IKLAN

Dugaan Korupsi Bantuan Bencana BPBD Pangkep Menunggu Hasil Audit BPKP Sulsel

KORANPANGKEP.CO.ID - Kasus dugaan korupsi dilingkup Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bantuan hibah berupa barang untuk korban bencana. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim segera menetapkan tersangka.

Pihak jajaran unit Tipidkor Polres Pangkep terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi di 12 kecamatan di kantor kecamatan yang ada dipangkep mulai pada hari Senin, (10/02/2020) lalu.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di kantor kecamatan karena banyaknya penerima bantuan bencana yang menjadi saksi yang akan dihadirkan atas kasus tersebut. Pemeriksaan saksi penerima bantuan tersebut dihadirkan untuk menghitung jumlah dugaan kerugian negara yang ditimbulkannya.

"Di hari pertama ini baru tiga kecamatan selesai, Minasatene, Pangkajene dan Bungoro yang jumlahnya sekitar 50 orang. Besok lanjut lagi di Labakkang, Ma'rang, Segeri dan Mandalle," kata Kanit Tipikor Polres Pangkep, Ipda Firman, saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/2/2020).

Firman menyebutkan, pemeriksaan dan penghitungan kerugian negara ini dilakukan bersama BPKP Sulsel. pemeriksaan tersebut meliputi seluruh penerima bantuan bencana banjir, kebakaran dan puting beliung pada 2018 yang jumlahnya ratusan orang.

Firman menambahkan, sebelum pemeriksaan dikantor kecamatan ini, pihaknya juga telah menggelar gelar perkara ini di Polda Sulsel. setelah sebelumnya pihaknya pada bulan September 2019 lalu unit Tipikor mulai sidik, hingga dinaikkan ke tingkat penyelidikan pada bulan Oktober lalu. Dan saat ini, tinggal menunggu hasil audit BPK, kerugian negara yang ditimbulkan.

Saat ini Firman mengaku pihaknya belum bisa menetapkan tersangka sebelum pemeriksaan dan penghitungan oleh BPKP Sulsel rampung, atas dugaan kasus yang merugikan negara ratusan juta rupiah ini.

"Persyaratan lain sudah lengkap, Nanti setelah ada hasil audit BPK kerugian negara yang ditimbulkan, baru digelar penetapan tersangka," ucap Firman.

Sebelumnya diberitakan Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), telah selesai memeriksa sejumlah saksi-saksi dari masyarakat yang terkait dengan dugaan Kasus korupsi bantuan bencana tahun 2018 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep.

Kanit Tipikor Reskrim Polres Pangkep, Ipda Firman mengatakan pihaknya telah bekerja selama dua bulan, dan  penyidik sudah memeriksa 304 penerima bantuan bencana yang dilakukan secara door to door dan sebagian lagi keterangannya diambil dikantor Tipidkor Polres Pangkep, terhitung sejak digeledah BPBD Pangkep, Senin (23/9/2019) lalu.

"Saksi ini diperiksa bergantian, ada yang datang ke kantor dan sebagian kami langsung datangi penerima bantuan, mengecek kebenarannya, saksi diberi pertanyaan seputar bantuan yang sudah tepat nilainya atau tidak untuk mereka." ujarnya.

Ipda Firman menambahkan para penerima bantuan Bencana tersebut Sebagian ada yang mengaku sesuai yang diterima, dan ada juga di dapati di lapangan yang tidak sesuai dengan jumlah bantuan.

Ipda Firman mengaku, sebanyak 304 penerima bantuan tersebut hanya menerima bantuan saja dan tidak disuruh tanda tangani bukti acara serah terima barang, dan penandatanganan dilakukan oleh pihak BPBD Pangkep Saja.

"Tidak ada tanda tangan, mereka hanya menerima bantuan dan BPBD Pangkep yang menandatangani," ungkapnya.

Sebelumnya juga diberitakan, Senin (23/9/2019) Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pangkep, menggeledah kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangkep, Selasa (24/09/2019). Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi bantuan bencana tahun 2018.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong yang memimpin langsung penggeledahan mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk kelengkapan dokumen pemeriksaan yang didalami pihaknya.

"Jadi ada dokumen yang kita butuhkan, untuk kasus dugaan korupsi yang sementara kita selidiki. Di mana kuat dugaan korupsi ini merugikan negara sekitar Rp300 juta," jelasnya.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Dugaan Korupsi Bantuan Bencana BPBD Pangkep Menunggu Hasil Audit BPKP Sulsel"

Post a Comment