IKLAN

Lapak Telkomsel Tak Dijamah, Satpol PP Pangkep Dinilai Tebang Pilih Angkut Lapak PK5

KORANPANGKEP.CO.ID. - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Pangkep beberapa hari ini melakukan penertibkan gerobak pedagang kaki lima (PK5) di beberapa tempat di ruang terbuka hijau yang sengaja ditinggal pemiliknya di lokasi berjualannya disekitar taman Muzafir dan Taman Bamburuncing Pangkep.

Namun Penertiban tersebut dianggap oleh sebagian dari pedagagang kaki lima dilakukan oleh Satpol PP Pemkab Pangkep secara tebang pilih hal ini dikarenakan ada sebuah lapak tenda milik perusahan celullar Telkomsel yang berdiri disudut taman bamburuncing yang tak berani digusur atau diamankan oleh satpol PP meski tenda tersebut berada ditemapat itu selama 24 jam dan tidak ada penjaganya

"Satpol PP itu tebang pilih mentang mentang kita pedagang kecil, gerobak kita diamankan sementara itu tenda dan meja etalase milik telkomsel tidak diamankan dan diangkut, padahal tenda itu berdiri selama 24 jam setiap harinya meski tanpa ada penjaganya, ini tidak adil dan terkesan tebang pilih." Ungkap salah seorang pedagang disekitar bamburuncing yang enggan disebut namanya, Sabtu (11/1/2020)

Harusnya kata Dia, Satpol PP juga membongkar lapak milik Telkomsel, apalagi menjelang piala adipura tenda tersebut berada tepat dijalan poros Trans Sulawesi jalan Sultan Hasanuddin dan sangat nampak dilihat dari arah jalan raya

"Apa bedanya dengan kami, kalau alasan punya izin sehingga tidak dibongkar dasar pemberian izinnya apa bukankah tempat ini ruang terbuka hijau yang belum ada perda untuk penerapan pemberian ijin berdagang oleh pemerintah ke Telkomsel" Tukasnya.

Ia pun berharap agar pemerintah memberikan rasa keadilan dan tidak berprilaku tebang pilih agar tak jadi kecemburuan sosial antar pedagang disekitar taman terbuka hijau yang ada di Pangkep.




Sementara itu Kasat Pol PP Pangkep Jufri Baso mengemukakan tempat yang ditertibkan ini adalah gerobak-gerobak pedagang yang ditinggalkan di beberapa tempat yang tidak diarahkan oleh pemerintah daerah setempat, lantaran para pedagang tersebut hanya bisa melakukan aktifitasnya pada jam 12 siang sampai dengan pukul 22.00 Wita

Menurut Jufrii Baso, Perda tentang tata ruang jelas telah melarang rutinitas berjualan di ruang terbuka hijau, namun pemerintah daerah sangat bijak melihat kondisi masyarakatnya.

“Kita pemerintah juga memahami bahwa untuk bisa makan itu kan harus ada upaya usaha dan sebagainya, maka kita berikan kebijakan bahwa masyarakat bisa menjual di beberapa titik, untuk sementara ini ada di Citra Mas dan Bambu Runcing, dengan catatan bahwa menjual itu sampai jam 10 malam, setelah itu semua gerobak tidak ada lagi di lokasi,” pungkas Kepala Satpol PP Pangkep.

Lanjut dikatakan, para pedagang diharapkan menyimpan gerobak-gerobanya di tempat yang telah diarahkan, misalnya PK5 di lapangan Alun-alun Citramas gerobaknya disimpan di GOR, sementara yang di Bambu Runcing diharapkan disimpan di belakang gedung Islamic Center.

Diketahui, para pedagang banyak yang menyimpan gerobak di tempat-tempat yang tidak dikehendaki, hal inilah yang membuat Satpol PP dengan beberapa personilnya turun dengan dipimpin langsung oleh Jufri Baso.

“Ini sebenarnya sudah disosialisasikan sejak adanya Perda tentang pedagang ini. Nanti jika Pak Bupati kembali, Pak Bupati akan menata suatu tempat lagi dan bahkan akan mengupayakan bantuan kepada para pedagang ini, berupa gerobak-gerobak yang seragam, sama modelnya untuk ditempatkan di beberapa tempat yang strategis untuk penjualan,” kata Jufri.

Hal itu dilakukan, jelas Jufri, untuk memberikan kesejahteraan kepada para pedagang tersebut, disamping itu kepada para pedagang diharapkan dapat bekerja sama dan menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan di Kabupaten Pangkep.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Lapak Telkomsel Tak Dijamah, Satpol PP Pangkep Dinilai Tebang Pilih Angkut Lapak PK5"

Post a Comment