IKLAN

Diduga Pungli, Forlak Sorot Retribusi Pedagang Kaki Lima Memakai Karcis Parkir Motor

KORANPANGKEP.CO.ID. - Forum Penyelamat Masyarakat Pangkep (Forlak) menduga adanya praktek pungutan liar (pungli) yang kerap dilakukan oknum aparat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, terhadap ratusan PKL yang berjualan di sekitar taman MUzafir dan taman tugu bamburuncing.

Drs. Nurachmad, SH. menyatakan, retribusi Rp.2000 per hari itu diduga pungli karena karcis yang digunakan untuk memungut retribusi ke PKL adalah karcis retribusi parkir motor, yang seharusnya karcis tersebut hanya boleh digunakan untuk memungut parkir kendaraan bermotor sesuai peraturan daerah nomor 2 tahun 2012. tentang retrubusi jasa usaha pasal 19 dan pasal 20

“Sebab, Perda yg menjadi dasar retribusi itu adalah Perda No.12 Tahun 2012 tentang Retribusi jasa Parkir yang tidak seharusnya diperuntukkan kepada PKL,” ujar Nur Achmad

Ia menjelaskan, pungutan liar atau pungli adalah pengenaan biaya yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas di tempat yang tidak seharusnya biaya dikenakan seperti pungutan pada PKL sekitar taman Musafir dan taman Bamburuncing yang sampai saat ini masih menggunakan retribusi karcis parkir untuk memungut PAD ke PKL tersebut.

“Sedangkan tempat PKL berdagang tersebut bukanlah tempat parkir khusus sesuai dengan defenisi dalam Perda dan UU,” katanya.

Ia menduga, jika potensi pungli selama kurun waktu 4 tahun terakhir kepada pedagang diakumulasi, kemungkinan jumlah retribusi ilegal yang masuk ke PAD Pangkep sudah sangat banyak.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang PKL di taman Muzafir Pangkep yang enggan disebutkan namanya, Ia mengaku taat bayar retribusi tiap hari selama berjualan di tempat tersebut agar bisa tetap berjualan dengan baik.

“Saya bayar Rp.2000 perhari dengan diberi 2 potong karcis seribu, saya tidak tahu persis aturan retribusi yang sebenarnya, soalnya saya tidak mau pusing. Makanya saya taat membayar, yang penting saya aman berjualan di sini,” tukas nya

Sementara itu Plt Kepala Bapenda Pangkep, Irdas, saat dihubungi via telepon selularnya mengaku tidak mengetahui hal tersebut, dan akan segera mengkoordinasikan dengan jajaran yang bertugas dalam penagihan retribusi para PKL di taman Muzafir dan Taman Bamburuncing Pangkep.



Sekedar diketahui adapun ciri-ciri dan karakteristik retribusi yaitu:
  1. Retribusi dipungut berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk umum ( dalam hal ini UU dan perda ).
  2. Dalam pembayaran retribusi terdapat imbalan secara langsung yang dapat ditunjuk secara individual.
  3. Hasil retribusi digunakan untuk pelayanan umum berkait dengan retribusi yang bersangkutan.
  4. Pelaksanaannya dapat dipaksakan, namun paksaan ini bersifat ekonomis.
Sementara ciri-ciri dan karakteristik pungutan liar yaitu:
  1. Pungli dipungut  tidak berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku untuk umum ( dalam hal ini UU dan perda ).
  2. Pengenaan biaya ditempat tidak seharusnya biaya dikenakan.
  3. Hasil pungutan liar hanya untuk digunakan oleh opnum pemungut untuk keperluan pribadi.
  4. Pelaksanaannya seringkali sangat identik dengan dunia kriminal dan kekerasan
Sebagai upaya nyata dalam mengurangi praktek pungli yang sudah membudaya seharusnya pemerintah lebih aktif mensosialisasikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar bisa membedakan pungutan yang memang retribusi daerah ataukah hanya pungli, 

Serta membuat alur birokrasi  sistem pelayanan yang tidak rumit, jelas, transparan dan bersih yang harus diterapkan oleh Pemerintah, baik dari level tertinggi sampai di level terendah.

Upaya lain dengan memberlakukan pemberian sanksi, pengawasan dan pemberian penghargaan dari keberhasilan atau pun setiap hal yang dianggap menyimpang dari aturan yang ada dalam kegiatan para aparatur negara.

(ADM-KP)




AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Diduga Pungli, Forlak Sorot Retribusi Pedagang Kaki Lima Memakai Karcis Parkir Motor"

Post a Comment