IKLAN

Begini Cara, Syarat dan Ketentuan Menurunkan Kelas Rawat BPJS Kesehatan

KORANPANGKEP.CO.ID - Sejak dinaikannya tarif iuran BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2020 lalu, sejumlah warga di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berlomba lomba mengubah status kelas kartu BPJS nya.  Mulai dari kelas I ke kelas II hingga dari kelas II turun ke kelas III. Hal tersebut dilakukan warga bukan tanpa alasan. Pasalnya mereka menilai penaikan tarif iuran BPJS sangat memberatkan.

Seperti yang dilakukan Sukma (36 tahun) warga Pangkajene kabupaten Pangkep, sulsel terpaksa harus menurunkan kelas BPJS nya dari kelas II ke kelas III karena merasa berat membayar 4 orang anggota keluarga dirumahnya, terlebih lagi sejumlah kebutuhan pokok menjadi saat ini rata rata harganya melonjak tajam.

Kalau saya masih dikelas II berarti saya harus merogoh kocek rumah tangga sebesar Rp.440.000 perbulan, belum lagi bayar listrik, dan air yang berkisaran 1 juta lebih, apalagi kebutuhan pokok juga saat ini banyak kenaikan, belum lagi harus bayar cicilan rumah dan motor, jadi mau tidak mau saya harus turunkan kelas BPJS saya" terangnya.

Diketahui Kenaikan iuran BPJS sebelumnya sudah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan yang diteken Presiden Joko Widodo pada 24 Oktober 2019.  


Hingga saat ini jumlah peserta mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas 1 yang turun kelas mencapai 153 ribu orang (3,53 persen). Sedangkan jumlah peserta mandiri kelas 2 yang turun kelas sebanyak 219 ribu orang (3,32 persen). 

Lalu, apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk turun kelas? Syaratnya antara lain:
  1. Berlaku bagi peserta yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2020
  2. Perubahan kelas perawatan dapat turun dua tingkat dari kelas perawatan sebelumnya
  3. Kesempatan mengubah/menurunkan kelas perawatan diberikan satu kali hingga 30 April 2020
  4. Bagi yang sudah berkeluarga, perubahan iuran harus diikuti perubahan kelas rawat seluruh anggota keluarga
  5. Pemberlakuan perubahan kelas bisa dilakukan 1 bulan setelah permohonan
  6. Bagi peserta kelas 3 yang tidak mampu, bisa mengajukan ke Dinas Sosial untuk menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Kemudian, dokumen yang harus disiapkan untuk perubahan iuran dan kelas perawatan ada tiga, yaitu:
  1. Kartu BPJS Kesehatan
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. Form Perubahan Data (dari kantor BPJS Kesehatan) yang telah diisi dan ditandatangani di atas materai.

Peserta bisa melakukan perubahan kelas rawat dan menurunkan iuran melalui berbagai cara, antara lain:

  1. Mobile Costumer Service (MCS)/mobil layanan keliling BPJS Kesehatan
  2. Aplikasi Mobile JKN
  3. Kantor Cabang/Kabupaten/Kota BPJS Kesehatan
Apabila peserta ingin mengubah melalui aplikasi Mobile JKN, caranya sebagai berikut:
  1. Unduh aplikasi di PlayStore/AppStore
  2. Buka aplikasi dan pilih ‘Pendaftaran Pengguna Mobile’ bagi peserta yang belum membuat akun. Jika sudah terdaftar di aplikasi, kamu bisa langsung ‘Login’.
  3. Setelah masuk, pilih menu ‘Ubah Data Peserta’
  4. Selanjutnya pilih menu ‘Kelas’ yang berada di kolom paling bawah, kemudian ganti dengan kelas yang diinginkan
Penyesuaian Iuran JKN-KIS BPJS Kesehatan 2020 berdasarkan Peraturan Presiden No.75/2019, untuk kelas 3 iuran dari Rp25.500 menjadi RpRp42.000. Untuk kelas 2 iuran dari Rp51.000 menjadi Rp110.000, dan untuk kelas 1 iuran dari Rp80.000 menjadi Rp160.000.

Penyesuaian iuran ini hanya berlaku bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Begini Cara, Syarat dan Ketentuan Menurunkan Kelas Rawat BPJS Kesehatan"

Post a Comment