IKLAN

Astaga, 143 ASN Pangkep Nunggak Kredit di BPR Citramas Sebesar Rp.4.3 Milyar

KORANPANGKEP.CO.ID - Masalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Citramas Pangkep sepertinya semakin bertambah belum lagi selesai masalah raibnya uang nasabah take over sebesar 2,7 Miliyar dan masalah hilangnya uang setoran kredit sejumlah nasabah direkening tabungannya yang diduga dilakukan oknum pegawai BPR Citramas, kini masalah muncul lagi kasus kredit macet milik sejumlah nasabah ASN yang mengambil pinjaman di Bank milik Pemkab Pangkep tersebut

Dalam Khusus kredit macet para ASN tersebut, dari data BPR Citramas, tercatat ada sebanyak 143 ASN Pemkab Pangkep yang mengambil kredit di perusda tersebut dan hingga saat ini masih belum bisa melunasi kredit di BPR. Tak tanggung-tanggung, nilai kredit macet ASN itu tersebut mencapai Rp4,3 miliar. Tunggakan kredit mereka bervariasi, ada yang hitungan bulan hingga tahun.

Plt Direktur BPR Citramas, Andi Ramli, membenarkan bahwa kredit macet ASN yang nominalnya cukup besar tersebut, ia menyebutkan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan penagihan tunggakan pembayaran angsuran kredit ke ASN namun tidak membuahkan hasil yang signifikan, Ia berdalih upaya penagihan terus dilakukan, tapi mereka lebih banyak yang 'bandel' alias enggan membayar.

"Kami sudah ketemu Pak Bupati (Syamsuddin Hamid red) terkait ini. Ya sudah ada imbauan dari bupati tapi yang membayar hanya beberapa orang saja. Dalam waktu dekat kami akan ketemu lagi sama bupati untuk membicarakan hal ini," ucap Ramli beberapa waktu lalu.

Ramli pun menuding bahwa salah satu yang menjadi penyebab BPR ini merugi adalah kredit macet para ASN pemkab Pangkep sehingga dalam beberapa tahun ini tidak bisa menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

SEbelumnya diberitkan Seorang Nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Citramas Pangkep bernama Sultan salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di pulau terluar Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merasa dirugikan pasalnya Bank BPR Citramas menganggap yang bersangkutan telah menunggak angsuran kredit selama sembilan padahal setiap bulan gajinya selalu terpotong untuk angsuran tersebut di Bank BPD Sulsel cabang Pangkep.

Sultan, yang merupakan staf Kecamatan Liukang Kalmas mengaku, dalam beberapa hari terakhir ia mondar-mandir ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Citramas Pangkep untuk mengklarifikasi tagihan kreditnya, namun hingga saat ini belum ada solusi terkait permasalahan tersebut.

Sultan mengaku setiap bulan, gajinya yang di BPD Sulsel terpotong sebesar Rp2.169.000,- untuk membayar angsuran kredit banknya di BPR, potongan tersebut dilakukan oleh oknum pegawai BPR Citramas melalui ATM pribadi Sultan sebab ATM yang digunakan Sultan menerima gaji, dipegang oleh pihak BPR Citramas sebagai jaminan. Ia menduga, oknum penagih dari pihak BPR Citramas menggelapkan uang tersebut.

"ATM gaji saya dipegang oleh seorang petugas BPR, alasannya karena saya jauh di pulau. Makanya setiap bulan dia sendiri yang ambil angsurannya pakai ATM ku. Saya juga sudah print rekening koran dari ATM pembayaran gaji, di situ juga terbaca setiap bulan uangku terpotong Rp2 juta lebih. Sementara di rekening koran BPR tak ada pembayaran" ucap Sultan.

Sultan mengaku tak sendiri, dua orang kawannya yang juga tugas di pulau bernasib sama. Ia merasa tak pernah menunggak sebab setiap bulan ia mendapati sisa gajinya yang sudah diambil oleh petugas BPR Citramas yang berinisial N tersebut.

Sultan menyebutkan sudah beberapa kali ke kantor BPR Citramas untuk bertemu dengan N, namun dengan beragam alasan N tak pernah datang.

Sementara itu, Komisaris Utama BPR Citramas, Effendy Kasmin yang menerima laporan Sultan tersebut berjanji akan segera membicarakan hal itu kepada direktur BPR Citramas. Soal N, ia menerima laporan jika yang bersangkutan sudah tidak pernah masuk kerja sejak bulan lalu.

"Saya akan bicarakan sama direksi kenapa ada seperti ini. Apakah penagihnya yang belum setor atau seperti apa," ujarnya.

SEbelumnya juga pernah diberitakan Uang tabungan sejumlah Nasabah Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Citramas, milik Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, raib, Tak tanggung-tanggung dana nasabah yang raib tersebut jumlahnya miliaran rupiah, dan disinyalir disebabkan adanya dugaan penyelewengan dana nasabah yang dilakukan oleh oknum salah seorang mantan Direktur PD.BPR Citra Mas sendiri.

Hal ini dibenarkan oleh Plt. Direktur BPR Citramas, Andi Ramli, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah yang dilakoni mantan pejabat di perusahaannya ke Polres Pangkep. Hal itu dilakukan sekaligus guna membersihkan nama baik perusahaan.

"Semuanya itu digelapkan oleh oknum mantan pejabat di sini (BPR). Kita sudah melaporkannya ke polisi, kita tidak mau terus disalahkan atas kerugian ini karena memang telah terjadi tindak penggelapan oleh oknum di sini,” katanya.

Menurut Ramli Dana yang digelapkan oleh Oknum pejabat BPR Citramas cukup signifikan yakni sebesar Rp.2,7 miliar, milik 13 orang nasabah BPR Citramas, modusnya adalah melakukan take over pelunasan kredit nasabah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel Cabang Pangkep, namun dana tersebut tidak disetor masuk ke BPR. Ramli pun mengaku bahwa dirinya telah memberikan keterangan dan data kepada penyidik kepolisian sebagai saksi untuk mengusut kasus tersebut.

“Kita mengalami kerugian, disebabkan memang manajemen yang bermasalah, Direkturnya sudah tidak pernah masuk, ditambah lagi ada indikasi dugaan kerugian negara sebesar Rp2,7 miliar, Kita sudah laporkan dan Kita sudah serahkan semua data kredit, bukti pencairan hingga data rekening koran” terangnya.

Sementara itu Kepala Unit (Kanit) TindakPidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pangkep, Ipda Firman, menyebutkan Hingga kini, pihaknya masih mengumpulkan data dan bukti. dan juga masih mendalami kasus tersebut

"Ini sementara kita lidik, terkait dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana kredit, dimana dana tersebut tidak disetor masuk ke BPR. Sehingga pihak BPR dirugikan dengan tidak jelasnya aliran dana tersebut, kita sudah panggil beberapa dari mereka untuk dimintai keterangannya, ini diduga ada kerjasama antara oknum di BPR dan BPD Pangkep, tunggu saja dalam beberapa pekan kedepan apakah kasus ini bisa naik sidik atau tidak," katanya

Saat ini kata Firman, pihak polres Pangkep juga masih menunggu laporan ke 13 orang nasabah yang merasa dirugikan dan ditipu oleh oknum mantan pejabat BPR Citramas Pangkep tersebut, karena hal tersebut juga termasuk dalam tindak pidana umum.

"Ya harusnya ada pelaporan dari 13 korban itu yang disebut ditipu oknum eks pegawai BPR. Korban di sini harus melaporkan ke polisi karena masuk pidana umum, atas penggelapan dan penipuan,” kata Firman, Rabu (5/2/2020).

Berdasarkan pemeriksaan awal, 13 nasabah ditipu dengan modus tidak menyetorkan dana mereka ke BPR Citramas yang berstatus perusda. Belakangan, hal itu terkuat saat 13 nasabah hendak mengalihkan dana atau kreditnya ke BPD (Bank Sulselbar) Pangkep, dimana dana mereka tidak ada di BPR Citramas.

"Modusnya dititipkan uang oleh ke-13 nasabah untuk melunasi utang di BPR dengan mengambil uang di BPD. Tapi si oknum malah menggelapkan dana tersebut," terang Firman.

Dari data yang dihimpun awak media, mantan pejabat Bank BPR Citra Mas yang diduga menggelapkan uang nasabah sebesar Rp.2,7 Miliar tersebut berinisial AN dengan jabatan Dirut Operasional BPR Citramas dan sudah 2 bulan tidak masuk kantor sejak terkuaknya kasus tersebut di internal manajemen BPR Citramas Pangkep.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Astaga, 143 ASN Pangkep Nunggak Kredit di BPR Citramas Sebesar Rp.4.3 Milyar"

Post a Comment