6 Tahun Diputuskan Bantuan Berasnya, Nenek Sebatang Kara di Pangkep "Hidup Susah"

KORANPANGKEP.CO.ID - Kasihan betul nasib seorang nenek rentah yang bernama wa' Upo (71 Tahun) warga Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel yang hidup sebatangkara didalam gubuknya yang sudah reot dan membanting tulang sendiri untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya

Parahnya lagi sejak 6 tahun terakhir dirinya sudah tidak pernah mendapatkan dan menikmati lagi bantuan Beras Sejahtera (Rastra) atau saat ini disebut sebagai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sehingga dirinya terpaksa harus bekerja ekstra dan merogoh koceknya demi memenuhi kebutuhan bahan pangan pokok sehari harinya

Menurut Wa'Upo Namanya terhapus dari daftar penerima beras bantuan pemerintah tersebut saat pemerintah mengalihkan beras Raskin ke Rastra. Dirinya bahkan sudah pernah menanyakan hal ini ke kepala desa setempat, setiap tahunnya, namun setiap tahunnya namanya pun tak kunjung keluar sebagai penerima Bantuan Beras Pemerintah tersebut

"Dulu Pernah nenek pertanyakan ke pak desa, selama 6 tahun tapi katanya nama saya sudah dihapus pemerintah, dan belum keluar keluar hingga sekarang" Keluhnya, Minggu (10/11/2019).

Wa' Upo menjelaskan selama 6 terakhir ini dirinya terpaksa makan sedanya, kadang dengan menggunakan lauk Mangga atau tanpa lauk sekalipun, namun kadang pula ada tetangganya berbaik hati berbagi makanan dan lauk kepadanya

"Kadang Makan tanpa lauk, kadang juga makan dengan lauk mangga saja, namun Tetangga-tetangga saya baik. Alhamdulillah kadang ada yang kasi nasi dan lauknya," ungkapnya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Bowong Cindea, Abdullah ia menyebutkan sudah berulangkali mengusulkan nama Wa Upo ke pihak Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, namun setiap tahunnya data yang muncul adalah data lama, yang terverifikasi dari Pusat.

"Dulu itu raskin nenek Upo dapat, tetapi setelah berubah menjadi rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Nenek Upo tidak lagi terdaftar dalam Data Basis Terpadu (DBT), Kita sudah coba tetapi masih saja data lama yang dipakai yang sesuai data penerima manfaat yang ada," jelasnya.

Menurut Abdullah Di Desa Bowong Cindea ada kurang lebih 300 keluarga penerima manfaat untuk mendapatkan BPNT. Selain Wa'Upo masih ada sekitar 200 warganya yang miskin hingga saat ini bernasib serupa dengan Wa' Upo

"Kami juga di desa sudah usulkan tetapi Dinas sosial belum juga merevisi, karena masih ada sekitar 200 an kepala keluarga yang membutuhkan bantuan," tambahnya.

Karena saat ini Wa'Upo Mustahil mendapatkan BPNT dari Pemerintah tahun ini, ia sangat berharap bantuan dari para dermawan berupa Bantuan Pangan, Uang dan bantuan lainnya yang dapat meringankan beban hidupnya sehari hari yang hidup sebatang kara di masa-masa tuanya.

Jika ada Dermawan yang membantu dan berbagi asih silahkan hubungi Komunitas Peduli dan Berbagi, Tajuddin +62853-9604-5678. atau Komunitas Kurir Langit Adit Mallarangen +62812-4252-6000

(ADM-KP)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Tahun Diputuskan Bantuan Berasnya, Nenek Sebatang Kara di Pangkep "Hidup Susah""

Post a Comment