Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kejari Pangkep Akan Sita dan Lelang Aset Terpidana Kasus kredit fiktif BRI Pangkep 2016

KORANPANGKEP.CO.ID -Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel akan menyita sejumlah aset pribadi milik terpidana Kasus kredit fiktif BRI unit Tumampua Pangkep pada tahun 2016 silam, karena terpidana hingga saat ini tidak bisa memenuhi amar putusan hakim pengadilan Tipikor Makassar yakni mengembalikan aset negara sebesar Rp.89 juta

"Dia tidak bisa mengembalikan aset negara Rp 89 juta, terpidana harus pengembalian aset agar bisa mememenuhi tuntutan hakim, sehingga dapat mengganti rugi uang negara yang dia korupsi," terang Andri Zulfikar Kepala Seksi Intel Kejari Pangkep

Andri Zulfikar menyebutkan saat ini Tim Intelejen Kejari Pangkep. Pencarian aset untuk terpidana Jumsia Dg Mangalle sudah selesai, dan saat ini tinggal menunggu proses selanjutnya untuk dilakukan penyitaan aset terpidana.

"Ada beberapa yang kami dapat, baik itu aset bergerak maupun tidak. Nanti secara resmi kalau sudah waktunya, secara detail kita akan sampaikan," jelasnya,
Sabtu (21/12/2019)

Andri Zulfikar menambahkan, saat ada tiga aset yang sudah divalidasi yakni tiga aset sertifikat, empat sepeda motor, dan satu unit kendaraan honda jazz belum dilakukan validasi karena  STNK bukan milik terpidana.

Andri Zulfikar menambahkan pihaknya akan bergerak menyelesaikan kasus ini dan aset pribadi terpidana kredit fiktif BRI unit Tumampua Pangkep pada tahun 2016 akan dilelang secepatnya, untuk mengganti kerugian negara Rp 89 juta tersebut.

"Kemungkinan aset disita dan aset dilelang serta terpidana ini harus bayar segitu, kalau ada  lebihnya yah dikembalikan ke terpidana," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Kasus kredit fiktif di Bank BRI unit Tumampua tahun 2016, Pangkep, melibatkan 6 orang tersangka masing-masing, Marwah warga Pangkep, Jumasia warga Makassar, Hj Nur Aisyah, Rismala alias Muliati warga Jeneponto, Dwi Hastuti warga Makassar dan Supiana warga Makassar.

Kasus ini mulai bergulir saat BRI melakukan audit dan ternyata ditemukan kejanggalan pada proses kredit. total dana yang berhasil dicairkan dari enam tersangka sebesar Rp600 juta secara bertahap. Pencairan dilakukan selama tiga kali mulai September 2015 sebesar Rp200 juta, November 2015 sebesar Rp200 juta dan Januari 2016 sebesar Rp200 juta.

Perkara kredit fiktif sudah berproses di Polres Pangkep sejak 2016 silam. Bahkan, kasus yang ikut menyeret seorang kepala SDN Pasui sebagai pihak yang dinilai menerbitkan SK palsu, ikut dijebloskan ke penjara. Jabatan sebagai Kepsek juga sudah dicopot sejak kasus ini bergulir di Polres Pangkep.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Kejari Pangkep Akan Sita dan Lelang Aset Terpidana Kasus kredit fiktif BRI Pangkep 2016"