IKLAN

Maju Balon Bupati Pangkep, ini Rencana Strategis Saleh Pattola Membangun Daerahnya

KORANPANGKEP.CO.ID - Setelah genap 23 tahun mengabdikan hidupnya melalui Korps Marinir TNI AL, dan Staf Khusus di Kementrian PDT, Muhammad Saleh Pattola, putra kelahiran Kampung Mattoangin, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkep pada tanggal 28 Juli 1974 itu, bertekad maju sebagai Bakal Calon Bupati kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada pilkada serentak tahun 2020 ini. 


Sebagai Putra Daerah asli Pangkep Sebagai prajurit laut yang telah lama ditempa oleh ombak dan gelombang, ia ingin kembali negeri tanah tumpah darahnya yang kaya akan pantai-pantai indah kepulauan, dan indahnya gunung gunung kars yang berderet indah memperkokoh dan memperkaya daerah yang terkenal dengan 3 dimensinya

Di mana pun ia ditugaskan di berbagai daerah Indonesia di masa lalu, ia selalu terngiang peribahasa bugis yang selalu meresap ke dalam sanubarinya, “Pura babbara’ sompekku, Pura tangkisi’ golikku, Ulebbirenni tellennge’ nato’walie’ ” (“Layarku sudah berkembang, kemudiku sudah terpasang, lebih baik tenggelam daripada kembali.”


Saleh Pattola menuturkan, Untuk terwujudnya masyarakat Pangkep sejahtera, Mandiri dan berdaulat merupakan kondisi yang ingin dicapai dalam kurung waktu 5 tahun kedepan. 

Hal ini melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, dengan mengoptimalkan pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) selaras dengan pelaksanaan nilai-nilai budaya lokal yang dimiliki Pangkep. 

“Yang paling fundamental adalah membangun kedaulatan pangan dan ekonomi bagi Kabupaten Pangkep,” tandas Saleh.


A. Kedaulatan Pangan


Dalam membangun kedaulatan pangan, Saleh melihat, saat ini, kondisi tanaman pertanian khususnya tanaman bahan makanan di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) cukup bervariasi dalam hal produksi, Jenis tanaman yang mengalami pertumbuhan fluktuatif dalam tiga tahun terakhir adalah tanaman padi dengan jumlah produksi masing 149.070 ton pada tahun 2016, sebanyak 220.445 ton pada tahun 2017 dan sebanyak 136.424 ton pada tahun 2018 sementara produksi Jagung mengalami pertumbuhan yang positif yaitu pada tahun 2016 sebesar 6.114 ton, tahun 2017 sebesar 9.593 ton dan pada tahun 2018 sebesar 9.929 ton.

Visi kedaulatan pangan di Pangkep yang akan diperjuangkan oleh Saleh Pattola sangat selaras dengan narasi keagungan cita-cita luhur Nawacita, Presiden Joko Widodo, yang menyatakan, bahwa kedaulatan pangan sebagai salah satu program prioritas. Dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Pangkep, Saleh Pattola akan membuat prioritas dan beberapa strategi.

Strategi Pertama Saleh Pattola dalam membangun kedaulatan pangan di Pangkep adalah Memilih Komoditas Agro Unggulan masing-masing kecamatan di Pangkep. Bagaimanapun, sektor agro di Pangkep terdiri dari ribuan komoditas. Namun, dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, maka pembangunan industri agro perlu dilakukan secara bertahap dengan selektif.

Sebab itu, strategi memilih komoditas prioritas perlu difokuskan pada komoditas yang dapat memberikan manfaat cepat (quick win) dan berdampak luas bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Artinya, prioritas industrialisasi agro, mau tidak mau, harus difokuskan pada produk unggulan dan kearifan daerah.

Bagi Saleh, dalam memilih komoditas prioritas di kabupaten Pangkep kedepannya diperlukan sejumlah kriteria yakni

  • Komoditas yang bisa menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri hilir secara berkesinambungan. 
  • Komoditas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar atau padat karya (mengingat saat ini komposisi angkatan kerja terbesar di Indonesia adalah lulusan SD-SMP yang sebesar 65% dari total penduduk).
  • Komoditas yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) besar, baik ke hulu (backward linkages) maupun ke hilir (forward linkages), sehingga mampu menjadi lokomotif pembangunan nasional. 
  • Produk industrinya memiliki potensi loncatan nilai tambah dan daya saing yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi. 
  • Komoditas yang memiliki potensi untuk mewujudkan kedaulatan pangan, sandang, dan papan. Keenam, komoditas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Saleh Pattola telah melihat fakta-fakta di Pangkep, terdapat berbagai komoditas yang memiliki prospek baik untuk dijadikan basis proses hilirisasi yang menyangkut sub-sektor tanaman pangan, sub-sektor hortikultura, sub-sektor perkebunan, sub sektor perikanan, dan sub-sektor peternakan. 


"Dengan berbagai kriteria dan syarat yang telah ditetapkan, maka perlu memilih komoditas yang memiliki prospek untuk diolah guna menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Misalnya komoditas beras, jagung, ubi kayu, jeruk bali, serta perikanan."Paparnya

Strategi kedua Saleh Pattola dalam membangun kedaulatan pangan dan kesejahteraan di Pangkep adalah Memilih Kebijakan yang Menciptakan Ekosistem Industrialisasi Agro. Bagi Saleh, Menuju cita-cita swasembada di Pangkep, seharusnya dipilih juga kebijakan yang memiliki daya dorong terhadap :

  1. Transformasi keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif (berdaya saing global dengan orientasi pada peningkatan ekspor). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah.
  2. Penyerapan tenaga kerja, terutama low-skilled labour. 
  3. Peningkatan kesejahteraan warga masyarakat dengan mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan.
  4. Stabilitas harga dan penghematan devisa. Keenam, kerjasama koperasi–BUMD–Swasta dan peningkatan peran UMKM. Ketujuh, persaingan yang sehat dan adil.
B. Membangun  Ekosistem Investasi Yang Sehat


Selain itu, menurut Saleh, jika nanti memimpin Pangkep, ia akan membangun ekosistem investasi di sektor agroindustri dengan menyediakan
  1. Klaster dan kawasan industri disertai dengan kemudahan regulasi dan perijinan. 
  2. Lahan, energi, air, serta jaringan ICT dengan tarif yang kompetitif. 
  3. Sarana/ PrasaranaTransportasi, termasuk Pelabuhan/ Bandara, Tol Laut, dan konektivitas terutama antara Desa (sumber bahan baku)–Klaster–Kawasan Industri.

Saleh juga akan mempermudah aspek perizinan usaha dan investasi. diantaranya

  1. Pemerintah Pangkep perlu mempermudah dan mempercepat proses perizinan. 
  2. Pemerintah perlu menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif. Sedangkan dalam aspek insentif fiskal, pemerintah perlu membangun sistem perpajakan yang Pro Investasi dan Industri. 
  3. Pemerintah perlu memberikan insentif perpajakan dalam jumlah dan waktu yang tepat. 
  4. Pemerintah perlu mempermudah masuknya impor bahan penolong dan barang modal untuk kebutuhan industri prioritas dalam jangka waktu tertentu.
B. PERMODALAN
 

Dalam aspek pembiayaan, Saleh akan membawa pemerintah Pangkep agar masyarakat Pangkep bisa mendapatkan akses permodalan dengan jalan
  • Mempermudah akses terhadap sumber pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif. 
  • Pemerintah perlu mendirikan Bank/ Lembaga Pembiayaan Tani dan Nelayan, Investasi, dan Infrastruktur. 
  • Mendorong koperasi untuk ikut berperan menangani Industri Hulu di desa dan di dalam Klaster. 
  • Pemerintah Pangkep perlu mendorong kerjasama kemitraan antara pelaku usaha nasional (BUMD, koperasi, dan swasta), antara pelaku usaha nasional dan Investor Asing (khususnya dalam Industri Hilir, Industri Antara, dan Industri Barang Modal di Kawasan).
C. Perdagangan

Visi Saleh Pattola akan membawa pemerintah untuk 
  1. Mendorong persaingan pasar domestik yang sehat, bebas dari praktik monopoli, kartel, barriers to entry, diskriminasi harga, penyalahgunaan posisi dominan, dan sebagainya. 
  2. Pemerintah perlu mendorong penggunaan produksi dalam negeri (Indo-Inc.), terutama dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dan BUMD. 
  3. Pemerintah perlu mempermudah arus ekspor produk domestik dan impor barang modal, terutama melalui kawasan industri. 
  4. Pemerintah Pangkep perlu melakukan promosi dan proteksi produk domestik di pasar internasional.
D. Peningkatan SDM
 
Strategi selanjutnya Saleh dalam membangun Pangkep adalah 

  1. Membuat Kebijakan Peningkatan mutu SDM dan Digitalisasi Agroindustri. dalam aspek mutu SDM, pemerintah Pangkep perlu meningkatkan mutu SDM (melalui vocational training dan Kewirausahaan), termasuk kepada Petani, Nelayan, Pengrajin, UMKM, Buruh, dan sebagainya, melalui kerjasama/konsorsium antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi. 
  2. Perlu peningkatan jumlah wirausaha muda melalui pembangunan Taman Industri (Industrial Park), Teknopark, dan Pusat Inkubator. 
  3. Mendorong regenerasi petani dengan memberi insentif kepada generasi milenial, setidaknya ribuan pemuda(i) per tahun dengan membangun modernisasi pertanian dan menerapkan pertanian yang berbasis teknologi maju.
E. KETENAGAKERJAAN
 

Dalam aspek ketenagakerjaan, Saleh akan berupaya memberikan jaminan penyediaan hak–hak dan kewajiban pekerja berbasis produktivitas dan kelayakan hidup. Kedua, pemerintah perlu memelihara hubungan industrial yang kondusif. Ketiga, pemerintah perlu meningkatkan peranan koperasi karyawan di setiap perusahaan industri guna mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja.

F. TEKNOLOGI

 
Dalam aspek teknologi, Saleh akan berupaya melakukan peningkatan efisiensi dan produktivitas melalui penggunaan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam rangka mengintegrasikan proses bisnis dari hulu ke hilir. Kedua, perlu pengembangan Iptek melalui konsorsium RISET antara pemerintah dan dunia usaha. Ketiga, perlu penerapan standardisasi mutu dan branding produk.

Pembangunan klaster pertanian ini akan lebih efektif ketika didukung juga dengan proses digitalisasi. Sebelumnya, banyak petani lokal hanya mengandalkan cara tradisional mulai dari menentukan lahan, menentukan bibit, pengelolaan tanaman, pengelolaan masa panen hingga pascapanen. Kini, hal tesebut perlahan berubah ke arah digital yang lebih baik. Meski begitu, bukan berarti meninggalkan cara lama, keduanya saling melengkapi.

Menurut Saleh, digitalisasi merupakan perubahan dari cara konvensional (analog) ke sebuah sistem digital berupa teks, angka, audio, dan visual. Dengan kata lain, digitalisasi sistem pertanian adalah sebuah terobosan mengenai informasi pertanian dalam satu platform (wadah). 


Digitalisasi pertanian di Indonesia diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018. Bekerjasama dengan PT. Telkom, para pemangku kepentingan ini membuat aplikasi yang dapat memudahkan petani tidak hanya mencari informasi saja, tetapi juga bisa berkomunikasi dengan sobat petani lain di Indonesia secara online. 

Saleh ingin membantu Presiden Joko Widodo yang sangat ingin, program Digitalisasi pertanian bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Syaratnya, para petani harus mau berkumpul dengan organisasi besar. 

"Dari program digitalisasi agroindustri ini, diharapkan, petani dapat lebih mandiri dan lebih bisa menyejahterakan petani." katanya

Saleh bercita-cita di Pangkep nanti, beberapa aspek yang menjadi acuan keberhasilan digitalisasi pertanian, antara lain penerapan teknologi pertanian yang mutakhir, adanya aplikasi pertanian, hingga pengelolaan sistem data pertanian di sebuah wilayah. 


Era digital juga tidak bisa dipungkiri akan menciptakan banyak aplikasi-aplikasi baru dalam dunia pertanian. Para petani bisa melakukan transaksi penjualan hasil pertanian secara langsung kepada pembeli melalui aplikasi atau sekadar tanya jawab seputar pertanian kepada para ahli. 

Bila dilihat dari segi manfaat, digitalisasi sistem pertanian di Pangkep nantinya, banyak memiliki keuntungan. Karena dunia pertanian, perkebunan, dan perikanan di Pangkep akan diurus oleh para petani millenial.

Dua hal utama yang menjadi visi besar Saleh Pattola bagi Industrialisasi Pangan di Pangkep. Yaitu memilih Skala Prioritas atas komoditas yang paling unggul, serta membangun kawasan Industri bagi berbagai komoditas yang diprioritaskan tersebut, serta menunjang berbagai strategi tersebut dengan teknologi digital agar bisa menyerap tenaga kerja modern dan sarjana. 


Sehingga, tenaga kerja muda akan sangat bangga ketika bekerja di sawah dan bisa mendapatkan kesejahteraan yang maksimal dibanding bekerja sebagai pegawai di perkotaan. Jika berbagai strategi dan arah kebijakan tersebut di atas diterapkan, maka Kabupaten Pangkep berpotensi menjadi lumbung pangan Indonesia dan menjadi pemasok produk agroindustri terbesar di pasar nasional maupun Internasional.

“Apabila hal ini terwujud, maka masyarakat Pangkep dapat menikmati pencapaian hasil pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Ini ditandai dengan berkurangnya kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan upah, pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta meningkatnya pendapatan daerah dan berkembangnya investasi,” pungkas Saleh Pattola.

Menurut Saleh, ia selalu terngiang peribahasa bijak nan indah itu karena maknanya yang sangat dalam. Jika diartikan, kata Saleh, makna peribahasa tersebut memiliki arti khusus, karena menyalakan semangat yang mengandung makna kehati-hatian dan didasarkan atas acca (mendahulukan pertimbangan yang matang).

Pelaut Bugis, sebagaimana Saleh yang juga sangat akrab dengan sungai dan laut, tak akan berlayar sebelum tiang, jangkar, serta tali-temali diperiksa cermat dan teliti. Di samping itu, pelaut Bugis juga selalu memperhatikan waktu dan musim yang tepat untuk berlayar. Setelah segala sesuatunya meyakinkan, barulah berlayar.

Pada paruh awal 2020 ini, Saleh yakin, segala keperluannya untuk mengarungi lautan pengabdian kepada seluruh masyarakat Pangkep, telah sangat siap. Sebagai putra Pangkajene yang akan mendarmabaktikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk masyarakat Kabupaten Pangkep,

Ia harus kembali belajar mengamalkan prinsip peribahasa Bugis “Sipakalebbi” (Saling memuliakan posisi dan fungsi masing-masing dalam struktur kemasyarakatan dan pemerintahan, senantiasa berperilaku yang baik sesuai dengan adat dan budaya yang berlaku dalam masyarakat).

“Saya Lahir dan besar serta orang tua dan nenek saya asli Pangkep. Jadi saya merasa terpanggil maju di Pilkada untuk membangun kampung kelahiran saya yakni Kabupaten Pangkep,” ucapnya pada Selasa (21/1/2020).

Selama bertugas sebagai Marinir, Saleh Pattola telah memiliki berbagai bekal ilmu dan segudang pengalaman untuk mengabdi kepada masyarakat Pangkep. Berbagai pendidikan kemiliteran dan berbagai pengalaman kepemimpinan telah dienyamnya. Ia juga sempat memimpin dua organisasi besar yaitu RESIMEN NUSANTARA (KETUA UMUM 2015-SAMPAI SAAT INI), serta menjadi pengawas di KOPERASI ANUGERAH BUMI HIJAU/KOPRABUH hingga saat ini.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

0 Response to "Maju Balon Bupati Pangkep, ini Rencana Strategis Saleh Pattola Membangun Daerahnya "

Post a Comment