Modus Pacari Korban, Pemuda Asal Bonto Masunggu Gasak Barang-Barang Pacarnya

KORANPANGKEP.CO.ID - Seorang pemuda bernama Burhanuddin (28 Tahun) warga kampung Bonto Masunggu,  Desa tokella Kabupaten Bone, Sulsel terpaksa harus diamankan tim Jatanras Polres kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan penggelapan milik Pacarnya. Rabu, (13/11/2019) sekitar pukul 10.00 wita

Menurut Laporan korban di Polres Maros dengan Nomor Lp: /357/X/2019/POLRES MAROS kejadian bermula pada waktu sekitar tanggal 29 April 2019 lalu, Pelaku yang telah menjadi pacar korban meminta tolong meminjam sepeda motor milik korban ke kabupaten Bone, Sulsel untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit dan kritis.

Namun setelah beberapa bulan pelaku dan motor milik korban tak kunjung kembali, bahkan selama pergi pelaku tak pernah menghubungi dan memberikan kabar kepada pacarnya tersebut, hingga korban menyadari jika dirinya telah tertipu dan melaporkan hal tersebut ke pihak Polres Maros.

Setelah mendapat laporan korban pihak Polres Maros kemudian melacak keberadaan korban dan teridentifikasi sedang berada lokasinya lebih dekat diwilayah hukum Polres kabupaten Pangkep, tepatnya
Bonto Masunggu,  Desa tokella Kabupaten Bone, Pihak Polres Maros kemudian mengkoordinasikan hal ini dengan Pihak Polres Pangkep.

Bersama reskrim Polres Maros, Tim Jatanras Polres Pangkep kemudian memburu pelaku ke kampung halamannya di kampung Bonto Masunggu
,  Desa tokella Kabupaten Bone dan mendapati pelaku sedang beristirahat dirumahnya dan segera membekuk pelaku.

Setelah diintrogasi polisi, pelaku mengakui perbuatannya dan polisi menyita barang bukti yang ada pada pelaku berupa  1 unit sepeda motor Yamaha Mio Entri dengan nomor Polisi DN 3749 IL, 1 unit laptop dan handphone 


"Modus pelaku memacari korbannya dan setelah lengah pelaku menggasak barang barang milik korban" Ungkap Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Anita Taherong

Usai ditangkap dan diintrogasi pelaku kemudian dibawah ke Mako Polres Pangkep, selanjutx pelaku diserahkan ke Polres Maros untuk di lakukan pengembangan barang bukti.

Sekedar diketahui bahwa Tindak pidana penipuan diatur dalam Pasal 378 KUHP, sedangkan tindak pidana penggelapan diatur Pasal 372 KUHP.

Dilihat dari motifnya, tindak pidana penipuan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan, dengan mendapatkan barang, diberikan utang, maupun dihapus utang. Orang yang melakukan tindak pidana penipuan diancam penjara maksimal 4 tahun. Pasal 378 KUHP selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun."

Sedangkan tindak pidana penggelapan, dilihat dari motifnya bertujuan untuk memiliki barang atau uang yang ketika itu ada dalam penguasannya yang mana barang/uang tersebut sebenarnya adalah kepunyaan orang lain. Pelaku tindak pidana penggelapan diancam penjara maksimal 4 tahun. Selengkapnya Pasal 372 KUHP berbunyi:

"Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah."

(ADM-KP)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Modus Pacari Korban, Pemuda Asal Bonto Masunggu Gasak Barang-Barang Pacarnya"

Post a Comment