, Syamsuddin Hamid saat telah menginstruksikan jajarannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep untuk mempercepat penyaluran bantuan tersebut.

Akibatnya sejumlah warga yang terkena dampak bencana Angin puting beliung terpaksa harus membangun dan meperbaiki sendiri rumahnya yang roboh dan rusak karena bantuan bencana dari pemkab Pangkep hingga hari ini tak kunjung keluar, akibat persoalan administrasi yang harus masih diproses oleh BPBD Pangkep dan baru menyiapkan anggaran tersebut untuk disalurkan ke masyarakat yang kena dampak bencana tersebut.

Hal ini diungkapkan Staf Kantor Kecamatan Liukang Kalmas, Sofyan, mennyebutkan sejumlah pemilik rumah yang rusak telah memperbaiki sendiri rumah mereka. Meski begitu, warga tetap menunggu bantuan jika bantuan tersebut disalurkan oleh BPBD Pangkep.

"Perbaikannya seadanya yang penting bisa ditinggali dulu. Mereka menunggu bantuan untuk bisa memperbaiki rumah mereka supaya bisa seperti sebelum kena angin puting beliung," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Plt Kepala BPBD Pangkep, Kallang Ambo Dalle, menyebutkan pihaknya dalam hal ini Pemkab Pangkep baru menyiapkan anggaran Rp.500 juta untuk membantu korban bencana puting beliung di Kecamatan Liukang Kalmas. Bantuan ini bersumber dari APBD yakni dana darurat di Dinas Pengelola Keuangan Daerah. Bantuan Rp.500 juta rencananya disalurkan pada Maret 2020 kepada 166 korban yang rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung

Kallang, mengatakan penetapan bantuan sebesar Rp.500 juta merujuk pada perhitungan taksiran kerugian. Diketahui, ada tim yang diturunkan Bupati Pangkep pada awal tahun untuk menghitung kerusakan akibat bencana di lima pulau. Di antaranya yakni di Desa Sabaru sebanyak 43 rumah rusak, masing-masing 17 rumah di Pulau Sabaru dan 26 rumah di Pulau Pammalikang. Sementara di Desa Pammas sebanyak 63 rumah rusak, masing-masing 34 rumah di Pulau Massalima, 3 rumah di Pulau Saliriang dan 26 rumah di Pulau Pammantauang.

"Saat tim turun, ternyat total rumah yang rusak bertambah dari sebelumnya 134 rumah menjadi 166 rumah," kata Kallang, Kamis (13/2/2020).

Lebih lanjut, Kallang mengaku soal teknis penyaluran bantuan, pihaknya masih belum menentukan, apakah dalam bentuk tunai atau barang. Sebab, sejauh ini para korban sudah memperbaiki rumahnya masing-masing.

"Jadi rencananya ini, saya mau koordinasi dulu dengan pihak kejaksaan, apakah bisa memberikan bantuan berupa uang tunai ataukah ada solusi lainnya," jelas Kallang.

Guna memperkuat data taksiran tim, pihaknya sedang melengkapi data pendukung berupa kondisi bangunan sebelum diperbaiki. Hal itu meliputi foto, surat-surat kepemilikan dan surat dari pemerintah setempat. "Semuanya sudah hampir rampung. Kita akan bawa ke kejaksaan dan konsultasi agar bisa memberikan bantuan segera," kata dia.

Sebelumnya diberitakan Sabtu (11/1/2020), Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pangkep, Ridwan Sam, mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengirim bantuan khususnya dana parsial dan bantuan darurat lainnya, akibat anggarannya belum bisa dicairkan di bagian keuangan pemkab Pangkep, Ridwan mengungkapkan dana parsial sementara diurus dan segera cair untuk korban bencana lainnya di tahun 2019 yang nyebrang ke tahun 2020.

"Soal dana parsialnya memang belum. Kemarin saya sudah ke bagian hukum untuk tela stafnya, dan sudah diperhadapkan dengan dinas pengelola untuk total 133 rumah yang terkena puting beliung di Kalmas, Kalau disitu ada sekitar 100an penerima dan juga segera akan kita berikan" ujar Ridwan, Sabtu (11/1/2020).

Ridwan juga membeberkan jika sampai saat ini bantuan dana belum juga ke Kalmas, karena menunggu persyaratan Administrasu lainnya rampung baru bisa dicairkan, jika sudah rampung persyaratan administrasinya, Dana tersebut nantinya, akan masuk melalui rekening pihak kecamatan..

"Kita tunggu foto-foto kerusakan rumah mereka, persyaratannya itu juga harus ada, Itu akan masuk ke rekening pihak kecamatan. Tapi kita akan kawal untuk pembagiannya langsung, agar bisa memastikan bantuan itu sampai atau tidak" ujarnya.

Ridwan menyebut, Penerima bantuan bencana angin puting beliung di kecamatan Liukang Kalmas nominalnya berbeda-beda sesuai tingkat kerusakannya.

"Ini disesuaikan dengan tingkat kerusakannya seperti misalnya rusak berat Rp 5 juta sampai Rp 7 juta. Kita sesuaikan, karena kita belum ada Peraturan Bupati (Perbup)," katanya.

Khusus untuk bantuan seperti tenda dan sarung, BPBD Pangkep sudah meminta pihak Provinsi.

"Kita sementara menunggu dari provinsi, faktor cuaca juga menjadi kendala bagi kita. Tetapi kami pastikan akan segera tersalurkan," pungkasnya.

(ADM-KP)
 -

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Sudah Sebulan Musibah Puting Beliung di Kalmas, Pemkab Pangkep Baru Siapkan Anggaran"

Post a Comment