IKLAN

Berteduh Dikolong Rumah Empang, Dua Pemancing di Bungoro Tewas Tersambar Petir

KORANPANGKEP.CO.ID - Hujan disertai angin kencang dan petir kemarin sore rupanya menelan korban jiwa sebanyak dua warga kecamatan Bungoro kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel tewas mengenaskan tersambar petir saat sedang memancing disalah satu kolong rumah empang milik warga bernama Ruslan, di Kampung Bontorannu Kelurahan Boriappaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep.

Kedua korban tersambar petir tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang bernama Sukri,  Rabu (19/2/2020) malam sekitar pukul 20.00 Wita. kedua korban diidentifikasi bernama  Muhiding (60 tahun) warga kampung Bonto Panno Desa Bowong Cindea dan Hamdan (34 tahun) warga kampung Majennang Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Pangkep.

Kejadian berawal saat korban pergi memancing ikan di empang milik Ruslan, di Kampung Bontorannu Kelurahan Boriappaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, hingga sore hari sekitar pukul 16.00 wita hujan deras turun disertai angin dan petir menyambar di wilayah kabupaten Pangkep, saat itu korban sedang masuk berteduh disalah satu kolong rumah empang milik Ruslan dan saat itulah diduga kedua korban tersambar petir hingga tewas secara mengenaskan.

Mayat korban baru diketemukan setelah salah seorang warga bernama Sukri yang pulang dari empangnya sekitar pukul 20.00 Wita dan lewat di empang milik Ruslan serta melihat kedua korban sudah tak bernyawa lagi, Sukri kemudian menyampaikan kabar kejadian tersebut kewarga dan pemerintah setempat.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Bungoro, AKP Hari Suwita mengatakan, dua korban ditemukan dengan posisi terlentang dan satu lagi ditemukan tertelungkup di bawah kolong rumah empang milik warga sekitar pukul 20.00 Wita. diduga kedua korban tersambar petir jika melihat kondisi tubuhnya Saat ditemukan sudah membiru

“Kedunya sedang memancing di empang namun tiba tiba tersambar petir. Keduanya ditemukan oleh salah seorang warga bernama sukri dalam keadaan meninggal dunia di bawah kolong rumah empang, kemudian saksi menyampaikan apa yang dilihatnya, selanjutnya Kepala Desa Bowong Cindea bersama pemilik empang menuju TKP dan mendapti korban sudah meninggal dengan posisi satunya terlentang, dan satunya tertelungkup. kemudian melaporkan hal ini ke Mapolsek Bungoro.” jelas Hari Suwita saat sedang berada di lokasi kejadian tewasnya kedua warga yang disambar petir.

Mendapat laporan dari warga polisi kemudian langsung menuju lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi kedua jenazah korban. dengan menggunakan sarung kemudian di bawa puskesmas Bungoro menggunakan Ambulance, Kedua jasad itu lalu dibawa ke rumah duka usai dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis.

“Saat kami tiba, kami menghubungi tim medis dan mengevakuasi kedua korban dan mencatat saksi-saksi selanjutnya mengevakuasi korban untuk di bawah ke rumah duka,” terangnya.

Hari Suwita pun mengimbau kepada warga yang keluar baik diempang maupun disawah agar jika hujan deras disertai petir dan kilat sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon dan di bawah kolong rumah.

"Apabila sudah ada tanda hujan, sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon, maupun di bawah rumah. Lebih baik masuk ke dalam rumah," ujarnya.

Sementara itu pihak keluarga mengaku pasrah dengan musibah yang menimpanya dan menolak untuk dilakukan outopsi terhadap korban. Rencananya, hari ini Kamis, (20/2/2020) kedua jenazah akan dimakamkan oleh keluarga dan kerabat di pekuburan umum kampung halaman mereka masing masing.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Berteduh Dikolong Rumah Empang, Dua Pemancing di Bungoro Tewas Tersambar Petir"

Post a Comment