IKLAN

Cuaca Extrim, Persedian Sembako Menipis, Ribuan Warga Kalmas Terancam Kelaparan

KORANPANGKEP.CO.ID - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal januari 2020 lalu, di perairan kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep, Sulsel, mengakibatkan pelayaran keibukota kabupaten Pangkep dan kota Makassar terhenti.

Akibat cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang musim barat ini, para nelayan warga Pulau Pamalikang, Desa Sabaru, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten pangkep, tidak dapat melaut.

Hal ini pula berakibat pada mandeknya pasokan sembako ke wilayah kepulauan terluar kabupaten Pangkep, seperti Liukang Kalmas dan Liukang Tupabiring, sehingga mengancam persediaan pangan dan krisis sembako.

Plt. Kepala Desa Sabaru Abdul Rahman menyebutkan Cuaca laut tidak bersahabat, sehingga tidak ada satu pun kapal atau perahu pengangkut barang berlayar ke daerahnya. sehingga persediaan sembako di sejumlah toko di pulau Sabaru pun sudah menipis

“Dampak dari kondisi alam yang belum baik, masyarakat di desa kami tidak dapat beraktifitas di laut, mereka sangat khawatir dengan kehidupan sehari-harinya, karena bahan makanan pokok (beras) sudah smakin menipis,” tuturnya.

Bahkan dikatakan, untuk sejumlah pulau-pulau kecil yang berada di sekitar wilayah kepulauan Sabaru, warga sudah mulai mengabarkan kalau persediaan sembako merekapun sudah habis. Mereka mulai kebingunan untuk mendapatkan pasokan sembako. Apalagi sebagian besar pulau-pulau kecil tersebut tidak ada lahan untuk tanaman padi dan jagung.

Lanjut dikatakan Plt Kades Sabaru asal Pulau Kalukuang ini, ia khawatir atas kondisi ini, lantaran sudah tidak ada lagi penjual beras di pulau tersebut.

“Bahkan, kami mencoba mengecek ketersediaan beras dan ternyata tidak ada lagi penjual beras, sementara tidak ada pasokan kesana. Kami sangat prihatin,” katanya.

Saat ini pun penduduk Pulau Sabaru dan sekitarnya yang sebagian berprofesi sebagai nelayan pun tidak bisa melaut. Mereka terpaksa menganggur karena ombak laut sangat besar dan tak bisa mencari ikan.

"Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, mereka terpaksa menggadaikan atau bahkan menjual barang-barang berharganya," katanya

Pihaknya berharap ada langkah-langkah strategis dari Pemkab Pangkep dan Pemprov Sulsel untuk mengatasi persoalan yang sangat mendasar bagi masyarakat kepulauan. Karena bilamana tidak ada distribusi sembako ke pulau, maka bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kelaparan.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Cuaca Extrim, Persedian Sembako Menipis, Ribuan Warga Kalmas Terancam Kelaparan"

Post a Comment