Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tujuh Siswi SMP 1 Minasatene Pembullying Temannya Dikenakan Wajib Lapor di Polisi

KORANPANGKEP.CO.ID - Kepolisian Resor (Polres) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akhirnya menangani dan telah menerima laporan kasus bullying terhadap seorang siswi SMP 1 Minasatene berinisial SR (13 tahun) yang belakangan videonya viral beredar di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu.

Menurut Kasubbag Humas Polres Pangkep, Aipda Agussalim, Penanganan kasus tersebut saat ini diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polres Pangkep. Kepolisian sudah mengidentifikasi ada tujuh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi bullying tersebut. Dua di antara pelaku ditengarai bahkan menampar korban. Adapun para pelaku kini dikenai wajib lapor oleh kepolisian.



"Pelakunya 7 orang, semuanya saat ini wajib lapor dan masih dalam pemeriksaan penyidik," kata Kasubbag Humas Polres Pangkep, Aipda Agussalim.

Agussalim menyebutkan, dalam penanganan kasus ini, pihaknya akan mengedepankan upaya mediasi. Musababnya, para pelaku dan korban merupakan anak di bawah umur. Mereka masih harus bersekolah dan fokus pada pendidikannya.

Mediasi yang akan digelar kepolisian juga akan melibatkan Dinas Pendidikan. Dari pengakuan orangtua korban, SR sendiri rencananya akan dipindahkan ke sekolah lain pasca-perisakan yang dialami korban.

"Prosesnya kita lihat nanti, yang jelas kami akan kedepankan mediasi karena baik korban maupun pelaku masih dibawah umur," terang Agussalim.

Kepala Sekolah SMP 1 Minasatene, Hartina, usai video tersebut beredar mengaku tidak tinggal diam atas kejadian tersebut. pihaknya langsung mengumpulkan informasi terkait aksi bullying yang terjadi di ruangan kelas. Pihak sekolah juga telah memediasi pelaku dan korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hartina menyebut motif pelaku merisak korban hanya gara-gara kesal atas utang yang belum dibayarkan korban. Korban yang diketahui berinisial SR (13) meminjam uang dan ponsel salah satu pelaku. Namun, korban tidak mengembalikannya hingga waktu yang disepakati." terangnya

Hartina menyebutkan insiden itu terjadi Kamis pekan lalu. Adapun dirinya baru mengetahuinya sehari setelah kejadian. Saat aksi bullying terjadi, ruangan kelas memang tidak ada proses belajar mengajar karena ada guru yang tidak masuk sekolah.

Saat terdengar ada kegaduhan, guru lain sempat mengecek ke lokasi kejadian. Namun, para siswi berdalih bahwa kegaduhan itu muncul karena ada rekannya yang sedang ulang tahun. Belakangan, ia baru tahu ada siswinya yang dirisak oleh temannya dari medsos.

"Jumat baru kami tahu dari video yang beredar. Saya langsung suruh guru BK untuk menjemput orang tua pelaku hari Sabtu korban dan kedua pihak menyatakan berdamai, dan kemarin juga sudah rapat dewan guru. Untuk sementara masih pembinaan karena umur mereka masih anak-anak," jelasnya.


Sebelumnya ramai diberitakan Video berdurasi 23 detik viral. Dalam video itu terlihat sejumlah siswi SMP menampar dan berkali-kali mendorong salah seorang siswi perempuan yang duduk di kursi.

Terlihat dalam video itu, keempat siswi masih mengenakan seragam batik biru dan memakai jilbab, kemudian menampar siswi yang duduk, video itupun viral dan diduga dilakukan di salah satu ruang kelas SMP 1 Minasatene

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Tujuh Siswi SMP 1 Minasatene Pembullying Temannya Dikenakan Wajib Lapor di Polisi"