IKLAN

Buntut Demo Karyawan, Dirut PKM Didit Adi Prasetyo Akan Perkarakan Koordinator Aksi

KORANPANGKEP.CO.ID - Pasca aksi unjuk rasa Puluhan karyawan PT. Purna Karya Manunggal (PKM) melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja di kantor pusat PT. PKM Kelurahan Bontoa Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, Selasa (28/1/2019) lalu, rupanya bakal berbuntut panjang, pasalnya Direktur Utama (Dirut) Prima Karya Manunggal (PKM) Didit Adi Prasetyo merasa terseinggung dan membaa masalah ini keranah hukum

Didit mengaku tuduhan yang dilamatkan pada dirinya pada aksi unjuk rasa puluhan karyawannya tersebut tidak benar dan hal tersebut telah mencemarkan nama baiknya, Didit juga mengaku, apa yang dilakukan salah satu karyawannya itu telah membuatnya naik pitam dan tidak bisa dia terima lagi sehingga dirinya akan memperkarakan hal ini di muka hukum yang berlaku.

"Dia sudah cemarkan nama baik saya dan PKM, saya akan bawa ke ranah hukum, Sudah berapa kali saya coba bina dia, dia itu yang berulah eh kenapa saya yang dituduhkan tanpa bukti begitu. Intinya secepatnya saya akan laporkan dia" katanya, Kamis (30/1/2020).



Menurut Didit, Arfan sudah melakukan kesalahan dan telah memberi surat peringatan, tetapi masih dilalukannya lagi. Didit mengaku, dia pernah menonjobkan Arfan Tualle sebagai kepala divisi karena kemalasan karyawannya tersebut.
"Kita ada namanya SP1 itu ya jelas dipotong. Orang disuruh kerja, mengerjakan tugasnya tetapi malah tidak dikerjakan, Pertama kali, saya nonjobkan karena dia tidak melakukan tugasnya, dia membuat ulah tetapi disuruh bina lagi. Jadi saya kembalikan, eh di bagian SDM dia berulah lagi," ungkapnya.

 Didit Adi Prasetyo juga membantah soal pemotongan gaji karyawan 20 persen dan utang di PT Amka mencapai miliaran. Menurutnya, demo yang dilakukan kemarin di PT PKM itu, dipolitisasi dan hanya untuk kepentingan satu orang saja.

"Saya bantah terkait demo ini, yang namanya gaji dipotong 20 persen itu, pastilah dipotong kalau dia lakukan kesalahan. Catat! ini ditujukan ke satu orang itu yah Arfan Tualle," ujarnya.


Didit juga membantah soal utang PT PKM ke PT Amka yang jumlahnya miliaran. dimana Koordinator Aksi demo PKM, Arfan Tualle saat menyebut Didit tidak mampu menyelesaikan permasalahan, tagihan PKM di PT Amka Rp 6,5 miliar lebih tidak dibayarkan selama dua tahun ini.
 
"Tidak benar, soal tagihan itu bukan kita hutang, tetapi PT Amka yang piutang dengan PKM dan sampai sekarang PT Amka belum membayar PKM," jelasnya.
 


Sementara itu, Koordinator Aksi demo kemarin, Arfan Tualle mengaku menerima jika Didit memang mau melaporkan dirinya. Arfan mengaku, telah memegang sejumlah bukti-bukti terkait PKM dan siap menghadapi Didit.

"Nda apa-apa lapor saja, biar saya beberkan semuanya di depan polisi," pungkasnya.



Terpisah, saat dikonfirmasi terkait adanya saran pelaporan tersebut, Dirut PT Semen Tonasa, Subhan membantah jika pihaknya menyarankan Direksi PT PKM untuk menyelesaikan persoalannya ke proses hukum.
 

"Masalah di PT PKM itu tidak ada hubungannya dengan PT Semen Tonasa. Itu masalah internal yang harus diselesaikam oleh direksi PT PKM sendiri, sehingga saya tidak punya kapasitas untuk ikut campur, Semen Tonasa dan PT PKM hanya sebatas mitra bisnis." tegas Subhan, PT

Sebelumnya diberitakan, puluhan karyawan PT. Purna Karya Manunggal (PKM) melakukan aksi unjuk rasa dan mogok kerja di kantor pusat PT. PKM Kelurahan Bontoa Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, Selasa (28/1/2019). hal ini merupakan bentuk protes karyawan kepada Direktur Utama (Dirut) PKM Didit ADE Prasetyo untuk segera dicopot dan mundur dari jabatannya karena dinilai kerap mengintimidasi karyawan PKM.

Koordinator aksi mogok kerja karyawan PT PKM, Arfan Tualle mengatakan, seluruh karyawan sudah tak tahan dengan perilaku Didit yang otoriter dan arogan hingga membuat karyawan sangat tertekan bekerja. Bahkan secara gamblang, Arfan yang juga merupakan staf direksi PT PKM menyebutkan, jika Dirut sering mengintimidasi dengan menjual nama petinggi TNI.

“Turunkan direksi PKM, kami tolak Didit sebagai Dirut PKM. Perlakuan seorang pemimpin yang sangat kasar, dan tidak mendidik. Seolah-olah berlaga preman, Dia ini sering mengintimidasi karyawan dengan mengatakan mengenal banyak anggota dan pejabat TNI,” ujarnya.” ujar Arfan kepada awak media

Tidak hanya mengintimidasi, Dirut juga dianggap seenaknya mengeluarkan Surat Peringatan, dan memotong gaji karyawan tanpa mengikuti prosuder yang ada. Hal itu, kata Arfan berdampak pada kinerja para karyawan.

“Dia juga kerap melakukan promosi jabatan yang tidak sesuai prosedur,” kata Arfan.

Selain itu Arfan menambahkan salahsatu tindakan Didit yang dinilai otoriter yaitu melakukan kegiatan pengadaan tanpa mekanisme tender dan tanpa evaluasi harga. Arfan menyebutkan Didit menjalankan perusahaan seperti perusahaan pribadinya.

Karyawan PKM mengancam melakukan akan aksi Mogok Kerja lagi jika tuntutan mereka untuk mencopot jabatan Dirut PKM Didit ADE Prasetyo oleh pemilik saham yang dalam hal ini PKM merupakan anak perusahaan PT. Semen Tonasa dalam hal angkutan.

Sementara itu Didit yang juga hadir di kantor pusat PKM, memilih tak menemui para karyawan. Ia sejak pagi hingga siang menggelar rapat bersama para direksi PKM dan sejumlah tokoh masyarakat. Tuntutan karyawan tak dibahas, Didit lebih banyak curhat tentang kedekatannya dengan sejumlah petinggi TNI dan Polri.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Buntut Demo Karyawan, Dirut PKM Didit Adi Prasetyo Akan Perkarakan Koordinator Aksi"

Post a Comment