Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dinas Pendidikan Pangkep Segera Perbaiki Lantai SMP Satap 14 Liukang Tupabiring Yang Amblas`

KORANPANGKEP.CO.ID - Menyikapi Amblasnya bangunan sekolah SMP Negeri 14 satu atap (Satap) Liukang tupabiring, Kabupaten Pangkep, setelah tergerus gelombang laut yang berujung abrasi kemarin.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pangkep Muslimin yusuf mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kerusakan lansung dari Kepala sekolah selanjutnya akan dikordinasikan dengan Bpbd dan Dinas Pu untuk biaya pembenahan.

Pemerintah Daerah Kabupaten pangkep dalam hal ini Dinas pendidikan akan memberikan bantuan pembenahan bangunan dalam waktu dekat setelah berkoordinasi dengan Pihak Penanggulangan bencana daerah (BPBD ) dan Dinas pekerjaan umum (PU) Pangkep.

” Jadi sampai saat ini laporan dari kepala sekolah disertai poto – poto secara resmi sudah masuk kedinas pendidikan dan kita sudah teruskan ke bpbd, nantinya bpbd berkordinasi dengan dinas pu untuk menghitung berapa biaya yang dibutuhkan”. Jelas Muslimin Yusuf saat ditemui di ruangannya. Rabu, (15/01/20).

Sebelumnya diberitakan Sebuah ruangan di SMP 14 Satap, di Pulau Lamputang, Desa Mattiro Dolangen, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, rusak dan tak bisa digunakan. Lantai ruangan itu amblas.

Ruang pertemuan kepala sekolah dan guru amblas diduga merupakan dampak dari abrasi pesisir pantai sepanjang musim cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Pangkep, dalam sepekan terakhir.

"Ombak besar sekali, baru tinggi juga air. Akhirnya masuk di dalam ruangan. Apa lagi kan sekolahnya kita ini pas di bibir pantai," kata Kepala Sekolah 14 Satap, Pangkep, saat dikonfirmasi, Rabu (15/1).


Yemba mengatakan, abrasi di sekitar kawasan sekolah memang sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, sejak bangunan sekolah berdiri tahun 2008. Namun, abrasi kian parah di akhir 2019 hingga awal 2020, yakni setelah ada cuaca ekstrem. 

"Kalau air surut, gelombangnya tidak sampai (sekolah) sebenarnya. Kalau air naik, baru gelombang besar, pasti masuk air," ujarnya.

Dia khawatir, air akan mengikis sedikit demi sedikit bangunan sekolah lainnya sebab rusaknya tanggul pemecah ombak. Dia berharap, ada upaya perbaikan tanggul dan bangunan sekolah agar lebih tahan terhadap gelombang laut. 

Kendati begitu, aktivitas belajar mengajar di sekolahnya kata Yemba, tetap berjalan normal seperti biasa. Petugas kebersihan, guru, hingga pelajar sempat bergotong-royong untuk membenahi isi ruangan yang porak-poranda diterjang gelombang.

"Sekarang sudah dibersihkan. Jadi ruangan untuk kami pertemuan, dipindahkan sementara di ruangan lain karena ruangan yang rusak itu bahaya kalau dipakai. Nanti tambah amblas kalau diinjak," jelas Yemba.

Lebih lanjut, kata Yemba, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep melalui jajarannya untuk memperbaiki kondisi tersebut. Yemba berharap ada solusi yang bisa dilakukan agar kejadian yang cukup membahayakan seperti ini tidak lagi terjadi di kemudian hari.

Hal terpenting saat ini untuk diperbaiki selain bangunan sekolah, menurut Yemba, adalah tanggul agar bisa meminimalisasi laju gelombang sekaligus dampak abrasi.

"Dalam satu dua hari ini, kita tetap jalan untuk koordinasinya. Saya juga sudah menyurat ke instansi di pemkab, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa dicarikan solusinya. Karena kasian juga kalau begini-begini terus," harap Yemba.


(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Dinas Pendidikan Pangkep Segera Perbaiki Lantai SMP Satap 14 Liukang Tupabiring Yang Amblas`"