Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BPS Pangkep : Salah Satu Penyebab Kemiskinan di Pangkep Adalah Krisis Air Bersih

KORANPANGKEP.CO.ID – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel Naharuddin Supu menyebutkan salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di kabupaten Pangkep dipicu oleh krisis air bersih, yang mana pemenuhan air bersih sulit didapatkan masyarakat.

Akibatnya pendapatan warga terkuras hanya untuk membeli air, dimana pendapatan masyarakat Pangkep habis terkuras sebesar 15 persen dimana Setiap jeriken air dibeli Rp.3 ribu, biasanya gunakan tiga hingga empat jeriken per hari dan konsumsi masyarakat masih di bawah 2.100 kalori setiap harinya.Warga terpaksa membeli air lantaran tidak ada pilihan lain.

“Sulitnya air bersih memicu kemiskinan. Pendapatan masyarakat terkuras untuk beli air, Pengeluaran masyarakat untuk air bersih mencapai 15 persen dari total pendapatan,” bebernya. Selasa, (31/12/2019).

Untuk itu Naharuddin berharap, pemerintah kabupaten Pangkep mengelola stok air bersih dengan baik. Selain itu, bisa memberi subsidi ke masyarakat sehingga biaya beli air dapat berkurang.

"Salah satu Indikator, air bersih terhadap angka kemiskinan ini juga digunakan bank dunia." Ungkap Naharuddin

Naharuddin menambahkan saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Pangkep sebanyak 14,06 persen atau sekira 47.070 jiwa. Meski menurun 1,04 persen dari 2018 lalu, namun angka ini tetap tinggi. Dimana angka kemiskinan Pangkep tertinggi kedua di Sulsel setelah Kabupaten Jeneponto.

Direktur PDAM Pangkep, Andi Yathrib Pare, mengaku sementara melakukan pendataan terkait wilayah yang dilanda krisis airbersih paling besar. Beberapa wilayah jadi perhatian, seperti daerah pesisir dan pulau.

“Kami juga bekerja sama berbagai pihak untuk mobilisasi air ke sejumlah wilayah,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, merilis persentase data penduduk miskin, di 24 kabupaten / kota se-Sulawesi Selatan. Data tersebut dipaparkan pada rapat koordinasi terkait kemiskinan yang digelar Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Sulsel, di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/12/2019) Kemarin,

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, angka kemiskinan tertinggi masih ditempati Jeneponto, yakni sebesar 14,08 persen dari jumlah penduduknya. Kemudian disusul Pangkep 14,06 persen, Luwu Utara 13,06 persen, Selayar 12,08 persen, dan Luwu 12,07 persen. Sementara terendah yakni Makassar 4,02 persen, Sidrap 4,07 persen, dan Parepare 5,02 persen.

Berikut ini, persentase penduduk miskin di 24 kabupaten /kota, yang disampaikan dalam Rakor Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan:

1. Kota Makassar: 4,28%
2. Sidrap: 4,79%
3. Parepare: 5,26%
4. Wajo: 6,91%
5. Luwu Timur: 6,98%
6. Soppeng: 7,25%
7. Bulukumba: 7,26%
8. Gowa: 7,53%
9. Palopo: 7,82%
10. Pinrang: 8,46%
11. Barru: 8,57%
12. Takalar: 8,70%
13. Bantaeng: 9,03%
14. Sinjai: 9,14%
15. Maros: 9,89%
16. Bone: 10,06%
17. Enrekang: 12,33%
18. Tana Toraja: 12,35%
19. Toraja Utara: 12,41%
20. Luwu: 12,78%
21. Selayar: 12,83%
22. Luwu Utara: 13,60%
23. Pangkep: 14,06%
24. Jeneponto: 14,88%

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "BPS Pangkep : Salah Satu Penyebab Kemiskinan di Pangkep Adalah Krisis Air Bersih"