IKLAN

Gegara Persoalan Administrasi, Korban Bencana Puting Beliung di Kalmas Terabaikan

KORANPANGKEPCO.ID - Miris betul nasib korban bencana alam di kecamatan Liukang Kalmas kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, sepekan pasca terjadinya musibah angin puting beliung yang memporak porandakan ratusan rumah warga di wilayah terjauh kabupaten Pangkep tersebut hingga saat ini belum mendapat perhatian dan Bantuan dari Pemkab Pangkep. Padahal Bupati Pangkep saat itu langsung memerintahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, untuk menyalurkan bantuan ke wilayah yang terdampak bencana.

Akibatnya ratusan warga yang terdampak bencana di Liukang Kalmas saat ini hidup menderita selain rumah mereka rusak dan tak beratap akibat terjangan angin putung beliuang, sebagian lagi ada yang terpaksa numpang dirumah warga lainnya akibat rumah mereka rata dengan tanah saat diamuk angin puting beliung.

Selain itu warga juga saat ini telah mengalami kekurangan pangan bahkan sudah ada yang sakit sakitan akibat tak adanya perhatian dan bantuan dari pemkab Pangkep maupun Pemprov Sulawesi Selatan hingga saat ini.

Ardan Aidin salah seorang warga Liukang Kalmas mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang hingga saat ini belum memberikan perhatian dan bantuan kepada warga di kampungnya, dan menilai pemkab Pangkep dalam hal ini BPBD Pangkep lamban dalam menangani kasus bencana yang ada di wilayah terluar kabupaten Pangkep.

"Pemerintah kemana? lambat kirim bantuan kesini, padahal sudah sepekan. Harusnya itu bantuan sudah sampai sekarang, Pemkab seharusnya cepat turun tangan, mengingat lokasi disana adalah wilayah pulau-pulau kecil, yang letaknya berjauhan dari ibu kota kecamatan, apalagi ibukota kabupaten dan Provinsi." ujar Ardan, Minggu (12/1/2020).

Ardan berharap, Pemkab Pangkep segera turun tangan membantu kondisi masyarakat kecamatan Liukang Kalmas. apalagi persediaan sembako untuk warga sudah menipis dan terancam kelaparan.

"Warga disana juga tidak melaut karena masih trauma, makanya kalau tidak segera datang bantuan, mereka akan kelaparan," jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pangkep, Ridwan Sam, mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengirim bantuan khususnya dana parsial dan bantuan darurat lainnya, akibat anggarannya belum bisa dicairkan di bagian keuangan pemkab Pangkep, Ridwan mengungkapkan dana parsial sementara diurus dan segera cair untuk korban bencana lainnya di tahun 2019 yang nyebrang ke tahun 2020.

"Soal dana parsialnya memang belum. Kemarin saya sudah ke bagian hukum untuk tela stafnya, dan sudah diperhadapkan dengan dinas pengelola untuk total 133 rumah yang terkena puting beliung di Kalmas, Kalau disitu ada sekitar 100an penerima dan juga segera akan kita berikan" ujar Ridwan, Sabtu (11/1/2020).

Ridwan juga membeberkan jika sampai saat ini bantuan dana belum juga ke Kalmas, karena menunggu persyaratan Administrasu lainnya rampung baru bisa dicairkan, jika sudah rampung persyaratan administrasinya, Dana tersebut nantinya, akan masuk melalui rekening pihak kecamatan..

"Kita tunggu foto-foto kerusakan rumah mereka, persyaratannya itu juga harus ada, Itu akan masuk ke rekening pihak kecamatan. Tapi kita akan kawal untuk pembagiannya langsung, agar bisa memastikan bantuan itu sampai atau tidak" ujarnya.

Ridwan menyebut, Penerima bantuan bencana angin puting beliung di kecamatan Liukang Kalmas nominalnya berbeda-beda sesuai tingkat kerusakannya.

"Ini disesuaikan dengan tingkat kerusakannya seperti misalnya rusak berat Rp 5 juta sampai Rp 7 juta. Kita sesuaikan, karena kita belum ada Peraturan Bupati (Perbup)," katanya.

Khusus untuk bantuan seperti tenda dan sarung, BPBD Pangkep sudah meminta pihak Provinsi.

"Kita sementara menunggu dari provinsi, faktor cuaca juga menjadi kendala bagi kita. Tetapi kami pastikan akan segera tersalurkan," pungkasnya.

Sebelumnya Angin ribut puting beliung kembali memporak porandakan ratusan rumah warga hingga rata dengan tanah di pulau terjauh di dua Desa di Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel Minggu (5/1/2020), sekitar pukul 13.30 wita.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, dari 5 pulau yang terdampak di dua desa yakni Desa Sabaru dan Desa Pammas di kecamatan Liukang Kalmas terdapat Sebanyak 106 rumah yang rusak diterpa angin ribut, ada yang mengalami rusak parah dan rusak ringan.

Menurut Ridwan data sementara yang diterima yakni Desa Sabaru, sebanyak 43 rumah rusak, masing-masing di dua pulau yaitu 17 rumah di Pulau Sabaru dan 26 rumah di Pulau Pammalikang.

Sementara di Desa Pammas sebanyak 63 unit rumah rusak, masing-masing 34 rumah di Pulau Massalima, 3 rumah di Pulau Saliriang dan 26 rumah di Pulau Pammantauang. Untuk saat ini, total ada 112 rumah rusak di wilayah kepulauan, di luar data kerusakan di wilayah daratan.

Untuk kategori rusak berat, Ridwan menyebutkan, sebanyak 16 rumah mengalami rusak berat di Pulau Pammantauang. 16 rumah tersebut dikabarkan rata dengan tanah akibat sapuan angin puting beliung.

Dia menyebutkan pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan berbagai pihak. Selain itu masih memverifikasi data kerusakan yang terjadi di Kalmas, pihaknya telah membuat telaah staf ke bupati agar bantuan segera diturunkan.

(ADM-KP) 



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Gegara Persoalan Administrasi, Korban Bencana Puting Beliung di Kalmas Terabaikan"

Post a Comment