Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sopir Asal Pangkep, Selamat Dari Maut Setelah Baca Syahadat dan Bawa Alquran

KORANPANGKEP.CO.ID - Peristiwa kecelakaan mobil truk pengangkut pupuk akibat jembatan yang jebol di Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Barru, sekitar pukul 22.00 Wita, Kamis 13 Februari 2020 lalu, ternyata sopirnya bernama Muhammad Fiqram (27 tahun) dia adalah warga asal kampung Biringere, Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

Ada cerita menarik saat mobil truk Truk 10 roda bermuatan 600 zak pupuk tersebut jatuh lantaran jembatan tua itu tak sanggup menahan berat hungga jebol. Menariknya, sang sopir Muhammad Fiqram bisa selamat meski sempat terjebak di dalam mobil yang tenggelam, saat diselamatkan warga ada Alquran yang dipegang erat oleh Fiqram.

Disebutkan, dalam perbincangan sosial media, saat terjadi kecelakaan tersebut barang yang paling pertama diselamatkan dan dicari sang sopir adalah Alquran saat jatuh ke sungai.

“Supir truk pembawa pupuk jatuh di jembatan Bojo yang pertama dia Selamatkan adalah Alqurannya. Masya Allah masih ada orang peduli Alquran,” terang Muhammad Yusuf, warga kabupaten Barru mengabarkan lewat media sosial.

Saat terjatuh, kata Fiqram, truk trontonnya langsung terbalik dengan kondisi ban mobil di bagian atas sehingga tempat duduk Fiqram di bagian kepala truk dengan mudah kemasukan air.

“Pas jebolnya turun itu, saya tetap pegang setir baru ingat Allah toh, istigfar. Saya terjepit di dalam, saya cari ruang udara itu air sudah masuk, sudah tidak ada. Jadi saya pasrah itu, Pak, ‘Mungkin jalan mati saya sudah di sini,'” katanya.

Karena sudah pasrah, Fiqram membaca kalimat syahadat sebanyak tiga kali di dalam hati. Saat itulah keajaiban disebutnya datang lantaran air laut sedang pasang dan masuk ke sungai.

“Itu ruang bernapas itu ada ketika mobil goyang, terangkat sedikit karena air pasang. Nah, di situ keajaiban Allah itu,” katanya.

Ruang bernapas kemudian memudahkan Fiqram membuka kaca jendela truk dan mengeluarkan dan melambaikan tangannya meminta pertolongan warga. Ia pun selamat dievakuasi warga.

“Setelah itu, saya cari Al-Qur’an saya. Saya syukur sekali, ‘Mana Al-Qur’an saya, mana.’ Saya ambil di tas karena saya memang selalu bawa di mobil itu. Kalau ada kesempatan, saya baca lagi,” imbuhnya.

Atas insiden tak biasa dalam hidupnya itu, Fiqram mengaku bersyukur karena dapat menemui ibunya lagi. Fiqram mengaku belum berkeluarga dan selama ini tinggal bersama orang tuanya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Kisah Sopir Asal Pangkep, Selamat Dari Maut Setelah Baca Syahadat dan Bawa Alquran "