Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Kali Berkas dikembalikan, Kasus Dugaan Korupsi ADD Mattiro Bone Dihentikan Polisi

KORANPANGKEP.CO.ID - Kepolisian Resor (Polres) kabupaten Pangkajene, dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel resmi menghentikan Kasus dugaan korupsi penyelewengan anggaran Desa Mattiro Bone, Kabupaten. Hal ini diungkapkan Kanit Tindak Pidana Korupsi Polres Pangkep, Ipda Firman saat konferensi pers akhir tahun di aula Polres Pangkep, Senin (30/12/2019).

menurut Firman, pihaknya telah memproses kasus ini dan melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Pangkep hingga sebanyak empat kali. Namun berkas perkara kasus dengan tersangka mantan pelaksana tugas Kades Mattiro Bone, Sahaba Nur tersebut, selalu dikembalikan penyidik Kejari Pangkep, atas dasar itu pihak Polres Pangkep menghentikan penanganan kasus tersebut usai melakukan gelar perkara di Polda Sulsel

"Empat kali kasus ini dikembalikan. Dan terakhir, ada petunjuk dari Kejari yang berdasarkan surat edaran Kejagung bahwa korupsi di bawah Rp50 juta tak harus dibawa ke pengadilan, atas dasar itu, kami sudah gelar di Polda untuk penghentian kasus ini," Ungkap Firman.

Firman menambahkan, bahwa sebelumnya kasus tersebut mendudukkan dua tersangka dan keduanya adalah mantan kepala desa Kades Mattiro Bone. yakni Abdul Rahman selaku Mantan Kepala desa dan Sahaba Nur selaku mantan Kepala desa yang menggantikan Abdul Rahman saat itu.

"Kalau tersangka Abdul Rahman kasusnya P21, bahkan sudah divonis di pengadilan Tipikor Makassar," terang Firman.

Firman juga menjelaskan jika Keduanya dinyatakan tersangka melalui temuan audit inspektorat Pangkep yang menemukan adanya kerugian negara dalam pengelolaan anggaran desa sebesar Rp265 juta, namun saat ini berkasnya dipisah dan temuan untuk Sahaba nur tinggal Rp.16 Juta

"Dulu temuannya satu berkas, tapi sekarang saya lihat sudah terpisah. Untuk Sahaba Nur kerugian negaranya tinggal Rp16 juta saja," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Pidsus Kejari Pangkep, Sugiharto membenarkan adanya surat edaran seperti yang dimaksud Firman.

"Memang ada edaran itu. Untuk kasus yang nilai kerugian negaranya kecil penanganannya mengedepankan penyelamatan uang negara. Bukan hanya edaraan Kejaksaan Agung, sepertinya di polisi juga ada edaran seperti itu," jelasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "4 Kali Berkas dikembalikan, Kasus Dugaan Korupsi ADD Mattiro Bone Dihentikan Polisi "