Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Virus Corona Mewabah, Dinkes Pangkep Waspadai Puluhan TKA China di Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Banyaknya pekerja asing asal tiongkok china yang masuk di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel rupanya membuat Dinas Kesehatan Pangkep berhati-hati dan melakukan antisipasi penyebaran virus corona di Kabupaten penghasil Marmer terbesaar di Sulsel tersebut. Untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkep pun mulai melaksanakan sejumlah langkah antisipasi terhadap penyebaran virus yang sedang mewadah di Wuhan, Tiongkok.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Pangkep, Nur Lia Sanusi menjelaskan, sebagai upaya antisipasi, saat ini pihaknya melakukan deteksi dini terhadap siapapun yang masuk dari luar negeri ke Kabupaten Pangkep. Apalagi diketahui Pangkep, kerap menerima kedatangan orang asing asal Tiongkok untuk bekerja di berbagai perusahaan tambang yang berlokasi di Pangkep.

“Kita akan lakukan deteksi dini, apabila ada orang asing yang masuk,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku, telah melakukan pertemuan kontijensi membahas pengendalian penyakit yang akan dilakukan terhadap kemungkinan penyakit yang masuk ke Pangkep.

“Sebenarnya kami sudah melaksanakan pertemuan kontijensi untuk dilakukan skrining semua penyakit yang datang dari luar dari pintu-pintu masuk bandara maupun pelabuhan,” paparnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pangkep, Muhammad Gazali mengaku jika ada puluhan tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tambang di Pangkep.

“Hingga saat ini ada 20 TKA asal Tiongkok yang kerja di perusahaan tambang, selama Januari belum ada lagi TKA yang masuk, itu juga kalau masuk harus sesuai dengan aturan dan perizinan,” tambahnya.

Berdasarkan surat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, sejak 5 Januari lalu memang telah diimbau kepada instansi terkait seperti Dinas Kesehatan provinsi/kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit serta rumah sakit rujukan.

Isinya, kesiapsiagaan dan antisipasi penyebaran penyakit pneumonia berat atau Virus Tiongkok alias virus korona, yang belum diketahui etiologinya.

Merujuk surat imbauan tersebut, Kepala KKP Kelas I Makassar, dr Darmawali Handoko, menerangkan, pihaknya juga telah melakukan upaya antisipasi. Salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk.

“Ada thermal scanner memantau para penumpang dari luar negeri, walaupun tidak ada penerbangan yang langsung dari Tiongkok khususnya Wuhan,” jelas Darmawali.

Dalam instruksi yang diterimanya, pihaknya memang diminta untuk mengawasi dengan ketat apabila menemukan pelaku perjalanan dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius. Apalagi, jika pelaku perjalanan tersebut juga disertai dengan indikasi lain seperti batuk, sesak, serta gejalan pneumonia berat lainnya.

Handoko menerangkan, sejauh ini memang belum ditemukan indikasi menyebarnya virus terkait dari pelaku perjalanan di Indonesia. Kendati demikian, pihaknya tak menurunkan kewaspadaannya sedikit pun.

Apalagi, merujuk laporan dari WHO yang diterimanya. Wabah tersebut makin merajalela. Tercatat dari 5-20 Januari, telah terkonfirmasi 280 orang terdampak untuk di Tiongkok saja.

Bagi yang sering melakukan perjalanan diimbau agar menjaga kebersihan, makan yang bergizi, berolahraga serta menghindari daerah yang terjangkit. “Kalau ada gejala panas lalu merasa sesak. Segera berobat,” sarannya.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I, Wahyudi saat dikonfirmasi mengenai antisipasi virus Tiongkok di Sulsel, mengatakan, secara manajemen belum ada antisipasi.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Virus Corona Mewabah, Dinkes Pangkep Waspadai Puluhan TKA China di Pangkep"