IKLAN

Jalur Perseorangan Pilkada Pangkep Sepi, ini Syarat dan Cara Mendaftar Perseorangan

KORANPANGKEP.CO.ID - Meskipun jalur perseorangan (Independen) dibuka dalam Pemilihan Kepala Daerah namun tidak membuat jalur non partai politik tersebut mendapat respon baik dari publik. Buktinya, hingga saat ini belum ada satu pihak pun yang melakukan konsultasi dengan KPU kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel mengenai keikut sertaan dalam Pilkada Pangkep 2020 melalui jalur perseorangan.

Komisioner KPU kabupaten Pangkep, Aminah, yang dikonfirmasi Selasa (16/1/2020) mengatakan sampai saat ini belum ada pihak pihak yang berkonsultasi dengan KPU terkait keikut sertaan Pilkada melalui jalur perseorangan.

Aminah menyebutkan bagi yang akan mencalonkan sebagai pasangan calon dari jalur perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangkep tahun 2020, perlu mengetahui beberapa hal teknis terkait pencalonan dijalur tersebut. 


Aminah pun menghimbau Bapaslon yang akan maju lewat jalur perseorangan agar segera melaporkan dan menyerahkan mandat LO ke KPU Pangkep. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep berharap Bapaslon yang akan maju lewat jalur perseorangan segera menyerahkan mandat tersebut.

"Belum ada satupun Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang menyerahkan mandat Liaison Officer (LO). Kita berharap Bapaslon itu, segera serahkan mandatnya kalau mau maju lewat jalur independen atau jalur perseorangan ini, agar bisa diberikan pemahaman awal, seperti bimtek terkait aplikasi yang akan dipakai dalam menginput nantinya,” Ungkapnya.

Apalagi katanya, waktu pendaftaran calon perseorangan nantinya tidak berlangsung lama, sehingga penginputan sudah harus dimulai dari sekarang, oleh para bakal calon yang akan maju melalui jalur tersebut.

Diketahui Aturan terbaru menyebutkan, penyerahan berkas syarat dukungan perseorangan (independen) pilkada 2020 berupa e-KTP, dimajukan dari jadwal sebelumnya paling lambat 3 Maret 2020, menjadi 16 Februari 2020. Sedangkan jadwal verifikasi dukunagn akan dilaksanakan tanggal 24 Februari-22 Maret 2020.

Perubahan tersebut berdasarkan revisi aturan yang tertuang di PKPU No: 16/2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

“Penginputan sudah harus dilakukan mulai sekarang, agar menjelang batas waktu nantinya tidak ada lagi yang dikembalikan berkasnya untuk perbaikan. Kami juga berharap agar para Bapaslon tidak dikejar deadline waktu yang tidak lama tersebut,” ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Aminah menjelaskan, sebelum menyerahkan dokumen, bakal Pasangan Calon Perseorangan wajib memasukkan terlebih dahulu data pendukung yang tercantum dalam surat pernyataan dukungan sebagaiamana dimaksud point 2 huruf (a) dalam Sistem Informasi Pencalonan (SILON) serta menunjuk degan mandat dari bakal pasangan calon sebagai operator Silon dan disampaikan kepada KPU Kabupaten Pangkep dan diberikan Username.

Ditambahkan, dokumen dukungan sebagaimana dimaksud pada Point (2) huruf b dan huruf c merupakan hasil cetak dari Sistem Informasi Pencalonan, yang ditandatangani oleh bakal Pasangan Calon perseorangan dan dibubuhi materai.

Bakal Pasangan Calon perseorangan mencantumkan rekapitulasi jumlah dukungan sebagaimana dimaksud pada poin (2) huruf c untuk setiap kelurahan/desa dan kecamatan untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Surat pernyataan Pasangan Calon perseorangan yang memuat tabel daftar nama pendukung, menggunakan formulir Model B.1.1-KWK Perseorangan 1 (satu) rangkap asli hasil cetak B.1.1-KWK Perseorangan yang dicetak dari Sistem Informasi Pencalonan dan ditandatangani oleh Bakal Pasangan Calon, dan 1 (satu) rangkap salinan.

Rekapitulasi jumlah dukungan, menggunakan formulir Model B.2-KWK Perseorangan 1 (satu) rangkap asli hasil cetak B.2-KWK Perseorangan yang dicetak dari Sistem Informasi Pencalonan

Syarat pendaftaran sebagai Calon Independen pada Pilkada Pangkep 2020 yaitu berupa bukti dukungan paling sedikit dari 8,5 persen dari jumlah Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu sebelumnya. hal ini sesuai sesuai amanat dalam Pasal 41 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada

Setiap bukti dukungan juga wajib menyertakan surat pernyataan dukungan disertai fotocopy KTP Elektoronik atau Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Syarat Dukungan :
1. Jumlah minimal syarat dukungan tersebut dihitung sesuai amanat dalam Pasal 41 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada, yaitu 8,5 persen dari jumlah Pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu sebelumnya.

2. Kabupaten/Kota yang jumlah penduduk termuat dalam DPT pemilu terakhir mencapai maksimal 250.000 jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen dari jumlah DPT Pemilu terakhir.

3. Untuk Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk yang termuat dalam DPT pemilu terakhir lebih dari 250.000 hingga 500.000 jiwa harus didukung paling sedikit 8,5 persen dari jumlah DPT Pemilu terakhir.

4. Semua syarat dukungan yang diserahkan bakal calon perseorangan tersebut harus riil, tidak ada yang dobel atau palsu.

5. Mengisi formulir B1-KWK (dengan dilampiri fotokopi KTP El/Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kelurahan/Desa).

Sanksi Administrasi:
1. Jika satu saja tak menyatakan diri mendukung, maka calon perseorangan harus menggantinya sebanyak dua kali lipat.



(ADM-KP)


AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Jalur Perseorangan Pilkada Pangkep Sepi, ini Syarat dan Cara Mendaftar Perseorangan"

Post a Comment