Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polres Pangkep Ungkap Motif Pelaku Tega Tikam Anak Tiri dan Istrinya di Segeri

KORANPANGKEP.CO.ID - Polres Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, akhirnya berhasil mengorek keterangan dari Muhammad Arsyad (61 tahun) yang tega membunuh istrinya yang bernama Fatmawati (42 tahun) serta melukai anak tirinya yang bernama Muh Thalib (9 tahun) dengan hujaman sebuah senjata tajam jenis badik ditubuh kedua korban.

Usai ditangkap dipersembunyiannya yang tak jauh dari kampung lokasi kejadian setelah tiga melarikan diri usai melaukan aksi pembunuhan sadis tersebut dan berhasil dilumpuhkan dengan timah panas saat hendak melawan petugas dengan sebuah senjata tajam ketika hendak ditangkap, dan saat diintrogasi polisi, pelaku mengungkapkan motif pembunuhannya.

Dihadapan Polisi pelaku mengaku tega menikam istrinya lantaran sakit hati karena mobil miliknya dijual dan hasil penjualannya tidak dibagikan sepeser pun kepada dirinya, sehingga ia naik pitam dan mendatangi rumah istri sirinya itu lalu menikamnya berkali kali hingga tewas ditempat

“Jadi dugaan kami sementara pelaku menghilangkan nyawa istrinya sendiri karena dituduh menjual mobil miliknya dan tidak memberikan uang sedikit pun kepada pelaku, sehingga ini yang memicu kemarahan pelaku,” Ungkap Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

Dari keterangan pelaku polisi kemudian kembali menyelediki tentang motif pembunuhan yang diutarakan pelaku, dan ternyata polisi menemukan fakta lain di lapangan, yakni mobil pelaku bukan dijual oleh istrinya namun telah diambil oleh pihak leasing karena sudah beberapa bulan menunggak cicilan mobil.

Ibrahim Aji menambahkan Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Pangkep untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya sesuai perundangan yang berlaku, Petugas harus melumpuhkan pelaku dengan timah panas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan senjata tajam berupa badik yang digunakan  pelaku untuk membunuh korban dan melukai anak tirinya.

“Pelaku sudah kita tahan di Mapolres. Kita terpaksa beri tindakan tegas ke pelaku karena melawan anggota kami saat akan ditangkap Pelaku kita jerat pasal berlapis yakni, Pasal 340 tentang perencanaan penganiayaan hingga berujung kematian dan Pasal 80 ayat 2 UU Nomor 25/2014  tentang Perlindungan Anak dengan ancaman seumur hidup atau hukuman mati,” Pungkasnya

Sebelumnya diberitakan Seorang Suami bernama Muh Arsyad (61 tahun) warga Kampung Panritae, Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, tega menikam anak tirinya Muh. Thalib (9 tahun) yang masih duduk dibangku SD dan menghabisi nyawa Fatwamati (42 tahun) istri sirinya yang lagi hamil tua dengan beberapa tusukan benda tajam di bagian tubuhnya. Kamis (16/1/2020), sekitar pukul 23.50 WITA.

Peristiwa penganiayaan sadis yang berujung maut ini bermula sekitar pukul 23.30 WITA, pelaku Muh. Arsyad mendatangi rumah korban tapi tak kunjung dibukakan pintu. Sehingga, pelaku terpaksa merusak kaca jendela bagian belakang rumah dan masuk ke rumah melalui jendela tersebut.


Melihat pelaku telah masuk kedalam rumah dalam keadaan marah, korban langsung berusaha melarikan diri dengan keluar rumah melalui pintu depan dan kabur ke rumah tetangganya. Tapi pelaku saat itu tetap mengejar korban dengan membawa badik sudah terhunus.

Ketika korban berusaha membangunkan tetangga rumahnya itu, pelaku berhasil mendapatinya dan langsung menikam di depan rumah tetangganya hingga berulang kali dan menyebabkan korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Perilaku keji pelaku tak sampai disitu, anak korban yang masih berumur 9 tahun bernama Muh. Thalib yang juga sempat mengejar ibunya dengan maksud menolongnya itu tidak luput dari keganasan pelaku. Pelajar SD ini juga ikut dianiaya dengan ditikam beberapa kali di tubuhnya hingga ikut terkapar disamping ibunya itu.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. Tidak berselang lama, pelaku akhirnya diringkus, Jumat (17/1/2020) dini hari tadi, di tempat persembunyiannya, tidak jauh dari kampung setempat.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, menjelaskan Korban meninggal dunia usai ditikam berulang kali oleh suami sirinya sendiri sementara anak tirinya yang juga terkena tikaman pelaku langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis

"Pelaku menikam korban beberapa kali dengan menggunakan badik dan mengakibatkan korban mengalami luka tusuk pada bagian ulu hati, perut, paha kiri dan paha kanan, lengan kiri, serta punggung sebelah kiri, sehingga korban meninggal di tempat kejadian, Usai menikam kedua korban, pelaku langsung melarikan diri," Terangnya Jumat (17/1/2020)

Ibrahim Aji menambahkan Setelah mendapatkan informasi pembunuhan itu, Pihak Polres Pangkep dalam hal ini personel Polsek Segeri langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan lokasi. Kemudian petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan juga mengevakuasi korban ke Puskesmas Segeri dan juga anak korban yang kini diberikan perawatan medis akibat luka tusukan oleh pelaku.

"Korban yang tak lain anak tiri dari tersangka telah dibawa Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka tusuk, sementaran istrinya tengah disemayamkan di rumah duka, Desa Parenreng, Kecamatan Segeri," ucapnya.

Ibrahim Aji mengaku bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan sadis ini. Dan pelaku yang sempat melarikan diri juga telah berhasil diamankan.

"Belum bisa dipastikan motif pelaku, tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. Kita sementara melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, Dan terkait kehamilan korban ini, kita juga masih dalami" Pungkas Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji.

(ADM-KP) - Polres Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, akhirnya berhasil mengorek keterangan dari Muhammad Arsyad (61 tahun) yang tega membunuh istrinya yang bernama Fatmawati (42 tahun) serta melukai anak tirinya yang bernama Muh Thalib (9 tahun) dengan hujaman sebuah senjata tajam jenis badik ditubuh kedua korban.

Usai ditangkap dipersembunyiannya yang tak jauh dari kampung lokasi kejadian setelah tiga melarikan diri usai melaukan aksi pembunuhan sadis tersebut dan berhasil dilumpuhkan dengan timah panas saat hendak melawan petugas dengan sebuah senjata tajam ketika hendak ditangkap, dan saat diintrogasi polisi, pelaku mengungkapkan motif pembunuhannya.

Dihadapan Polisi pelaku mengaku tega menikam istrinya lantaran sakit hati karena mobil miliknya dijual dan hasil penjualannya tidak dibagikan sepeser pun kepada dirinya, sehingga ia naik pitam dan mendatangi rumah istri sirinya itu lalu menikamnya berkali kali hingga tewas ditempat

“Jadi dugaan kami sementara pelaku menghilangkan nyawa istrinya sendiri karena dituduh menjual mobil miliknya dan tidak memberikan uang sedikit pun kepada pelaku, sehingga ini yang memicu kemarahan pelaku,” Ungkap Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

Dari keterangan pelaku polisi kemudian kembali menyelediki tentang motif pembunuhan yang diutarakan pelaku, dan ternyata polisi menemukan fakta lain di lapangan, yakni mobil pelaku bukan dijual oleh istrinya namun telah diambil oleh pihak leasing karena sudah beberapa bulan menunggak cicilan mobil.

Ibrahim Aji menambahkan Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Pangkep untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya sesuai perundangan yang berlaku, Petugas harus melumpuhkan pelaku dengan timah panas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan senjata tajam berupa badik yang digunakan  pelaku untuk membunuh korban dan melukai anak tirinya.

“Pelaku sudah kita tahan di Mapolres. Kita terpaksa beri tindakan tegas ke pelaku karena melawan anggota kami saat akan ditangkap Pelaku kita jerat pasal berlapis yakni, Pasal 340 tentang perencanaan penganiayaan hingga berujung kematian dan Pasal 80 ayat 2 UU Nomor 25/2014  tentang Perlindungan Anak dengan ancaman seumur hidup atau hukuman mati,” Pungkasnya

Sebelumnya diberitakan Seorang Suami bernama Muh Arsyad (61 tahun) warga Kampung Panritae, Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, tega menikam anak tirinya Muh. Thalib (9 tahun) yang masih duduk dibangku SD dan menghabisi nyawa Fatwamati (42 tahun) istri sirinya yang lagi hamil tua dengan beberapa tusukan benda tajam di bagian tubuhnya. Kamis (16/1/2020), sekitar pukul 23.50 WITA.

Peristiwa penganiayaan sadis yang berujung maut ini bermula sekitar pukul 23.30 WITA, pelaku Muh. Arsyad mendatangi rumah korban tapi tak kunjung dibukakan pintu. Sehingga, pelaku terpaksa merusak kaca jendela bagian belakang rumah dan masuk ke rumah melalui jendela tersebut.


Melihat pelaku telah masuk kedalam rumah dalam keadaan marah, korban langsung berusaha melarikan diri dengan keluar rumah melalui pintu depan dan kabur ke rumah tetangganya. Tapi pelaku saat itu tetap mengejar korban dengan membawa badik sudah terhunus.

Ketika korban berusaha membangunkan tetangga rumahnya itu, pelaku berhasil mendapatinya dan langsung menikam di depan rumah tetangganya hingga berulang kali dan menyebabkan korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Perilaku keji pelaku tak sampai disitu, anak korban yang masih berumur 9 tahun bernama Muh. Thalib yang juga sempat mengejar ibunya dengan maksud menolongnya itu tidak luput dari keganasan pelaku. Pelajar SD ini juga ikut dianiaya dengan ditikam beberapa kali di tubuhnya hingga ikut terkapar disamping ibunya itu.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. Tidak berselang lama, pelaku akhirnya diringkus, Jumat (17/1/2020) dini hari tadi, di tempat persembunyiannya, tidak jauh dari kampung setempat.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, menjelaskan Korban meninggal dunia usai ditikam berulang kali oleh suami sirinya sendiri sementara anak tirinya yang juga terkena tikaman pelaku langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis

"Pelaku menikam korban beberapa kali dengan menggunakan badik dan mengakibatkan korban mengalami luka tusuk pada bagian ulu hati, perut, paha kiri dan paha kanan, lengan kiri, serta punggung sebelah kiri, sehingga korban meninggal di tempat kejadian, Usai menikam kedua korban, pelaku langsung melarikan diri," Terangnya Jumat (17/1/2020)

Ibrahim Aji menambahkan Setelah mendapatkan informasi pembunuhan itu, Pihak Polres Pangkep dalam hal ini personel Polsek Segeri langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan lokasi. Kemudian petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan juga mengevakuasi korban ke Puskesmas Segeri dan juga anak korban yang kini diberikan perawatan medis akibat luka tusukan oleh pelaku.

"Korban yang tak lain anak tiri dari tersangka telah dibawa Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka tusuk, sementaran istrinya tengah disemayamkan di rumah duka, Desa Parenreng, Kecamatan Segeri," ucapnya.

Ibrahim Aji mengaku bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan sadis ini. Dan pelaku yang sempat melarikan diri juga telah berhasil diamankan.

"Belum bisa dipastikan motif pelaku, tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. Kita sementara melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, Dan terkait kehamilan korban ini, kita juga masih dalami" Pungkas Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji.

(ADM-KP)



Posting Komentar untuk "Polres Pangkep Ungkap Motif Pelaku Tega Tikam Anak Tiri dan Istrinya di Segeri"